Story 025 Team 5 & The Book of Dreams

Sesi potong tumpeng oleh Ibunda Meiti yang menandai dibukanya Lanching The Book of Dreams 2013

Team 5 & The Book of Dreams

Perkenalan dengan para alumni STKS Bandung dimulai ketika aku menjeburkan diri untuk membantu Kepengurusan IPSPI (Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia) yang waktu itu tengah mengalami masa transisi –perubahan ke arah yang lebih baik- di awal tahun 2009. Kala itu aku masih duduk di semester II menimba ilmu di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung.

Tersebutlah nama Pak Puji Pujiono, tokoh sentral yang memiliki pengaruh besar bagi para alumni STKS Bandung dan Peksos di Indonesia pada umumnya, namun karena jam terbang beliau yang tak lagi di Indonesia –kala itu Pak Puji berkantor di UNDP Swiss-, maka beliau lebih banyak menyumbangkan pemikiran brilian, dan meskipun demikian, pada kesempatan-kesempatan lawatan ke Indonesia, beliau pun menemui tokoh-tokoh pembangun Profesi Pekerja Sosial di Indonesia.

Foto bersama Dr. Mardjuki saat wawancara di rumah beliau

Foto bersama Dr. Mardjuki saat wawancara di rumah beliau

Ya, tidak bisa dipungkiri adanya, bahwa Pak Puji adalah salah tokoh yang inspirator yang melatari terbitnya The Book of Dreams. Melihat prestasi beliau yang cukup luar biasa, aku mencoba mengenali para alumni STKS Bandung yang lainnya. Dan ternyata itu tidaklah sedikit jumlahnya. Bukan pada pencapaian prestasi kerja saat ini yang menjadi sorotan utama, melainkan semangat beliau itu semua untuk dapat menjejakkan kakinya hingga mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri. Ya, tidak salah, LUAR NEGERI!! ^_^

Saat itu, aku sedang menjalani masa praktikum III di Desa Gandasoli Kabupaten Subang. Sembari melaksanakan kegiatan praktikum, aku pun merampungkan konsep kasar atas penyusunan cerita-cerita para alumni yang mendapatkan beasiswa keluar negeri tersebut. Kemudian yang terpikir adalah, bakal karya ini tidak akan mampu kuselesaikan sendiri, dan aku butuh tim. Maka, hadirlah mereka, para orang-orang luar biasa yang sepak terjangnya sudah tidak asing lagi di kancah kehidupan kampus STKS Bandung. Empat yang memang telah kubidik untuk bergabung menjadi tim, dan empat-empatnya menunjukkan antusias yang luar biasa serta siap bekerja di dalam tim.

Maka, semenjak saat itu, masih terekam jelas dalam ingatan, 01 Ramadhan 1432 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 01 Agustus 2011, kami mulai bekerja dengan penuh semangat dan cita. Dimulai dari pematangan konsep, kontak narasumber, proyeksi penerbitan, dan lain sebagainya. Dan inilah karya itu, yang telah dimulai sejak lebih dari setahun silam.

Kegiatan selanjutnya adalah berkonsultasi dengan beberapa pejabat penting di STKS Bandung juga IKA STKS Bandung yang pengurusnya memang kebanyakan dari pejabat dan dosen lingkup STKS Bandung itu sendiri. Dari perbincangan dengan beberapa dosen dan pejabat kampus, kami pun mendapatkan beberapa daftar nama peraih beasiswa S-2 dan S-3 di luar negeri.

Hal yang menjadi tantangan berikutnya adalah bagaimana bisa mengontak dan meminta waktu untuk wawancara kepada para tokoh-tokoh hebat dan sukses luar biasa tersebut, sedangkan, siapalah kami ini, hanya beberapa mahasiswa yang memiliki mimpi besar untuk mengumpulkan narasi penuh inspirasi dari para kakak tingkatnya.

Memang benar pepatah Arab itu berkata, “man jadda wajada” alias siapa yang bersungguh-sungguh, akan menemui keberhasilan. Mantra ini cukup berhasil untuk menjadi penyemangat diri. Gayung pun bersambut, para narasumber bidikan kami begitu welcome dan antusias ketika mendengarkan penjelasan project mini kami berlima, dan menyambut baik akan ide tersebut.

Tapi kami juga tidak menutup mata, bahwa terjadi beberapa kendala internal maupun internal yang pada akhirnya berdampak pada terhambatnya waktu penyelesaian project ini.

Pengalaman paling menarik adalah ketika mewawancarai beberapa narasumber di luar lingkup kampus STKS Bandung. Kami membuat appointment, kemudian mendatangi ke rumah-rumah beliau. Pak Fadhil Nurdin, Ph.D., Pak Dr. Madjuki, dan Pak Widodo Suhartoyo, M.Sc. adalah beberapa narasumber yang kami datangi ke rumahnya. Bahkan, aku juga sampai mendatangi ke rumah Pak Rachmat Sutarnas Marpaung, M.Sc. yang berada di Bogor-Jawa Barat.

Sesi potong tumpeng oleh Ibunda Meiti yang menandai dibukanya Lanching The Book of Dreams 2013

Sesi potong tumpeng oleh Ibunda Meiti yang menandai dibukanya Lanching The Book of Dreams 2013

Ada juga beberapa narasumber yang kami datangi di hotel tempat beliau berkegiatan di sela-sela kesibukan pekerjaan yang tengah mereka kerjakan. Pak Farid Wajdi, MSW. kami temui di hotel tengah kota Bandung, juga Mas Arif Rohman, MAWG yang merupakan staf di Kementerian Sosial RI. Dan yang paling spesial adalah terkait wawancara dengan tokoh inspirasiku, Pak Puji Pujiono, Ph.D. yang saat itu bekerja dan berkantor di UNDP Swiss, ada kesempatan untuk memberikan materi kepada para staf UNDP se Indonesia di hotel daerah Lembang-Bandung.

Ada lagi beberapa diantaranya, karena jarak yang cukup jauh, kami hanya bisa wawancara via email. Mereka diantaranya adalah Prof. Syarif Muhidin, M.Sc. yang tinggal dan mengajar di Malaysia, Pak Juda Damanik, MSW. yang ada di Jakarta, dan Mba Aida Nuraida, MSW. yang ada di Aceh. Meski tak dapat bertatap muka secara langsung, namun narasi yang teralirkan tak kalah inspiratif nya dengan narasi dari para narasumber kami yang lain.

Mewujudkan keinginan menjadi kenyataan itu bukan perkara mudah, kawan. Optimisme pengerjaan project The Book of Dreams adalah sampai dengan akhir tahun 2011, dan di awal tahun 2012, kami merencanakan untuk me-launching karya perdana yang belum pernah ada sebelumnya tersebut. Namun pada kenyataannya, launching buku baru bisa kami laksanakan pada bulan Februari 2013. Ya, molor satu tahun dari perencanaan awal.

Team 5 bersama dua orang narasumber saat Seminar International Social Work

Team 5 bersama dua orang narasumber saat Seminar International Social Work

Molornya jadwal tersebut adalah dikarenakan kecocokan waktu untuk wawancara dengan beberapa narasumber dengan jam terbang yang teramat tinggi menjadikan kami kesusahan untuk mendapatkan data secara cepat. Selain itu, kesibukan masing-masing dari anggota tim juga menjadi kendala tersendiri yang menjadi dinamika dalam pengerjaan project kami yang perdana tersebut.

Dan pada akhirnya. Semua berakhir bahagia. Project dapat kami selesaikan, dan karya ini adalah khusus dipersembahkan kepada para mahasiswa dan alumni STKS Bandung, juga bagi mereka yang merasa memiliki pengalaman emosional terhadap kampus biru 367 Dago Bandung, buku ini sangat layak untuk dibaca.

*Kota Tenggarong, 09 Oktober 2013

**Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Senin, 21 Oktober 2013 pukul 08.00 wita.

NB: Artikel ini adalah edisi series dari The Story of Muhammad Joe Sekigawa. Diterbitkan secara berkala pada setiap hari Senin dan Kamis, sejak tanggal 29 Juli 2013. Jika tak ada halang merintang, akan disusun menjadi sebuah buku bagi koleksi pribadi ^_^

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: