Menyambut Tahun Baru dengan Maksiat*

Menyambut Tahun Baru dengan Maksiat*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Masyarakat kita memang lebih suka ikut-ikutan daripada memahami secara dalam suatu fenomena yang ditemui di lapangan. Salah satu tren yang diikuti adalah dengan beramai-ramai menyambut datangnya Tahun Baru Masehi 2014. Karena tahun ini adalah tahun yang lazim dipakai di seluruh dunia, maka umat Islam Indonesia pun merasa memiliki tahun baru ini. Sayangnya, umat Kristiani yang jelas-jelas mengklaim penuh tahun baru ini saja, malah bermuhasabah diri di gereja-gereja mereka. Tapi anehnya, umat muslim kita malah turut merayakan tahun baru tersebut dengan hura-hura, pesta-pesta, menghambur-hamburkan uang, dan berbagai bentuk maksiat lainnya..

Miris, tapi begitulah kenyataannya. Dan kita tidak bisa hanya memberikan komentar tanpa aksi nyata. Saya sendiri, merasa diri lemah. Di tengah hiruk pikuk rekan kerja yang menyambut tahun baru 2014 dengan maksiat, saya hanya bisa mengutuk dalam hati dan menulis risalah ini..

Tak berlebihan jika saya sebut penyambutan tahun baru ini dengan maksiat, karena pada kenyataannya kacamata Islam telah memfilter informasi tersebut, dan nyatalah bahwa kegiatan tersebut memang penuh dengan maksiat dan dosa yang begitu dibenci oleh Allah, Rabbul izzati..

Bagaimana tidak mau disebut maksiat ketika perayaan sambut tahun baru 2014 ini diisi dengan mendatangkan artis dangdut koplo (electune) yang artisnya berpakaian serba mini dan menonjol. Pakaian terang benderang, celana super pendek hingga mendekati pangkal paha. Pakaian semacam itu jelas-jelas mengundang syahwat para lelaki. Belum lagi dengan goyangan “super hot” yang membuat pria-pria jauh dari isteri tersebut menelan ludah berkali-kali..

Ya, maksiat dan dosa pertama adalah dengan mempertontonkan aurat di hadapan banyak orang, kemudian dilanjutkan goyangan-goyangan erotis yang membangkitkan nafsu syahwat. Lalu, tak jauh-jauh mereka akan jatuh pada dosa berikutnya, yakni bersenang-senang dengan meneguk minuman keras sampai teler. Dentuman musik yang keras, nyanyian yang dibawakan oleh biduan berpakain mini dan menantang, membuat mereka lupa akan maksiat dan dosa. Syaitan telah melalaikan pandangan dan otak yang seharusnya mampu dipergunakan untuk berpikir jernih, memilah mana yang baik dan mana yang buruk..

Memang, sama sekali tak bisa menyalahkan siapa-siapa. Malah merasa sepatutnya menyalahkan diri sendiri. Tiap diri wajib menjadi da’i dan menyampaikan kebenaran Illahi, bahwa umat muslim memiliki aturan halal dan haram, perbuatan dianjurkan dan dilarang, pahala dan dosa, dan berbagai term keimananan lainnya..

Saya lemah, dan itu terakui secara sadar. Hadist masyhur yang begitu kental dalam ingatan terngiang-ngiang, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)..

Selemah-lemahnya iman, itulah kekuatan yang baru bisa saya lakukan. Sambil dengan pelan-pelan berusaha mendakwahkan Islam santun dan penuh kasih sayang. Perjalanan ini masih panjang..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Rabu pagi, 01 Januari 2014 pukul 06.50 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Jum’at, 17 Januari 2014 pukul 08.00wita

Comments
One Response to “Menyambut Tahun Baru dengan Maksiat*”

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: