Sejukkan Diri dalam Sujud*

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Sejukkan Diri dalam Sujud*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Sholat lima waktu bagi kaum muslimin adalah suatu kewajiban yang harus ditunaikan. Kewajiban yang menuntut kerelaan dan keikhlasan dalam mengerjakannya ini, bakal diganjar pahala oleh Allah ketika dikerjakan, dan bernilai dosa ketika ditinggalkan. Anehnya, banyak sekali masyarakat muslim di sekitar kita yang dengan enteng meninggalkan kewajiban sholat lima waktu tanpa ada udzhur syar’i (yang dibenarkan oleh agama). Mereka mengaku diri sebagai seorang muslim, mengetahui kewajiban sholat lima waktu, tapi sama sekali tidak merasa bersalah dengan peninggalan kewajiban yang telah diperbuatnya..

Itu adalah tingkatan kerugian yang pertama, sedangkan kerugian yang selanjutnya adalah ketika seorang muslim menjalankan kewajiban sholat secara terpaksa. Dirinya tetap melaksanakan sholat lima waktu, namun berat melangkahkan kaki ke masjid, padahal Rasulullah begitu menganjutkan agar umatnya menomorsatukan sholat jama’ah di masjid ketika tidak ada halangan syar’i. Kemudian, dampak dari jarangnya pergi ke masjid adalah sholatnya dilaksanakan secara terburu-buru. Ayat-ayat yang dibaca pun begitu pendek-pendek karena hendak mempercepat selesainya sholat yang dianggapnya memberatkan tersebut..

Harusnya kita mau dan mampu mengukurnya secara objektif. Benarkah sholat lima waktu itu memberatkan diri seorang muslim? 24 jam yang kita miliki, Allah hanya memintanya 5 x 10 menit (plus dzikir dan lain-lain) = 50 menit. Hanya tak sampai satu jam dari 24 jam yang kita miliki dalam sehari semalam. Lalu dimanakah beratnya? Dan ternyata masalah tidak terletak pada beratnya amalan ibadah sholat wajib yang lima waktu tersebut, melainkan godaan syaitan yang kita amini sehingga menyebabkan kita lalai dari menjalankan perintah Allah..

Kita sebaiknya mengubah cara pandang dan cara berpikirnya. Bahwa sebenarnya kewajiban itu dilaksanakan dengan suatu tujuan spesifik yang memiliki kebermanfaatan bagi manusia. Sholat adalah bentuk komunikasi langsung antara hamba dengan Tuhannya. Di dalam bacaan sholat juga banyak terdapat doa-doa yang intinya untuk kemaslahatan diri dan bentuk pengagungan terhadap Illahi Rabbi. Maka, sudah semestinya kita menunggu-nunggu waktu sholat, menikmati setiap gerakan dan bacaannya, menghayati takbir “Allahu Akbar” sebagai bentuk kesadaran diri bahwa apapun selain Allah itu kecil, hanya Allah sajalah Yang Maha Besar..

Dengan begitu ibadah sholat lima waktu akan selalu menjadi sebuah kelezatan yang dinanti. Sejuk diri terasa ketika lantunan adzan dan iqomah berkumandang, kemudian khusuk hati mendengarkan ayat-ayat Illahi dibacakan dengan suara merdu nan mengusap qalbu. Wallahi, ini adalah sebuah kenikmatan, sebuah jeda untuk memperteguh semangat dalam diri ketika telah melalui hari-hari yang penuh kesibukan hingga jenuh pada rutinitas keseharian..

Mengejar dunia, tidak akan pernah ada habisnya. Untuk itulah sholat menjadi sesuatu yang sangat berharga untuk kembali mengingatkan diri, bahwa diri ini butuh tempat bergantung, berkomunikasi, dan memanjatkan segala doa dan puji kepada Allah subhanahu wata’ala..

Inilah kebahagiaan diri yang tak bisa dibeli dan ditukar dengan materi apapun. Semakin menundukkan diri dalam sujud, semakin ridholah diri ini diatur oleh hukum dari-Nya. Islam menjadi laku utama, dakwah menjadi jalan yang harus ditempuh, hingga tak ada rasa lelah dalam perjuangan yang panjang dan tidak mudah..

Sholat menjadi tiang yang menegakkan agama ini, dari sholatlah segalanya bermula, ketaatan diri, ketenangan hati, kelapangan cara berpikir, ketepatan pengambilan keputusan, kemampuan membedakan al haq dan al bathil, dan lain sebagainya. Jangan sekali-kali kita menyerahkan urusan kepada orang yang tidak memahami agamanya sendiri. Semakin sering ia menundukkan diri dalam sujud-sujudnya, di situlah terdapat kesejukan yang mempu memberikan teladan dan keputusan bijaksana..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Selasa, 29 Muharram 1435 H/03 Desember 2013 pukul 14.08 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Selasa, 31 Desember 2013 pukul 08.00wita

Comments
3 Responses to “Sejukkan Diri dalam Sujud*”
  1. febrianadila says:

    jd inget status fb siapa ya kemarin itu nemu… jika tak ada bahu untuk bersandar selalu ada lantai untuk bersujud

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: