Merapat ke Lingkaran Cinta

Dakwah-Tarbiyah

Merapat ke Lingkaran Cinta

Bismillah..

Ta’aruf tadi malam, menumbuhkan rasa cinta yang begitu mendalam. Sebuah perasaan yang sulit untuk dilukiskan, ada rasa ketenangan, ketenteraman, dan juga ghirah yang membara di dalam dada teracik menjadi satu dalam balutan iman dan ukhuwah. Pikiran segera melayang pada bulan Oktober 2011 silam, dimana saya pertama kali mengenalnya, Lingkaran Cinta.

Tiga kota, Tiga lingkaran cinta. Bandung dengan Dago-nya saya menemukan lingkaran cinta. Jakarta dengan Tanjung Barat-nya, saya juga menemukan lingkaran cinta. Dan terakhir, di pelabuhan jasad saya di tanah Borneo, di Kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara-Kalimantan Timur, saya pun juga menemukan lingkaran cinta. Fabiayyi aalaa i robbikuma tukaddzibaan..

Dakwah-Tarbiyah

Rasa cinta itu memang telah hadir dan ada ketika semenjak pertama kali berjumpa. Ia yang telah tercelup ke dalam Tarbiyah menjadi sosok yang begitu lembut, perhatian dan juga berwawasan politik juga dakwah. Kader-kader Tarbiyah merupakan manusia-manusia unggul yang begitu peduli dengan persoalan lingkungan masyarakat di sekitarnya, hingga ia menjadi aktif untuk terus berkontribusi guna membangun kemandirian ummat, menuju kejayaan dan kemenangan Islam di atas bumi nusantara dan seluruh pelosok penjuru dunia. Insya Allah..

Setiba hijrah dari Pusat Ibukota -Jakarta- menuju Kalimantan ini. Saya mulai bekerja di lokasi terpencil, di tengah hutan, wilayah Kecamatan Kembang Janggut, salah satu wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang dilewati oleh Sungai Belayan –anak Sungai Mahakam-. Awal Mei 2013 lalu adalah kali pertama saya sampai di lokasi Camp Rig PT. Silva Rimba Lestari.

Prosesnya memang tidak mudah, terbatasnya kader dan lokasi yang terpencil menjadikan saya harus ekstra keras guna mencari lingkaran cinta di sini. Lingkaran di mana yang selalu rutin diadakan sepekan sekali, berisikan lantunan pembacaan ayat suci Al Qur’an, juga pembahasan ilmu-ilmu ke-Islam-an yang mungkin saja telah sering kita lalaikan. Lingkaran cinta ini adalah majlis ilmu, juga sebagai arena untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, dan menetapi dalam kesabaran.

Lima bulan sudah lamanya, saya tidak menemukan lingkaran cinta ini. Ada perasaan yang hilang, ada ghirah dakwah yang kembali berkurang, apalagi memang di tempat kerja, suasana ruhiyah terkadang begitu gersang dan membosankan. Syukur alhamdulillah, tadi malam –Kamis, 03 Oktober 2013– adalah satu titik tolak perubahan. Saya pun berkesempatan untuk kembali merapat ke dalam barisan, ke dalam Lingkaran Cinta bersama ikhwah di Kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara.

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Muhammad Joe Sekigawa, A Social Worker, An Activist, A Community Developer, A Great Dreamer, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Selesai ditulis pada hari Jum’at pagi, 04 Oktober 2013 pukul 06.30wita @DPD Hizbul ‘Adalah wa Rafaahiyah, Kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara-Kalimantan Timur.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: