Janggut Tipis Bukan Teroris*

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Janggut Tipis Bukan Teroris*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Ciri fisik mulai dikumandangkan oleh para pembenci kebangkitan umat Islam..

Bagaimana bisa, sebuah ciri yang menandakan ketawadu’an, kemudian dianggap sebagai ciri seorang penjahat kemanusiaan. Inilah permainan para musuh-musuh Islam, menjadikan simbol Islam sebagai sesuatu yang menakutkan. Jilbab, gamis, kopyah/songkok, juga termasuk janggut tipis, dikatakan sebagai simbol para penganut Islam garis keras atau Islam Jihadi..

Bagaimana bisa seseorang menjadi malu memakai sarung kemana-mana, namun menjadi sangat pede ketika memakai celana super pendek di atas lutut?

Bagaimana bisa seseorang menjadi malu membawa dan membaca mushaf Al Qur’an di depan umum, sedangkan tidak malu mententeng majalah dan DVD 18+ kemana-mana..

Bagaimana bisa seseorang menjadi dikatakan sok alim ketika rajin sholat jama’ah ke masjid, sedangkan bar-bar dengan minuman keras yang berserakan menjadi hal yang lumrah dan patut dimaklumi..

Bagaimana bisa? Bagaimana bisa? Bagaimana bisa logika masyarakat menjadi terbalik-balik tak karuan seperti ini? Sedangkan kita masih ada, dan terus menyampaikan risalah ini kepada ummat?

Mungkin ada puluhan, atau bahkan ratusan firqah-firqah dakwah di bumi nusantara ini. Mulai dari pondok pesantren di pelosok kampung, kajian dari rumah ke rumah, tabligh dan liqo’ di mushola juga masjid, membentuk kelompok dinar dan dirham untuk membangun kemandirian ekonomi ummat di bidang ekonomi dan keuangan, membentuk yayasan pengumpul ZIS, hingga yang mengambil peranan di partai politik tanpa meninggalkan bentuk dakwah ammah-nya. Kita harusnya menyadari hal ini, bahwa umat Islam memiliki kekutan yang besar, ketika dapat kita satukan..

Memang, yang paling mengerikan adalah ketika simbol yang merupakan sunnah dari Rasulullah, dijadikan sebagai penanda bahwa seseorang tersebut merupakan salah satu anggota teroris..

Padahal, jelas itu amat sangat bertentangan dengan fakta yang ada. Karena para ulama dan santrinya, memang rata-rata memelihara janggut tipis. Juga aktivis dakwah remaja masjid dan LDK kampus-kampus di seluruh pelosok negeri. Lalu, apakah mereka semua nantinya akan dicap sebagai teroris oleh BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme)..

BNPT dan Densus 88 adalah lembaga boneka yang di-support penuh oleh Barat (baca: Amerika dan Yahudi serta antek-anteknya) baik dari segi pendanaan, pelatihan, juga informasi rekayasa yang dibuat-buat. Itulah mengapa seolah-olah BNPT dan Densus 88 ini selalu saja membidik Islam sebagai sasaran dan memang demikianlah tujuan dari Barat, menjadikan Islam sebagai olokan dan cemoohan. Bahkan, media SEKULER nya pun turut aktif memberitakan dan menampilkan sosok-sosok yang diduga sebagai teroris, dan selalu saja identik dengan kaum muslimin yang taat, misalnya gemar sholat jamaah di masjid, memakai gamis, berjanggut tipis, dan ada tanda hitam di keningnya..

Informasi seperti ini ditampilkan berkali-kali dan teramat sering muncul di televisi, koran, radio, juga internet. Dalam ilmu komunikasi, persuasi semacam ini, meski datanya hanyalah opini, ketika ditampilkan berulang kali, bisa dipercaya oleh masyarakat awam sebagai sebuah fakta. Dan fakta rekayasa yang dituju oleh Barat ya memang ini, menampilkan sosok muslim yang taat, nantinya akan dididik untuk menjadi teroris -versi Barat-..

Sungguh hal ini tuduhan yang sangat keji dan mengerikan. Dan mirisnya, para orang tua menjadi takut ketika anak-anaknya ikut kajian ke-Islaman, apalagi yang sampai menginap seperti daurah-daurah di kampus-kampus perkotaan. Para orang tua tersebut takut, ketika anaknya telah mulai memelihara janggut tipis, kemudian diidentikan dengan teroris. Dan pengalaman ini sungguh terjadi pada penulis ketika mudik ke kampung halaman. Miris..

Semoga, kita tidak termakan oleh opini media SEKULER. Menjadi lebih cerdas dalam mencerna informasi. Tak perlu takut memelihara janggut tipis, karena itu cool, sesuai sunnah, dan mari tunjukkan bahwa dengan janggut tipis inilah, sebagai penanda bahwa kami bekerja dan dekat dengan masyarakat. Insya Allah..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Ahad, 29 September 2013 pukul 20.45 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Jum’at, 11 Oktober 2013 pukul 08.00wita.

Comments
One Response to “Janggut Tipis Bukan Teroris*”

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: