Kontribusi KAMMI untuk Kutai Kartanegara*

kesah KAMMI

Kontribusi KAMMI untuk Kutai Kartanegara*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Masyarakat kita hari ini telah banyak terdidik. Dikatakan terdidik jika dilihat dari sudut pandang peningkatan jumlah mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi di setiap tahunnya. Tak terkecuali dengan masyarakat di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara..

Banyaknya kaum terdidik yang ada berarti seiring dengan kenaikan mutu sumber daya manusia di Kutai Kartanegara, dan seharusnya dapat menjadi modal untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Logika ini dipakai dengan asumsi bahwa mereka yang well educated tersebut juga peka terhadap realitas sosial yang ada di sekitarnya sehingga mampu untuk melakukan perubahan, yang dimulai dari dirinya sendiri..

Namun tidak demikian adanya. Karena ternyata kebanyakan mahasiswa yang ada tersebut lebih bersikap individualis, apatis, dan hanya mementingkan prestasi akademis ketimbang memperhatikan dan peduli terhadap masalah-masalah kekinian di sekitarnya. Hal ini dapat dilihat dari minimnya tingkat partisipasi mahasiswa pada organisasi-organisasi ekstra kampus seperti HMI, PMII dan juga KAMMI. Meski demikian kita tidak perlu berkecil hati, karena untuk Kutai Kartanegara, Harapan Itu Masih Ada..

Cacatan singkat ini, hanyalah sebuah tulisan tak berbobot yang berusaha menggugah kesadaran para aktivis muda, khususnya kader Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), yang mengaku pendidikan tak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan ijazah. Melainkan sebagai tempat untuk beraktualisasi, serta menancapkan nilai-nilai idealis, kritis, analitis serta solutif demi kepentingan masyarakat umum (rakyat)..

Pertama-tama, kita harus menyadari terlebih dahulu mengenai potensi tinggi dari Kabupaten Kutai Kartanegara. Semua orang tahu, bahwa kota ini adalah Kota Raja yang anggaran pendapatan dan belanjanya paling tinggi dibandingkan dengan seluruh Kabupaten lain di Indonesia. Ya, inilah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan APBD lebih dari sembilan trilyun. Betul, lebih dari sembilan trilyun, dan itu merupakan angka yang bombastis untuk ukuran sebuah Kabupaten..

Pendapatan yang teramat tinggi tersebut didapatkan karena kabupaten ini menyimpan banyak sumber daya alam berupa tambang, selain kekayaan hutan yang begitu luas dan melimpah. Kader KAMMI harus menyadari bahwa kekayaan besar yang dihasilkan dari banyaknya perusahaan tambang, hutan dan kebun sawit yang jumlahnya puluhan di Kabupaten Kutai Kartanegara itu, bakal menimbulkan berbagai macam persoalan..

Maka, langkah berikutnya, sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki paradigma gerakan sosial independen dan ekstra parlementer, KAMMI selayaknya mampu untuk menganalisis isu strategis terkait dampak lingkungan, pelestarian hutan, kesejahteraan masyarakat lokal, hingga partisipasi politik yang berwawasan kebangsaan..

Kutai Kartanegara ini merupakan kabupaten yang kaya raya, uang sembilan trilyun itu bukan jumlah yang sedikit. Namun, bagaimana pemerintah daerah mengelola pembangunan infrastrukturnya? Bagaimana peningkatan kesejahteraan masyarakatnya? Bagaimana kualitas sumber daya manusianya? Dan rentetan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting sebagai pemantik nalar kekritisan KAMMI terhadap pemerintah dan berusaha mencarikan solusi jalan keluarnya..

Hal yang patut disadari oleh kader KAMMI Kutai Kartanegara adalah, bahwa semuanya belum terlambat. Mandegnya kekritisan gerakan mahasiswa saat ini tidak boleh menjangkiti aktivis KAMMI, karena apapun yang terjadi, KAMMI tetap melayani. Dan hal ini patutnya diwujudkan dengan pelaksanaan berbagai program kerja yang berbasis pada urgenitas kebutuhan, mengingat minimnya kader yang ada. KAMMI Kutai Kartanegara adalah creative minority, yang siap untuk memberikan kontribusi nyata, bervisi besar untuk masa depan, dan berkelanjutan..

Tidak ada kata terlambat untuk memulai perjalanan, meneruskan perjuangan, serta memberikan warna-warni bagi kemajuan pembangunan manusia di Kutai Kartanegara. Dua hal yang menjadi modal kuat KAMMI dalam kancah perpolitikan pemerintah daerah Kutai Kartanegara adalah sebagai gerakan dakwah tauhid dan intelektual profetik. Perubahan tanpa mengikutsertakan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah sebuah kebohongan besar, dan kepintaran tanpa diiringi dengan semangat kenabian (tabligh, fathanah, siddiq, dan amanah), juga akan kalah oleh realitas kebobrokan moralitas..

Selamat merenung, selamat berpikir, selamat merancang grand design dakwah yang tak mentok pada perbaikan individu, tapi telah berpikir jauh ke depan, memandang perubahan yang lebih besar, yakni kesejahteraan masyarakat secara umum. Kutai Kartanegara sedang menunggu peranan kalian! Bangkitlah, dan ambil senjata untuk segera turun ke medan perjuangan. Ingat, modal utama kita, IMAN, ILMU, dan UKHUWAH..

Joe on Aksi Gabungan KAMMI FSLDK BEM pd 3-8-2012

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kota Tenggarong-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Sabtu malam, 13 Muharram 1435 H/16 November 2013 pukul 22.22 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Selasa, 06 Shafar 1435 H/10 Desember 2013 pukul 08.00wita

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: