Story 020 FORKOMKASI

Logo Forkomkasi

FORKOMKASI

Seiring dengan perkenalanku pada beberapa tokoh sentral IPSPI (Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia) melalui dunia maya. Mulai muncul wacana untuk mengikutsertakan mahasiswa dalam gerakan pembaharuan IPSPI. Diskusi yang intens kulakukan bersama Pak Puji. Dan ide brilliant beliau adalah dengan memasukkan mahasiswa sebagai anggota associate di keanggotaan resmi IPSPI.

Bahkan untuk Kongres IPSPI yang dilaksanakan pada awal tahun 2010 tersebut, Pak Puji mengamanahiku sebagai koordinator untuk informasi kemahasiswaan. Maka, sejak itulah aku mulai sibuk mengontak mahasiswa jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial/Pekerjaan Sosial dari berbagai kampus di seluruh wilayah Indonesia.

SWPRC (Social Work Practice Resource Center) yang dikomandoi oleh Bunda Chynthia Pattiasina almarhumah memang memiliki data 34 kampus dengan membuka jurusan Kessos, dan tugaskulah untuk memverifikasi data tersebut, apakah benar masih ada mahasiswanya ataukah sudah ada yang tutup.

FORKOMKASI Header Blog 2013

Memikirkan cara terbaik dan paling murah untuk bisa cepat mengontak ke 34 kampus tersebut, aku pun memanfaatkan media jejaring sosial FACEBOOK yang memang telah ramai digunakan untuk hubungan profesional. Beberapa official group mahasiswa Kessos dari kampus-kampus di berbagai wilayah Indonesia itu pun bisa aku jangkau dalam waktu singkat.

Kawan diskusi di dunia maya tersebut adalah dengan mahasiswa Kessos di UNPAD (Universitas Padjajaran). Setelah itu mengontak kawan-kawan UNPAS (Universitas Pasundan) dan juga UNLA (Universitas Langlangbuana). Kebetulan memang ketiga kampus itulah yang berlokasi di Bandung. Karena waktu itu aku tengah menjabat sebagai Menteri Hubungan Luar Kampus BEM STKS Bandung, maka kukabarkan kepada rekan-rekan pengurus BEM dan beberapa mahasiswa di luar BEM namun peduli pada kegiatan jaringan komunikasi terhadap mahasiswa di luar kampus.

Hingga akhirnya, pertemuan perdana itu pun terwujud. Rombongan kami dari STKS Bandung, juga ada mahasiswa UNPAS dan UNLA berkunjung ke HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) IKS UNPAD pada tanggal 12 Mei 2010 untuk membahas kemungkinan dibentuknya HIMA KS (Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial) Indonesia. Paparan tentang ide pembentukan organisasi mahasiswa Kessos tingkat Nasional ini kupaparkan dengan sedikit presentasi sebagai argumen akan pentingnya memulai pembentukan HIMA KS Indonesia. Tak lupa, aku juga menampilkan testimoni-testimoni dari para stakeholder yang mendukung ide ini, termasuk testimoni dari Staf Ahli Menteri Sosial RI, Pak Sapto Waluyo, M.Sc.

Sepulang dari presentasi di hadapan pengurus dan anggota HMJ Kessos UNPAD tersebut, ditindaklanjuti dengan rencana kongres HIMA KS Jabar sebagai role model atas pembentukan HIMA KS Indonesia. Menyadari bahwa akan sulit mengumpulkan pengurus HMJ Kessos se Indonesia dalam waktu singkat, maka keputusan paling bijaksana yang diambil adalah dengan mendeklarasikan HIMA KS Jabar, kemudian sebagai pendorong/pemantik terbentuknya HIMA KS Indonesia.

Tak perlu menunggu waktu terlalu lama, maka pada tanggal 29 Mei 2010 bertempat di Aula Lantai III Kampus STKS Bandung, terlaksana Kongres Mahasiswa Kesejahteraan Sosial yang menghasilkan pembentukan HIMA KS Jawa Barat, dengan ketua terpilih Desy Arisanti Katili dari STKS Bandung.

Kemudahan demi kemudahan senantiasa terus berdatangan. Tak jauh dari agenda ini, terlaksana agenda tahunan dari mahasiswa IKS UNPAD yang menyelenggarakan SemProf (Seminar Nasional Profesi Pekerjaan Sosial) yang juga mengundang mahasiswa KS dari seluruh Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Juni 2010 ini dijadikan momen oleh panitia untuk mengutarakan gagasan pembentukan HIMA KS Indonesia.

Seluruh peserta yang hadir pun sepakat, dan dari diskusi “panas” yang terjadi, disepakatilah adanya Tim Perumus dan Panitia Pelaksana. Tim Perumus bertugas untuk membuat rumusan organisasi, sedangkan Panitia Pelaksana bertugas untuk mempersiapkan pelaksanaan Kongres I HIMA KS Indonesia.

Logo Forkomkasi

Tanpa usaha dan kerja keras, memang akan terasa berat mewujudkan mimpi bersama tersebut. Zia Sera dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selaku Ketua Panitia bekerja eksta berat untuk mewujudkan Kongres I menjadi nyata. Jadwal yang semula ditetapkan pada bulan 11 tahun 2010, terpaksa mundur. Dan dengan segala kekurangan yang ada, Kongres berhasil digelar pada bulan Maret. Akhirnya, 30 Maret 2011 bertempat di Gedung Graha Insan Cita Depok, terbentuklah satu organisasi nasional yang menaungi mahasiswa KS di seluruh Indonesia. Organisasi tersebut bernama FORKOMKASI (Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia).

Alhamdulillah, betapa bahagianya ketika Kongres I ini akhirnya bisa terwujud. Terpilihlah Achmad Hilman Musanna dari UNPAD sebagai Ketua Dewan Formatur. Dewan Formatur kemudian berunding dan menetapkan Aziz Suhendar dari UGM sebagai Sekjen sebagai Pengurus Harian FORKOMKASI. Di Kepengurusan tahun I ini, aku tergabung ke dalam pengurus menjadi anggota staf Public Relation dari tahun 2011-2012.

Tahun 2012, Konges II FORKOMKASI dilaksanakan di Makasar dengan panitia pelaksana dari STIKS (Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial) dan UIN Alauddin Makassar. Dari Kongres II ini terpilihlah Agung Prastowo dari UIN Sunan Kalijaga DIY sebagai Ketua Dewan Formatur.

Di kepengurusan yang ke-II ini, aku masih dipercaya untuk mengemban amanah di jajaran pengurus pusat. Mas Agung Prastowo menunjuk diriku sebagai Staf Ahli Bidang Relasi Publik. Ya, permintaan tersebut kupenuhi dengan berat hati, karena mengingat pada akhir tahun 2012 aku akan telah menyandang gelar Sarjana Sains Terapan dari STKS Bandung. Padahal, masa kepengurusan itu berlangsung dari Maret 2012 hingga Maret 2013.

Memanfaatkan sisa waktu –menjadi mahasiswa- yang ada, aku masih sempat mengikuti Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) Pengurus FORKOMKASI 2012-2013 di Universitas Jember. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2012. Dan dari STKS Bandung sendiri, selain diriku, juga turut serta Fetty Familda menemani, sebagai kader penerus di FORKOMKASI.

Dan sampai saat tulisan ini dibuat, akan dilaksanakan regenerasi pengurus FORKOMKASI yang baru. Kongres III FORKOMKASI kali ini digelar di Universitas Bengkulu mulai tanggal 11-14 September 2013.

Jayalah selalu FORKOMKASI..

Kelahiranmu sebenarnya ditunggu. Perananmu akan mampu membantu pemerintah dan masyarakat dalam turut serta mengatasi permasalahan sosial yang ada. Hanya saja, kau saat memang masih lugu dan lucu. Tapi suatu saat nanti, ketika pondasi telah kokoh menopang, berbagai stakeholder penting telah menjadi partner andalan, maka lihatlah..

FORKOMKASI di masa depan, akan menjadi sebuah organisasi yang banyak memberikan kontribusi bagi negeri ini, itu pasti bisa, insya Allah.. ^^

*Kembang Janggut, 10 September 2013

**Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Kamis, 03 Oktober 2013 pukul 08.00 wita.

NB: Artikel ini adalah edisi series dari The Story of Muhammad Joe Sekigawa. Diterbitkan secara berkala pada setiap hari Senin dan Kamis, sejak tanggal 29 Juli 2013. Jika tak ada halang merintang, akan disusun menjadi sebuah buku bagi koleksi pribadi ^_^

Comments
2 Responses to “Story 020 FORKOMKASI”
  1. anz1el says:

    Wah, kebetulan saya meliput nih waktu kunjungan di Kabupaten Kepahiang🙂

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: