Memilih Ta’aruf daripada Pacaran*

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Memilih Ta’aruf daripada Pacaran*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Bismillah Arabic

Masyarakat Indonesia yang mayoritas merupakan pemeluk agama Islam, ternyata pemahaman terhadap  aturan Islam itu sendiri masih terbilang minim, bahkan kurang..

Sebut saja jilbab/hijab/kerudung yang dianggap sebagai bukan suatu kewajiban  untuk menutup aurat bagi seorang muslimah. Apalagi pendapat ini juga diamini oleh salah satu ulama besar negeri ini, bahkan telah menghasilkan kitab Tafsir Al Qur’an, berjudul “Tafsir Al Misbah” itu, sehingga seringkali dijadikan hujjah bagi kaum muslim yang awam. Ditambah pula dengan begitu gencarnya para agen Barat yang menyamaratakan semua agama, katanya, “Semua Agama adalah Benar dan akan mencapai pada Tuhannya. Tuhan semua agama itu sama, hanya beda penyebutan saja”. Dan tentu saja, berjubel deretan penyimpangan pemahaman lainnya mengenai kelurusan agama mulia ini..

Pada kesempatan kali ini, kita akan lebih fokus untuk membahas permasalahan remaja dan persiapan pemuda untuk sampai di gerbang “Mitsaqan gholidho/perjanjian yang erat atau teguh”, yakni pernikahan..

Ketertarikan antar lawan jenis itu adalah suatu hal yang wajar, lumrah, namun menjadi salah dan bahkan mengundang amarah ketika terlaksana pada waktu dan cara yang tidak tepat..

Sejak masa SMP, biasanya antara laki-laki dan perempuan ini terlihat saling suka, saling merasa tertarik, dan kemudian mulai merajut asmara. Mulai dari saling sapa, sms dan telponan, kemudian “jadian” dan berstatus “pacaran”. Bahkan, ada muda-mudi yang merasa gelisah, hingga merasa dirinya “tidak laku” kalau tidak pacaran. Astaghfirullah..

Dan seperti yang kita lihat pada banyak kasus di lapangan. Pacaran yang katanya atas dasar cinta suci dan murni itu, berakhir dengan hilangnya keperawanan pada pihak wanita,dan bahkan mengakibatkan kehamilan di luar nikah. Maka, telah jelasnya, sebenarnya yang digaungkan sebagai cinta suci tersebut, bukanlah cinta, melainkan nafsu hewani yang tidak taat pada norma kesusilaan..

Menyalahkan orang per orang, bukanlah pilihan bijak, karena kasus per kasusnya berbeda meski memang hampir sama. Kemudian, penekanannya adalah karena perilaku pacaran ini sudah menjadi suatu persoalan bersistem. Bersistem karena banyak kalangan yang membenarkan, mulai dari orang tua, guru di sekolah, bahkan guru ngaji sekalipun. Luar biasa memang keblingernya ya masyarakat seperti ini..

Karena menyukai, menyayangi, merasa nyaman dan tenteram terhadap lawan jenis adalah suatu hal yang fitrah, tentu saja perasaan tersebut tidak salah. Namun, Islam sebagai agama yang syumul, telah mengaturnya. Yakni, jalan satu-satunya untuk memenuhi hasrat tersebut adalah dengan jalan pernikahan. Ya, tidak ada cara lain, selain PERNIKAHAN..

Menikah? Gimana ya, kan harusnya bisa mengenal terlebih dahulu, sebelum benar-benar melangsungkan akad nikah yang bisa jadi hanya sekali dilaksanakan seumur hidup”. Begitulah kira-kira hal yang terlontar dari mereka yang masih ragu-ragu. Baiklah, karena Islam itu mudah, karenanya untuk hal-hal seperti kekhawatiran ini, juga ada solusinya. Mau tahu? Mau mau mau? ^^

Ta’aruf. Inilah jawabannya. Ta’aruf yang dapat kita artikan dengan “mengenal/berkenalan” adalah aktivitas yang sangat berbeda dengan “pacaran”. Ta’aruf diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar telah merasa siap untuk menikah, dan sama sekali tidak pernah melakukan aktivitas “pacaran” seperti remaja dan pemuda kebanyakan..

Ta’aruf ini merupakan aktivitas untuk menggali data secara lebih dalam (terkait latar belakang keluarga, pendidikan, pekerjaan, dan visi misi ke depan), bukan pada hal-hal sensitif seperti aib masa lalu dan juga terlalu fokus pada kekurangan-kekurangan dengan mengenyampingkan kelebihan-kelebihan, meski itu sedikit..

Ta’aruf begitu “aman” dilakukan karena ia terbebas dari perilaku khalwat (berdua-duaan) dengan yang bukan mahram, juga ekspresi perasaan yang berlebihan kepada lawan jenis yang belum halal bagi dirinya..

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia” (HR. Muttafaq Alaihi)..

Manusia penghuni dunia ini sudah banyak yang rusak cara berpikirnya, mengaku beragama, namun begitu getol dalam menolak aturan-aturan yang telah digariskan oleh agama. Maka, mencari pasangan hidup melalui media Ta’aruf adalah salah satu cara untuk mendapatkan bibit unggul..

Tak perlu lagi diragukan adanya. Orang-orang yang menikah, dan diawali dengan Ta’aruf ini adalah orang-orang yang mampu menjaga sholat fardhunya, rutin tilawah dan sholat lail-nya, serta terus menerus belajar, menambah ilmu ke-Islam-annya guna menyongsong kehidupan mulia nan penuh berkah..

Ya, inilah Ta’aruf. Perkara yang sama sekali berbeda dengan pacaran. Aku Mencintaimu Karena Allah, oleh sebab itu Aku menuliskan catatan singkat ini. Semoga bermanfaat dan menjadi pemberat amal ibadah kita semua..

Yuukk Ta’aruf.. Bagi yang telah siap menikah.. ^_^

??????????Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Sabtu, 21 Zulhijjah 1434 H/26 Oktober 2013 pukul 19.15 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Jum’at, 11 Muharram 1435 H/14 November 2013 pukul 08.00wita

Comments
8 Responses to “Memilih Ta’aruf daripada Pacaran*”
  1. aku pernah ta’aruf. kupikir bakalan nikah beneran. kadung deg-degan sampai gak bisa tidur, ternyata cuma latihan ta’aruf. masih jauh dah. harus soleh dulu.

  2. lovelyristin says:

    Subhanallah.. Semoga byk yg baca tulisan ini, semakin byk yg mengerti ta’aruf daripada pacaran, mengingat skrg pergaulan bebas semakin merajalela😦

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Bukannya sok alim lho Via bocahbancar.wordpress.com […]



Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: