Kebijakan Salah Kaprah untuk Mobil Murah*

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Kebijakan Salah Kaprah untuk Mobil Murah*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Beberapa waktu ini, sedih kembali menyeruak di dalam hati, atas berita mobil murah yang bakal menjadi kebijakan pemerintah yang katanya pro rakyat..

Bagaimana mungkin kebijakan memasarkan mobil murah menjadi kebanggaan dan dianggap sebagai kemajuan bagi bangsa Indonesia. Padahal kita tahu, betapa carut marutnya kondisi jalanan kita, macet, dan sama sekali tidak teratur..

Mobil murah ini untuk siapa? Apakah tukang becak akan beralih membeli mobil murah ketika program ini diluncurkan? Apakah nelayan akan berbondong-bondong memborong mobil murah untuk meningkatkan omset penjualan produksinya? Tentu ini pertanyaan retoris yang bodoh ya, tapi karena saking gemesnya, terungkapkan pertanyaan “bodoh” ini..

Ada objek lain, ada target lain, ada kepentingan lain yang kuat dibawa, sehingga kebijakan seperti ini kok bisa-bisanya bakal diluncurkan..

Semurah-murahnya mobil, target pembelinya tidak akan pada masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, sudah jelas target konsumennya adalah mereka yang memiliki tingkat perekonomian menengah ke atas. Padahal, jumlah itu tidaklah sebanding dengan jumlah masyarakat miskin yang lebih patut untuk diperhatikan..

Lagi-lagi, siapa yang bakal diuntungkan dari kebijakan mobil murah ini? Pengusaha. Exactly, sangat tepat jawaban Anda kawan. Masih mending lah jika pengusaha itu adalah anak negeri bangsa ini, namun kabar buruknya adalah pengusaha bidang otomotif ini masih dirajai oleh pihak asing, negara asing, dan otomatis semakin memiskinkan rakyat kita yang konon kemiskinannya bakal terwariskan hingga tujuh turunan karena hutang NKRI yang sampai 1000 Trilyun itu..

Ah, lagi-lagi alasan yang bersifat membodohkan. Logika penyerapan tenaga kerja dan perdagangan bebas dijadikan alasan oleh Pak Marzuki Alie untuk menjelaskan mengapa kebijakan ini diambil. Asli, saya kecewa dengan Anda Pak Marzuki. Apalagi Pak Sutan (politisi Demokrat) itu menggunakan logika permintaan pasar (konsumen) yang teramat tinggi sehingga kebijakan mobil murah ini menjadi tepat untuk diambil. Wow? Pak Sutan sudah terlalu jauh mengawang-awang tanpa memperhatikan rakyat di tingkat ekonomi menengah ke bawah..

Kebijakan yang tepat seharunya adalah mengurangi jumlah kendaraan (dengan cara memperketat regulasi), dan juga penyaluran BBM bersubsidi yang benar-benar tepat sasaran, bukan malah memperbanyak subjek pengkonsumsi BBM yang tentu jelas merupakan logika salah kaprah..

Kemudian, perbaikan fasilitas umum yang terus menerus harus ditingkatkan, dibarengi dengan peningkatan mutu transportasi publik. Negara-negara maju tak pernah menjadikan kebijakan mobil murah dan memperlemah transportasi publik untuk mensejahterakan masyarakatnya. Namun, Indonesia malah mau dibawa untuk berkutat di persoalan permintaan pasar, meskipun itu akan membodohkan dan sangat merugikan masyarakat dalam jangka panjang..

Ayolah, kebijakan mobil murah bukanlah pilihan tepat. Banyak efek di belakang hari yang akan semakin menambah catatan masalah di negeri ini. Kalau memang cinta bangsa ini, berbicaralah. Tolak Kebijakan Mobil Murah!! Tolak Kebijakan Mobil Murah!! Tolak Kebijakan Mobil Murah!!

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Jum’at, 27 September 2013 pukul 16.41 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Ahad, 06 Oktober 2013 pukul 08.00wita.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: