Partisipasi Aktif di Politik Praktis*

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Partisipasi Aktif di Politik Praktis*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Kebanyakan kita sudah muak dengan kelakuan para politisi yang semakin hari semakin jauh saja dari memperjuangkan esensi pesan rakyat yang diwakilinya..

Korupsi di sana sini dalam jumlah yang cukup besar juga sudah mulai diendus oleh banyak kalangan, tak sedikit yang telah diciduk oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan berhasil dijebloskan ke penjara..

Hal tersebut tentu menjadikan rakyat cenderung tidak percaya, kecewa, dan pada akhirnya apolitis terhadap negaranya..

Perspektif mikro memang amat berbeda dengan perspektif makro. Sebagian orang lebih senang memperhatikan detil, berdakwah di tempat-tempat terpencil, dan tidak terlalu memikirkan kekisruhan besar yang terjadi pada negerinya. Sedangkan sebagian lagi cenderung berpikir global, bahwa perubahan kecil tidak akan berarti tanpa adanya dukungan kebijakan dan dana yang besar..

Inilah celakanya ketika dua pendekatan cara pandang yang ekstrim alias berbeda pandangan hampir berkebalikan ini termanfaatkan oleh orang-orang yang cerdas namun tidak beriman. Cerdas secara intelektual, namun miskin iman sehingga menjadikannya rakus seperti binatang, kejam seperti hewan, dan maunya menang sendiri dan yang penting perut kenyang, tanpa memperdulikan halal haram..

Tentu hal ini harus dapat segera kita atasi, merancang solusi yang sekiranya dapat dilaksanakan untuk tetap berjalan menggapai tujuan..

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Indonesia, tidak bisa terlepas dari politik praktis sebagai ajang untuk menentukan pemimpin di masa depan. Tak hanya pemimpin lingkup organisasi yang memiliki wewenang terbatas, namun sebagai pemimpin institusi kebangsaan dari tingkat terkecil hingga jabatan tertinggi, Presiden Republik Indonesia..

Memperhatikan bahasan awal, terdapat dua kutub ekstrim terkait pendekatan untuk berkontribusi, mikro dan juga makro. Kedua-duanya sama-sama baik, dan memang patut kita laksanakan. Oleh karenanya, pendekatan alternatifnya adalah dengan menjalankan kedua pendekatan tersebut secara bersamaan atau dengan kata lain bersinergi..

Di tingkat grass root, kita tidak pernah meninggalkan pendekatan klasikal, dengan berbuat baik di tiap lini. Apakah itu dengan wujud membentuk kelompok pengajian, mendirikan organisasi atau yayasan, dan atau kegiatan positif lainnya. Intinya, dari pendekatan ini kita senantiasa terus menebarkan kebaikan, meski hanya mampu dirasakan secara kedaerahan saja..

Namun di sisi lain, kita juga kudu mampu untuk merebut pos-pos yang strategis, yakni di area pemerintahan. Karena, tentunya kita tidak ridho, ketika pemerintahan yang notabene pemegang penuh otoritas kebijakan, dijabat oleh mereka yang tidak amanah, dan hanya mengejar kenikmatan duniawi serta enggan memikirkan esensi kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat umum..

Maka di sini dapat saya katakan bahwa kita hendaknya turut berpartisipasi aktif di dalam politik praktis. Aktif di sini tidak melulu diartikan sebagai bentuk ambisiusitas terhadap kekuasaan. Kita bisa menjadi konstituen yang mendukung penuh perjuangan mereka yang konsisten menjadikan agama dan kekuasaan sebagai bentuk satu kesatuan..

Kesadaran ini pulalah yang menjadikan gerakan Tarbiyah memiliki wadah politik bernama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menyalurkan aspirasi keislaman yang kuat, agar dapat terwujudkan dalam bingkai kehidupan keseharian..

Jangan sampai, kita menjadi manusia-manusia yang apolitis dan juga individualis. Atau, mengatasnamakan dakwah idealis, terus menerus meneriakkan golput alias nol partisipasi dalam pemilihan, dan kemudian bangga dan bahagia dengan semakin besarnya jumlah golput yang ada..

Padahal, kenyataannya adalah golongan sekuler dan serakah jabatan yang pada akhirnya memenangkan laga perpolitikan yang ada, sedangkan kaum mulismin masih terus saja menjadi bulan-bulan dan objek kedzaliman..

Marilah kemari, merenung lagi, memperkaya khasanah wawasan juga keilmuan dan turut serta memikirkan masa depan bangsa ini. Cita-citamu untuk negeri, maka peganglah erat, dan jadilah salah satu pejuang untuk mewujudkan mimpi itu. Mari jadikan Indonesia sebagai sepenggal Firdaus di muka bumi, dan harapan itu masih ada, insya Allah..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Sabtu malam, 21 September 2013 pukul 21.45 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Sabtu, 28 September 2013 pukul 08.00wita.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: