Sakura Serindu Hajar Aswad*

Sumber ilustrasi gambar dari sini
Sumber ilustrasi gambar dari sini

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Sakura Serindu Hajar Aswad*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Bismillah Arabic

Impian itu waktu demi waktu terajut, meski memang sampai hari ini belum terwujud..

Ada yang mengkhawatirkan bahwa diriku akan melepas mimpi itu, sekali lagi kutekankan bahwa tidak pernah sedetik pun aku melepaskan impian besar itu..

Kalau pun terlihat menjadi semakin jauh saja, ibarat panggang yang sangat jauh dari apinya, bagiku hanyalah sebuah perspektif atau cara pandang orang lain terhadap keadaan kekinian diriku..

Mereka “khawatir”, lebih tepatnya mungkin “peduli”, dan takut diriku akan berputus asa terhadap impian yang tak segera tercapai, padahal satu tahun telah lewat semenjak pertama kali menyandang gelar sarjana..

Hm.. Mungkin ada yang terlupa. Bahwa Islam mengajarkan konsep sabar dan syukur yang selalu berangkaian adanya..

Memiliki impian besar dan berhasrat tinggi untuk mewujudkannya, bukan berarti kita tidak pandai bersyukur dan selalu saja merasa kurang. Pada sisi sebaliknya, sabar adalah menjadi salah satu kunci penting atas ketercapaian keinginan dan doa yang selalu, setiap hari dan setiap waktu kita panjatkan kepada-Nya..

Bunga Sakura, Gunung Fuji, Para Samurai Berasal, Negeri Matahari Terbit, adalah beberapa sebutan masyhur terhadap negeri impian. Ya,  JEPANG adalah negara impianku untuk meneruskan pendidikan pascasarjana (S2) bidang Social Work/Welfare atau Disaster Management..

Sampai pada saat tulisan ini diketikkan, memang masih banyak kelemahan diri yang terasakan. Bahasa Inggris yang pas-pasan, juga Bahasa Jepang (Nihongo) yang masih berada di level sangat dasar (sebatas pengenalan huruf Hiragana dan Katakana)..

Namun di sisi lain, aku membangun impian itu di sudut yang agak berbeda. Jejaring adalah hal penting yang terus kukuatkan, sembari pelan-pelan juga harus memenuhi kualifikasi di bagian penguasaan Bahasa..

Kesabaran ini, kunikmati adanya. Bahkan, kumaknai sebagai proses yang banyak menyimpan hikmah. Diantaranya adalah ketika semakin sering intensitas kedekatan dengan-Nya, tak hanya Sakura yang dirindu kehadirannya, tapi pusat ibadah umat Muslim Sedunia juga menjadi target yang tak kalah rival dengan S2 di Jepang..

Lagi-lagi memang hendak kukemukakan, bahwa tidak ada yang saling bertabrakan diantara berbagai macam rencana dan keinginan tersebut. Aku yakin seratus persen bahwa semuanya bisa terwujud secara beriringan, meski tidak bersamaan, dan tentu saja, tidak akan bertabrakan, apalagi saling menegasikan, ketika satunya tercapai, yang lainnya akan tidak bisa tercapai, bukan seperti itu cara berpikirnya. Namun, Impian S2 di Jepang, Umrah di Makkah al Mukaromah, Menikah, dan Berwirausaha akan kudesain agar bisa berjalan secara beriringan, insya Allah..

Demikianlah, Rindu Sakura memang Serindu Hajar Aswad. Dan sabar, syukur, ikhtiar serta tawakkal tak pernah terhenti sampai Allah memberikan jawaban-jawaban atas doa yang terlantunkan..

“ . . . Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (Q.S Ali Imran: 159)

??????????Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Rabu dini hari, 18 Zulhijjah 1434 H/23 Oktober 2013 pukul 02.06 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Rabu, 09 Muharram 1435 H/13 November 2013 pukul 08.00wita

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: