Story 019 Berkiprah di Child Care Community

Tri C Members Smile Happily - Copy

Berkiprah di Child Care Community

Tri C Members Smile Happily - Copy

Lagi-lagi kisah ini berawal dari FACEBOOK. Update status tentang Anak Jalanan di Kota Bandung, ditanggapi oleh salah seorang alumni STKS Bandung yang kala itu bekerja sebagai SAKTI PEKSOS (Satuan Bakti Pekerja Sosial), program dari Kementerian Sosial RI guna menanggulangi permasalahan sosial yang ada.

Sebut saja namanya Teh Rilly. Hasil perbincangan via dunia maya itu mengarah pada pembentukan satu organisasi yang khusus memberikan pelayanan kepada anak jalanan di sekitaran kota Bandung, dan tentu saja, sekitaran wilayah Dago sebagai area kerja yang masih berada di sekitaran kampus Dago 367.

Menyadari bahwa aku tak akan bisa bekerja sendiri, maka akupun mengontak Muhni (my best friend) dan beberapa kenalan lain untuk ditawari dalam project ini. Dan, syukur Alhamdulillah, banyak yang antusias. Pada rapat ke-2 nya saja, pada 23 Oktober 2010, hadir 21 mahasiswa yang bersiap untuk bekerja memberikan pelayanan kepada para anak jalanan.

Tri C and Dr Kanya Eka Santi - Copy === Tri C and Mr Juma - Copy

Dari pertemuan ini, maka disepakati nama Laskar Volunteer (LV) sebagai identitas organisasi yang baru saja kami bentuk. Teh Rilly dan Teh Reytha (yang pada akhirnya keduanya sama-sama melanjutkan program pascasarjana di STKS Bandung) menjadi Pembina, kemudian Abd Muhni Salam sebagai Ketua Umum, dan aku sendiri, cukup puas dan merasa cocok dengan posisi Public Relations. Ya, aku tak mampu menerima amanah sebagai Ketua karena kesibukan dalam kerja part time, banyak waktu yang tersita, lagipula, aku memang meyakini bahwa Muhni mampu melakukan manajemen kepempimpinan yang lebih baik dariku.

Pada masa awal kerjanya, LV memiliki tiga area kerja, yakni di Kampung 200 (tempat mangkal anak jalanan ada di Perempatan Simpang Dago), Jembatan Cikapayang, dan juga Perempatan Jalan Dr. Djunjunan. Kami pun secara partisipatif memetakan potensi dan keahlian daripada para volunteer, dan tentu saja memastikan waktu luang yang tepat, membuat sistem yang baik agar program terus berjalan tanpa bergantung pada masing-masing individu.

Waktu terus berjalan, dan peminat dari kegiatan LV ini pun semakin bertambah banyak. Hal itu dapat terlihat ketika LV yang dipimpin oleh Abd Muhni Salam tersebut tengah mengadakan rapat pekanan, yang hadir semakin padat memenuhi ruangan, bahkan telah ada jejaring dengan salah satu mahasiswa kedokteran UNPAD.

Tri C and Pak Rachmat Koesnadi - Copy === Tri C and Ricky Luven - Copy

Organisasi ini terus menggelinding dengan memperbaiki sistem kerja organisasi dan pelayanan yang berbasis pada klien. Maka, pada awal tahun 2011 diadakan rapat untuk memperkokoh status organisasi. Dari hasil diskusi yang panjang, Laskar Volunteer (LV) resmi berubah nama menjadi Child Care Community (3C) yang kepemimpinan umumnya tetap dipilih Abd Muhni Salam karena hasil kerja dalam beberapa bulan terakhir yang telah teruji efektif.

Setelah pergantian nama ini, 3C pun menjadi semakin progresif. Untuk merekrut anggotanya saja, dibuat mekanisme agar pada relawan baik yang dari mahasiswa STKS Bandung maupun dari luar kampus, wajib mengikuti serangkaian agenda pelatihan yang narasumbernya kami catut dari orang-orang hebat, seperti dari Kementerian Sosial RI, STKS Bandung, dan juga mahasiswa pascasarjana UPI (Universitas Pendidikan Indonesia).

Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan calon volunteer memiliki keahlian dan pemahaman yang terstandarkan, bahwa kita sebagai mahasiswa Pekerjaan Sosial harus memiliki “keunikan” dalam memberikan pelayanan, karena memang pada dasarnya pelayanan yang diberikan adalah pelayanan profesional, yang tidak sebatas perasaan iba atau kegiatan charity semata.

Dari kegiatan inilah aku menjadi semakin tahu dan dekat dengan orang-orang hebat di kampus STKS Bandung, tentu mereka adalah para adik tingkat yang potensial untuk mengharumkan nama almamater kampus Biru Dago 367. Mulai dari Fetty Familda yang merupakan mahasiswa berprestasi berulang kali dari tahun  ke tahun selama menjadi mahasiswa STKS Bandung, ada juga Rendiansyah Putra Dinata yang sampai pada puncak kepempimpinannya menjadi Ketua FMKI (Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia) dengan jaringan mahasiswa kedinasan di seluruh wilayah Indonesia, dan juga Fadly Yulianto yang menjadi Ketua UKM Hikmatul Iman (HI) dan juga seorang terapis.

Tri C MembersDari hari ke hari, kegiatan 3C semakin padat, namun menjadi kontra produktif karena aku pun semakin sibuk dengan tugas kampus, praktikum dan juga part time di warnet. Intensitasku untuk bergabung secara offline dalam kegiatan 3C menjadi berkurang. Dari ketiga titik pelayanan yang diberikan oleh 3C, aku pun hanya baru sempat mengikuti yang di kampung 200, bersama Muhni, Rendi dan juga Fetty.

Sampai pada akhirnya, pada pertengahan tahun 2011 aku bergabung di KerLiP (Keluarga Peduli Pendidikan) dengan mempergunakan 3C sebagai jejaring, sebuah jejaring dengan simbiosis mutualisme tentunya.

3C dan berbagai perjalanannya memberikan warna tersendiri bagi kehidupanku, terus bergerak, menginspirasi, dan tak mau berhenti untuk berkontribusi. Minna san, Gambarimashou ne..! ^_^

*Bancar, 02 September 2013

**Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur.

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Senin, 30 September 2013 pukul 08.00 wita.

NB: Artikel ini adalah edisi series dari The Story of Muhammad Joe Sekigawa. Diterbitkan secara berkala pada setiap hari Senin dan Kamis, sejak tanggal 29 Juli 2013. Jika tak ada halang merintang, akan disusun menjadi sebuah buku bagi koleksi pribadi ^_^

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: