Story 030 International NGO, KIA & Wisuda

Wisuda ditemani Pa'e dan Kak Wahib bersama keponakan (Rama)
Wisuda ditemani Pa'e dan Kak Wahib bersama keponakan (Rama)

Wisuda ditemani Pa’e dan Kak Wahib bersama keponakan (Rama)

International NGO, KIA & Wisuda

Satu lagi episode hidup yang tak bisa terlewatkan adalah ketika kesempatan besar itu datang. Aku yang baru saja akan naik ke tingkat IV di STKS Bandung (agustus 2011), mendapatkan tawaran untuk mengikuti tes saringan masuk di salah satu NGO Internasional yang punya cabang di Indonesia, khususnya project di daerah kota Bandung dan sekitarnya.

Kesempatan tersebut sebenarnya tidak datang dengan tiba-tiba, karena pada kenyataannya aku telah mulai menjalin jejaring/tali silaturahim dengan para stakeholder nya sedari tahun 2009. Semua kegiatan yang ada hubungannya dengan alumni STKS Bandung dan dunia Pekerjaan Sosial selalu kuikuti perkembangannya.

Bersama beberapa kandidat lain pada saat tes salah satu NGO Internasional di Bandung

Bersama beberapa kandidat lain pada saat tes salah satu NGO Internasional di Bandung

Kebanggaan terbesar adalah ketika aku yang kala itu masih mahasiswa, diperkenankan untuk bersaing dengan para kakak tingkat yang telah menghitung hari menunggu waktu wisuda. Apalah arti ilmu dan pengalamanku dibanding mereka? Namun, tokoh-tokoh sentral yang tengah membangun profesionalitas profesi Pekerja Sosial itu telah memberikan kepercayaan tinggi kepadaku, maka pantang rasanya untuk merasa rendah diri dan mundur dari kompetisi. Dengan mengucapkan basmalah, akupun maju ke medan prosesi perekrutan tenaga Case Worker sebuah NGO Internasional.

Dan bagaimana akhirnya? Apakah berakhir bahagia? Tidak. Karena ternyata aku gugur dalam kompetisi tersebut. Namun, hal tersebut menjadi pengalaman yang begitu luar biasa, dan tentunya menjadi hari-hari yang patut dikenang dalam kehidupanku. Karena, kualitasku sesungguhnya hampir menyamai dengan para kakak tingkat yang memang hebat-hebat itu.

Kisah berikutnya adalah mengenai pengerjaan KIA (Karya Ilmiah Akhir), yang menjadi prasyarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Sains Terapan (program D-IV).

Proses pengerjaan KIA ku di STKS Bandung ini tak mulus-mulus amat. Seperti biasa, “malas” adalah kendala terbesar bagi para mahasiswa tingkat akhir. Malahan, di tingat akhir (semester VII dan VIII) aku lebih menikmati untuk berkegiatan di ekstra kampus, seperti KAMMI dan juga FORKOMKASI. Bahkan aku sempat meniatkan dalam hati untuk lulus di tahun 2013 saja, artinya molor setahun. Namun ketika menyampaikan keinginan tersebut, disarankan kakak agar lulus tepat waktu saja, yakni di tahun 2012 agar orang tua di rumah tidak terlalu kepikiran karena anaknya kuliah tidak selesai-selesai he he.

Pada akhirnya, aku pun beranjak lebih giat dari biasanya. KIA yang biasanya begitu berat untuk dipegang, menjadi agak ringan dan ide pun cepat mengalir untuk menyelesaikan BAB I, II dan III. Bimbingan dengan dosen pembimbing juga menjadi lebih sering. Hingga pada waktunya diizinkan untuk turun melakukan penelitian di lapangan.

Di sinilah masalah terjadi. Biasanya, turun ke lapangan hanya dilakukan selama sekali dalam kurun waktu kurang lebih sebulan, dan itu pun sudah kulakukan. Namun naasnya, ketika telah sampai di Bandung kembali, hasil penggalian data di lapangan menjadi tidak relevan dengan judul yang kuajukan. Maka, judul yang semula berkenaan dengan Resiliensi Keluarga Korban Banjir Bengawan Solo, berubah menjadi Resiliensi Keluarga Korban Banjir Bandang.

Saat Sidang Ujian Akhir Program Studi KIA STKS Bandung -September 2012-

Saat Sidang Ujian Akhir Program Studi KIA STKS Bandung -September 2012-

Waktu sudah sangat mepet, dan aku masih harus mengejar target agar bisa lulus tahun 2012 itu juga. Kerja keras pun semakin ditingkatkan. Dan aku kembali turun ke lapangan sekali lagi. Alhamdulillah, dalam proses ini cukup berjalan lancar. Sekembalinya dari lapangan, aku langsung tak menunda waktu lagi untuk segera bimbingan mengerjakan BAB IV, V dan VI.

Hari ke hari terlalui, proses bimbingan berjalan lancar, dan waktu sidang KIA pun hampir tiba. Dua orang dosen pembimbingku yang sangat baik itu, memberikanku nilai yang cukup memuaskan, sehingga dapat semakin memompa semangatku untuk juga mendapatkan nilai yang baik pada saat sidang nanti.

Syukur Alhamdulillah. Pada 24 September 2012 diadakan Yudisium Jilid#2 dan mengumumkan bahwa nilai UAPS (Ujian Akhir Program Studi) atas nama JOKO SETIAWAN mencapai angka 3.88. Allahu Akbar.

Masa yang dinanti itu pun tiba. WISUDA…

Foto bersama kader KAMMI di Masjid Al Ihsan STKS Bandung

Foto bersama kader KAMMI di Masjid Al Ihsan STKS Bandung

Tepatnya di hari Rabu, 10 Oktober 2012 bertempat di Aula Lantai III Kampus Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung Jalan Ir. H. Juanda 367 Bandung, Jawa Barat dilaksanakan prosesi wisuda sekitar 250 mahasiswa-mahasiswa STKS Bandung. Sebagian besar orang tua/keluarga memang datang menghadiri wisuda anaknya, namun hanya 10 lulusan terbaik (dari Jurusan Rehabilitasi Sosial dan Pengembangan Sosial Masyarakat) yang orang tuanya diperkenankan mengikuti prosesi wisuda secara langsung bersama para wisudawan dan wisudawati. Dan yang paling penting pada wisuda waktu itu, dihadiri langsung oleh Pak Menteri Sosial RI (Dr. H. Salim Segaf Al Jufri, MA) beserta seluruh jajarannya.

Lebih senang lagi ketika Pa’e yang jauh-jauh datang dari dusun Ngembak desa Bogorejo kecamatan Bancar provinsi Jawa Timur bersama dengan Kak Wahib dan Rama (my nephew), bisa naik ke Aula Lantai III Kampus STKS Bandung karena IPK saja masuk di salah satu dari 10 lulusan terbaik pada tahun 2012 ini dengan nilai IPK 3,80. Sedangkan Kak Wahib dan Rama berada di Aula Lantai I bersama dengan ratusan orang tua lainnya yang hanya bisa menonton prosesi wisuda di Aula Lantai III melalui layar televisi.

Cukup mengesankan memang pelaksanaan proses wisuda kala itu. Urutan duduk dimulai dari mahasiswa Spesialis 1 Pekerjaan Sosial (Pascasarjana), kemudian dilanjutkan dengan mahasiswa Diploma IV Jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat, disusul dengan dari jurusan tersebut dari angkatan di atas tahun 2008, dan terakhir barulah mahasiswa Diploma IV dari Jurusan Rehabilitasi Sosial yang ada saya salah satunya di sana. Adanya upacara adat yang dimainkan oleh UKM Garnida (Sanggar Seni Sunda) semakin menambah sakralitas kegiatan wisuda kemarin. Belum lagi lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Padus (Paduan Suara) STKS Bandung membuat suasana menyenangkan. Dan 10 lulusan terbaik itupun diberikan kesempatan untuk memberikan bunga kepada orang tua yang hadir di Aula Lantai III ketika Padus menyanyikan lagu Ayah dan Bunda. Alhasil, tak sedikit dari wisudawan (khususnya wisudawati) meneteskan air mata karena saking terharunya.

Tepat pada pukul 12.00wib, prosesi wisuda yang cukup panjang berakhir sudah. Para wisudawan dan wisudawati pun berhamburan ke bawah untuk melepaskan rasa senangnya kepada keluarga yang saat itu hadir di STKS Bandung. Kemudian, momen yang dianggap paling penting adalah foto bersama dengan memakai baju toga, baju kebesaran dalam prosesi wisuda, tentu tak terkecuali diriku juga. Teman-teman pun saling mencari dan mengejar, adik-adik kelas tak mau ketinggalan peristiwa ini, di mana para kakak kelasnya yang banyak meninggalkan kesan untuk mereka harus meninggalkan kampus perjuangan ini, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. Maka, aku pun tak luput dari momen foto bersama itu, meski tak banyak, namun ada beberapa adik kelas dan teman sejawat (satu angkatan) yang foto bersama.

Cukup ribet memang waktu itu, dan tak sempat punya waktu lama karena selain Pa’e yang cukup mengajak secepatnya bisa balik ke Bancar, aku juga harus mengorganisasikan teman-teman Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang telah dijadwalkan bisa bertemu Pak Sapto Waluyo dan Pak Musholli selaku Staf Khusus Tenaga Ahli Menteri Sosial RI di Hotel Sheraton, Bandung (letaknya hanya 200 meter dari Kampus STKS Bandung).

*Kembang Janggut, 26 Muharram 1435 H/01 Desember 2013

**Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Senin, 23 Desember 2013 pukul 08.00 wita.

NB: Artikel ini adalah edisi series dari The Story of Muhammad Joe Sekigawa. Diterbitkan secara berkala pada setiap hari Senin dan Kamis, sejak tanggal 29 Juli 2013. Jika tak ada halang merintang, akan disusun menjadi sebuah buku bagi koleksi pribadi ^_^

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: