Story 023 Bergabung Bersama KerLiP

Foto Bareng Peserta Workshop

Bergabung Bersama KerLiP

Hasil searching di internet, kutemukan milis Bencana di google group dan kebetulan aku telah join di group tersebut. Selain isu pekerjaan sosial dengan anak, aku juga memang menggemari materi isu pekerjaan sosial dengan bencana dan pengungsi.

Benar saja. Ternyata tidak sia-sia keanggotaanku di milis Bencana ini. Banyak sekali informasi baru yang bermanfaat untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk disebarluaskan.

Kala itu, di triwulan pertama tahun 2011, kudapatkan informasi kampanye sekolah aman (dari bencana), dan dipublikasikan oleh Yayasan Rumah Peduli Pendidikan (KerLiP). Selain aku memang tertarik pada isu yang dipublikasikan, hal lain yang menarik minatku adalah lokasi sekretariat lembaga tersebut yang tidak jauh dari kampus Dago 367.

Foto Bareng Peserta Workshop

Menghadiri Regional Workshop “Tsunami Preparedness” yang digelar oleh UNESCO dan LIPI. Hadir kurang lebih 15 negara.

Ya, waktu itu kudapatkan alamat KerLiP ada di Kanayakan, Dago. Letaknya di samping kampus POLMAN Swiss, sungguh itu adalah lokasi yang sangat dekat. Dan juga terdapat kontak person yang dapat dihubungi. Kontak person tersebut adalah Yanti Sriyulianti (Chairwoman KerLiP).

 Tanpa rasa ragu, aku langsung mengambil handphone dan segera mengirim sms ke Ibu Yanti. Dan, tanggapan beliau begitu luar biasa, cepat merespon dan welcome dengan keinginanku untuk menjadi volunteer di KerLiP. Tak kurang dari satu pekan, aku pun sudah diundang oleh Ibu Yanti untuk datang ke kantor di Kanayakan.

Pertama kali ke Kantor KerLiP bertemu dengan Mas Ova dan Kang Zamzam. Mereka adalah dua orang terpercaya Bu Yanti, dan mereka masih muda-muda. Aktivitas KerLiP begitu padat dan punggawa intinya hanya mereka bertiga. Di akhir-akhir saya aktif di KerLiP, Mas Ova pada akhirnya melanjutkan kuliah S2 bidang Manajemen Bencana di Jakarta, dan digantikan oleh Mas Dede Sunarya yang tak kalah hebatnya dengan Mas Ova. Sebenarnya Mas Dede telah ada beberapa bulan sebelum Mas Ova hijrah ke Jakarta, dan setelah Mas Ova lanjut S2, barulah posisi itu sepenuhnya dihandle oleh Mas Dede.

Aku sendiri yang pada awalnya hanya berniat untuk menjadi volunteer, kemudian dipercaya oleh KerLiP untuk menjabat Kepala Divisi PPLHB (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup dan Bencana). Di posisi ini aku merancang program untuk membuat pelatihan-pelatihan yang nantinya akan diikuti oleh siswa SMA dan SMP se Bandung Raya.

Nge Date with KerLiP

KerLiP member saat ngariung di BIP Bandung

Selain itu, aku juga merancang program untuk mahasiswa. Program ini diperuntukkan bagi mereka yang tertarik dengan isu lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, kemudian menjadi volunteer KerLiP di setiap agenda di wilayah Bandung dan juga Jawa Barat.

Menjabat posisi ini juga memberikan pengalaman yang amat sangat begitu berharga bagiku. Undangan-undangan dari UNESCO, UN OCHA, Plan Indonesia, LIPI, MPBI (Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia), KPBI (Konsorsium Penanggulangan Bencana Indonesia). Kebanyakan agenda ini dilaksanakan di Jakarta.

Berkat keaktifan di KerLiP ini, aku mendapatkan jejaring yang begitu luar biasa. Rapat bersama NGO bidang Penanggulangan bencana di UN Office. Acara di hotel berbintang dengan peserta lebih dari 15 negara, kemudian juga mewakili KerLiP untuk proses kemitraan antara Plan Indonesia dengan NGO-NGO terpilih dari seluruh wilayah Indonesia.

Bagiku, pembelajaran di KerLiP begitu melimpah dan menjadikanku dewasa lebih awal dalam hal pergaulan dengan berbagai macam NGO bidang Penanggulangan Bencana di seluruh wilayah Indonesia.

Baru tiga bulan di KerLiP, kemudian muncul tawaran menggiurkan lagi. Alhamdulillah proposal yang diajukan oleh KerLiP telah disetujui. Dana dari BAPPENAS turun untuk project PRBBS (Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Sekolah dan Madrasah) di tiga lokasi. Yakni di Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan juga Cianjur. Aku sendiri diamanahi oleh KerLiP untuk memegang project di Arjasari Kabupaten Bandung sebagai admin dan fasilitator.

Di kegiatan inilah aku resmi bekerja dan dibayar secara professional. Maka, sejak pertengahan tahun 2011, aku mulai meninggalkan pekerjaan part time operator warnet dan fokus untuk mengerjakan project ini. Gaji sebesar 800 ribu/bulan pun kudapatkan selama 6 bulan berturut-turut menggantikan gaji 350 ribu/bulan dari jaga warnet. Alhamdulillah.. ^^

Mewakili KerLiP untuk rapat di UN Office Jakarta

Mewakili KerLiP untuk rapat di UN Office Jakarta

Selama di KerLiP ini, aku tak mau sendiri saja. Peluang yang begitu besar aku manfaatkan untuk mengaktifkan beberapa kawan dekat dari STKS Bandung untuk turut serta berkarya di KerLiP. Mereka yang sempat aktif di KerLiP adalah mulai dari angkatan 2007 ada Kak Alamsyah, Intan Slipilia, Puput, dkk. Dari angkatan 2009 ada Muhni, Tyas, Regi dan Taufik Akbar. Dari angkatan 2010 ada Rendiansyah Putra Dinata dkk. Bahkan sampai juga di angkatan 2011 ada Devita, Ayu, Mughniar, dkk.

Kuakui begitu banyak ilmu dan manfaat yang kudapatkan dari KerLiP. Semuanya seakan menjadi puzzle yang melengkapi cerita hidupku. Bahkan di sini pulalah, impian untuk bisa beraktivitas olahraga Arung Jeram tercapai he he he.

Keberadaanku di KerLiP memang tidak berumur panjang. Hal ini disebabkan pada awal tahun 2012 aku sudah harus kembali menjalankan Praktikum III di Tangerang, setelah itu dilanjutkan dengan penyusunan KIA (Karya Ilmiah Akhir) sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar S.ST. (Sarjana Sains Terapan) dari STKS Bandung. Maka, sejak tahun 2012 itulah aku mulai tidak begitu aktif lagi di KerLiP. Hanya bisa membantu di sela-sela waktu yang ada saja.

Meski demikian. Aku tetap bangga pernah menjadi bagian dari Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP), hubungan yang baik juga terus kubangun bersama Bu Yanti, Kang Zamzam, Mas Dede dan juga Mas Ova. We are family ^^

*Kota Tenggarong, 04 Oktober 2013

**Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Senin, 14 Oktober 2013 pukul 08.00 wita.

NB: Artikel ini adalah edisi series dari The Story of Muhammad Joe Sekigawa. Diterbitkan secara berkala pada setiap hari Senin dan Kamis, sejak tanggal 29 Juli 2013. Jika tak ada halang merintang, akan disusun menjadi sebuah buku bagi koleksi pribadi ^_^

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: