Bukan Ustad*

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Bukan Ustad*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Saya pertama kali menulis pada saat menginjak usia SMK. Waktu itu sekedar menulis curhatan pribadi, dan kucorat-coretkan di buku folio besar (F4). Kebanyakan berisi kisah-kisah kehidupan pribadi yang tidak jelas he he..

Kesenangan menulis terus berlanjut hingga lulus sekolah menengah, tapi itu pun tulisannya hanya bertema tentang keseharian tanpa bisa menulis tulisan yang berhikmah untuk dibagikan kepada khalayak. Kebiasaan ini meningkat ketika saya pertama kali mengenal blog via handphone SE W830i, dan berlanjut editing blog via komputer warnet. .

Kebiasaan menulis di blog terus berlanjut sampai masa-masa menjalani kuliah. Di sinilah kemampuan menulis saya terasah dari waktu ke waktu. Untuk sampai pada tahap “mencintai” aktivitas kepenulisan bukanlah proses yang terjadi begitu saja, namun karena telah dibiasakan selama beberapa tahun lamanya..

Menulis dengan tema berhikmah baru saya mulai pada tahun 2011. Tulisan masih tidak terarah dan hanya ketika mood datang saja. Tulisan bertema inspirasi dan hikmah mulai saya hasilkan untuk keperluan update blog KAMMI STKS Bandung. Kala itu, menulis one day one article adalah sesuatu yang masih “tidak mungkin”, tapi ajaibnya, seiring berjalannya waktu, saya pun mampu melewati masa-masa paling produktif dengan menulis lebih dari satu artikel per hari..

Produktifitas menulis saya ini disebabkan karena adanya waktu kosong yang merasa sayang untuk dilewatkan tanpa manfaat. Bagi karyawan perusahaan swasta seperti saya ini, waktu kerjanya cukup teratur. Aktivitas mulai jam tujuh pagi, sampai pukul lima sore. Dan karena berada di mes karyawan di tengah hutan, maka tak ada aktivitas lain yang bisa dikerjakan selain mengutak-atik laptop. Oleh karenanya, saya memanfaatkan berbagai waktu luang yang saya miliki untuk produktif menghasilkan tulisan berhikmah..

Mei 2013 saya mulai berada di sini (mes Enggang), dan mulai Juni 2013, berusaha untuk menulis satu artikel setiap harinya, itupun mulai sejak tanggal 20 Juni. Dan sampai akhir bulan Juni, saya bisa menghasilkan 10 buah artikel berhikmah. Bulan Juli 2013 saya hanya mampu menulis lima buah artikel saja, karena waktu ini memang tengah liburan pasca Idul Fitri 1434 Hijriah. Bulan Agustus saya mampu menulis sebanyak 14 artikel. Bulan September ada 16 artikel, dan bulan Oktober juga sebanyak 16 artikel. Sampai dengan tulisan ini dibuat, untuk bulan November, saya telah menghasilkan 16 artikel plus satu buah tulisan ini. Ya, kalau dibilang one day one article memang belum sampai ya, tapi kalau dilihat waktu penulisan artikelnya, saya pernah membuat tiga artikel dalam sehari..

Nah, itu sekelumit cerita mengenai aktivitas kepenulisan saya. Problem berikutnya adalah ketika banyak para pembaca, dengan lumayan banyaknya tulisan-tulisan Islami yang saya hasilkan, kemudian menganggap saya sebagai ustad. Wah, padahal pada kenyataannya tidak demikian adanya. Saya hanyalah pemuda biasa yang mencoba belajar banyak hal, sebagai seorang pelajar, tentunya masih banyak kekurangan di sana-sini dan mencoba memperbaikinya melalui penulisan artikel-artikel berhikmah. Menurut saya, menulis tulisan berhikmah adalah “cara lain” untuk menasehati diri sendiri. Ya, pada intinya, saya menulis untuk mengingatkan diri sendiri, dan bersyukur jika ada pembaca yang juga mampu mereguk hikmah dari tulisan sederhana saya tersebut..

Pernyataan yang senada dengan apa yang saya ungkapkan di atas adalah artikel di undergroundtauhid tentang wawancara dengan Thufail Al Ghifari. Dengan banyaknya lagu-lagu jihad, Zionis, dan berbagai konspirasi Barat, banyak orang menganggap beliau sebagai Ustad, padahal menurut beliau, pada kenyataannya masih perlu banyak belajar dan terus belajar. Hanya saja yang Thufail yakini adalah, ketika mendapatkan ilmu baru, segera ia gubah untuk menjadi lirik sebuah lagu. Dan begitupun dengan diri saya, ketika mendapatkan ilmu baru, berusaha menyebarkannya melalui coretan pena..

Gaya penulisan saya bukanlah gaya “seni”, namun lebih kepada “news” dan “opini”. Saya senang menulis bahasa lugas dan bahasa percakapan sehari-hari, dan sangat lemah untuk menulis bahasa “sastra” dan “imajinasi”. Setiap orang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan dengan kecenderungan suka menulis ini, akan saya manfaatkan sebesar-besarnya untuk menyampaikan risalah dakwah. Dengan gaya bahasa yang sederhana dan faktual, semoga pesannya dapat sampai kepada pembaca, dan mampu merubah pola pikir serta sudut pandang, yang sesuai dengan Al Qur’an dan juga As Sunnah..

Di dalam hati telah terpatri, azzam pribadi, bahwa akan terus menulis, sampai ajal menjemput. Selain amal-amal nyata bersama jama’ah, menulis menjadi salah satu pilar kekuatan yang bisa dikontribusikan untuk kemaslahatan ummat. Dan sekali lagi, saya bukanlah Ustad, tidak pantas untuk dipanggil ustad, cukup panggil nama saja ^^

JoeSalam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Ahad, 20 Muharram 1435 H/24 November 2013 pukul 12.04 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Sabtu, 21 Desember 2013 pukul 08.00wita

Comments
3 Responses to “Bukan Ustad*”
  1. jika aku punya alptop, aku insya alloh mau one day one story.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: