Bekerja dalam Jama’ah*

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Bekerja dalam Jama’ah*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Manusia sebagai makhluk sosial, diartikan sebagai manusia yang tak dapat hidup sendiri. Ada rasa ketergantungan diantara manusia untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya..

Interaksi, komunikasi, saling tukar perasaan, bekerja sama, adalah beberapa contoh mengenai aktivitas yang dibutuhkan oleh manusia dalam menjalani aktivitas sehari-hari..

Sekarang, kita akan membahas tentang kontribusi. Tentang menjalankan hal baik untuk kebaikan orang lain, yang tentu saja akan berimbas pada diri kita, kemudian menjadi perubahan sosial di tataran kehidupan bermasyarakat..

Kata pepatah Arab, serigala tidak akan menyerang domba, kecuali yang terpisah dari kelompoknya (sendirian). Peribahasa kita juga mengungkapkan bahwa berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing. Ada lagi, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Kemudian, satu batang lidi hanya cukup untuk membersihkan satu atau doa potong sampah, sedangkan seikat lidi, akan mampu untuk membersihkan satu halaman rumah..

Pun kontribusi dalam dakwah juga demikian. Bekerja sendiri, hanya akan mampu memberikan kontribusi yang sangat terbatas. Kita tidak sedang berusaha menafikkan mengenai pentingnya amal individu, namun tentu pengaruhnya akan sangat berbeda ketika bekerja secara bersama-sama. Dan dalam istilah penyebutan dunia dakwah, bekerja secara bersama-sama ini disebut dengan amal jama’i..

Selain hasil kerja yang akan meningkat jauh drastis daripada bekerja sendiri, bekerja dalam amal jama’i juga memiliki kelebihan yang bermanfaat sebagai media untuk memperkuat pertahanan diri, pertahanan iman, pertahanan melawan hawa nafsu syaitoni..

Bekerja dalam jama’ah, kita akan bisa menemukan begitu banyak orang yang ikhlas, mengorbankan tenaga, waktu dan hartanya untuk berjuang di jalan Allah, di jalan menegakkan iman di relung-relung hati manusia..

Bekerja dalam jama’ah, kita akan menemukan persaudaraan sejati, melebihi ikatan kekeluargaan, atas dasar iman perjuangan tulus dari hati nurani..

Bekerja dalam jama’ah, kita tak lagi merasa sendiri, tak lagi merasa sepi, ada saudara seperjuangan yang senantiasa menemani, tak hanya di satu tempat saja, namun ada di mana-mana, berbagai macam profesi, berbagai macam tingkat penghasilan, berbagai macam keturunan, dan berbagai macam tingkah laku dan perbuatan, namun itu semua disatukan dan diseragamkan dalam jama’ah, saling cinta, mengasihi dan menyayangi atas dasar iman dan Islam..

Bekerja dalam jama’ah, mengingatkan kita betapa lemahnya diri. Kita butuh seseorang, kita butuh kawan, kita  membutuhkan jalinan tali kerjasama yang kuat dan kokoh, sehingga tegaklah sendi-sendi agama ini. Biidznillah.. Insya Allah..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Jum’at, 27 September 2013 pukul 16.21 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Sabtu, 05 Oktober 2013 pukul 08.00wita.

Comments
One Response to “Bekerja dalam Jama’ah*”

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: