Pemakmur Masjid Al Muhajirin Camp Rig*

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Pemakmur Masjid Al Muhajirin Camp Rig*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Waktu berjalan dengan begitu cepatnya. Rasanya baru hari kemarin saya berada di sini, bersama-sama untuk terus istiqomah di jalan-Nya, meski kemalasan dan kegalauan senantiasa menyelimuti hati setiap waktu. Inilah kami, beberapa orang baik diantara orang-orang baik lainnya, orang-orang muslim diantara orang muslim lainnya, orang-orang berstatus karyawan diantara karyawan lainnya..

Tapi ada yang beda, karena kami senantiasa saling menyemangati dan saling mengingatkan, bahwa masjid adalah pusat peradaban, oleh karenanya, ia harus tetap hidup, diisi untuk sholat  berjama’ah, sehingga tetap tegak kumandang adzan mendayu-dayu memanggil para kaum muslimin untuk berbahagia di dalamnya, menuju kemenangan hakiki..

Karyawan kami sekarang mencapai lebih dari 120 orang, sedangkan waktu awal kedatangan saya di bulan Mei 2013 lalu masih sekitar 90 orang saja. Pembangunan mes karyawan di lokasi terus dibangun dan beberapa diantaranya telah selesai dan siap dihuni. Awalnya dulu ada Pak Jahar, orang Desa Tuana Tuha (suku Kutai) yang suaranya begitu merdu, saya sendiri selalu merindukan suara adzan beliau. Hanya sekitar dua bulan kami bersama-sama meramaikan masjid Al Muhajirin ini, karena beliau harus pindah ke lokasi dekat areal kerja, yang jaraknya 50 kilometer dari mes utama dan kantor distrik PT. Silva Rimba Lestari..

Oh iya, bagi pembaca yang belum pernah membaca tulisan saya tentang Masjid Al Muhajirin, mungkin bisa searching di menu search blog ini dengan memasukkan kata kunci “Al Muhajirin”. Masjid ini bukan seperti masjid kebanyakan, kondisinya cukup mengerikan sebagai sebuah masjid besar. Kotor, tidak terawat, dan nyamuknya banyak. Kami yang biasa menggunakannya untuk tempat ibadah sehari-hari, hanya bisa membersihkan di bagian-bagian tertentu saja, dan kondisi masjid Al Muhajirin tetap menyeramkan (bagi mereka yang jarang pergi ke masjid ini, pasti merasa seram)..

Karyawan yang masih tinggal di Camp Rig (mes utama dan kantor) ini masih sekitar 70 orang, muslimnya sekitar 80%. Namun, pemakmur masjid Al Muhajirin sangat sedikit, bisa dihitung dengan jari. Kalau sholat Shubuh, bahkan kami sering hanya berdua, bahkan sendiri saja. Tapi sholat Maghrib dan Isya’, alhamdulillah masih dapat lima sampai tujuh orang. Ya, memang begitulah kenyatannya, masjid Al Muhajirin hanya dimakmurkan oleh kurang dari 10 orang, dari 70 orang umat muslim yang ada..

Meski demikian, kami tak pernah patah semangat. Bahkan, kami saling menanyakan dan mencari ketika ada salah satu dari kami yang biasa sholat berjama’ah, ada yang menjadi jarang terlihat. Hal tersebut adalah salah satu bentuk kepedulian kami karena saling mengasihi, menyayangi dan mencintai karena Allah semata..

Aktivitas dakwah di sini, memang sangat berbeda dengan suasana dakwah kampus, atau di kota besar. Ya, sebelumnya saya terbiasa hidup di lingkungan dakwah kampus, dan juga kota besar, Bandung dan Jakarta menjadi tempat menjalani kehidupan keseharian selama enam (6) tahun terakhir. Dan di sini, kondisi “nyaman” dan banyak tempat menimba ilmu tersebut sama sekali tak ada. Karena yang ada adalah uji kualitas, apakah masih bisa menjaga sholat berjamaah, dan amalan-amalan sunnah yang bisa terlaksana, atau malah jatuh futur, hingga semakin jauh dari zona cahaya..

Tapi, terlepas dari itu semua, sebenarnya ada celah kesempatan emas untuk mengembangkan kekokohan iman di dalam diri. Waktu luang yang bisa dibilang cukup banyak, sebenarnya bisa dipergunakan untuk melanjutkan menambah hafalan, bisa juga untuk memperbanyak tilawah Al Qur’an, menjadwalkan sholat malam dan sholat Dhuha, serta bermacam-macam aktivitas peningkatan iman lainnya. Namun, jika itu masih belum bisa terlaksana, tak perlu merana, karena saya dan Mas Cunda Bari Dian Abdu siap membagi (membaca) hadist Riyadhus Shalihin yang dirangkum oleh Dr. Aidh Al Qarni menjadi sebuah bacaan yang enak dinikmati, dengan tema-tema yang bisa disesuaikan dengan pilihan anggota majelis..

Inilah kami, dua sampai lima orang yang mengisi jama’ah sholat Maghrib di Masjid Al Muhajirin, membuka majelis pembacaan hadist setiap usai sholat Maghrib. Tak perlu menghabiskan waktu terlalu lama, maksimal 15 menit saja. Kemudian kami lanjutkan makan malam di kantin, lalu sholat Isya’ berjama’ah kembali. Rutinitas ini kami laksanakan setiap hari tanpa jeda, meski hanya ada dua orang, majelis pembacaan hadist akan tetap berjalan. Karena prinsip kami adalah, sedikit-sedikit asal istiqomah, insya Allah lebih berkah daripada terlalu banyak tapi “angin-anginan” (ke masjid kalau lagi semangat saja, dan menghilang ketika ujian kemalasan melanda)..

Ya, di sinilah aktivitas dakwahku yang mungkin tidak seideal dengan kehidupan waktu kuliah dan berada di kota besar. Tapi yakinlah, jika Engkau mengalaminya sendiri, “begini” saja ini sudah berat dan semoga kami diberikan keistiqomahan dalam menjalankannya. Aammiinn..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Alumni Bandung College of Social Welfare, Department of Social Rehabilitation ‘08

Selesai ditulis pada hari Ahad malam, 21 Muharram 1435 H/24 November 2013 pukul 21.09wita @Mes Enggang PT. Silva Rimba Lestari District Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Ahad, 22 Desember 2013 pukul 08.00wita.

??????????????????????????????? == ???????????????????????????????

??????????????????????????????? ==???????????????????????????????

???????????????????????????????

Comments
3 Responses to “Pemakmur Masjid Al Muhajirin Camp Rig*”

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: