Story 017 Menjabat Menteri BEM STKS Bandung

Saat menjadi delegasi PTK Expo 2011 di Kampus STAN

Menjabat Menteri BEM STKS Bandung

Sebelumnya, sama sekali tidak mengira bahwa karier organisasiku di STKS Bandung akan sedemikian cepatnya melejit. Kekuranganku masih saja, pemalu dan tidak bisa cepat akrab dengan banyak orang. Aku lebih mudah berinteraksi dengan yang sama-sama punya urusan, seperti kegiatan di masjid, akademik, penelitian dan diskusi di kelas. Namun untuk hanya sedekar nongkrong dan menjalin teman baru dari sana, ini kemampuan yang tak kumiliki (kurang supel).

Lalu, waktu itu kebetulan aku memang telah dekat dengan Teh Dessy yang ternyata punya hasrat besar di percaturan politik kampus, juga ada Pak Raharjo dan beberapa kawan Jawa lainnya. Mereka adalah orang-orang visioner juga cerdas di bidang akademik. Sedangkan aku, paling banter berpikir untuk menjadi staf saja, tak terlintas untuk terpilih menjadi seorang Menteri di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKS Bandung.

Saat menjadi delegasi PTK Expo 2011 di Kampus STAN

Saat menjadi delegasi PTK Expo 2011 di Kampus STAN

Kalau diingat-ingat, kejadiannya hampir sama ketika aku bisa menjabat Wakil Ketua OSIS di SMKN 4 Bojonegoro, bukan karena berhasrat mengajukan diri, namun diajukan oleh kawan-kawan sejawat. Begitu pun dengan di BEM STKS Bandung masa kepengurusan 2009-2010 yang lalu. Namaku pertama diajukan oleh Teh Dessy, kemudian didukung oleh mayoritas yang hadir di sana. Alasan mengapa namaku yang diajukan menjadi salah satu menteri BEM kala itu karena aku memang sangat aktif di dunia maya, turut menyebarkan informasi yang bermanfaat yang berkaitan dengan STKS Bandung dan dunia pekerjaan sosial. Aku juga dianggap telah memiliki beberapa jejaring di luar kampus STKS Bandung yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk keberlangsungan program kerja BEM itu sendiri.

Ya, pada akhirnya, dengan persetujuan bersama, aku pun didaulat untuk menjadi Menteri Partisipasi dan Hubungan Luar Kampus BEM STKS Bandung masa bakti 2009-2010. Kepengurusan ini dipimpin oleh Kang Andi Akhirudin (Kang Ary), mahasiswa Ikatan Dinas Daerah asal Sulawesi Selatan. Alhamdulillah, patut disyukuri sebagai ajang pengembangan kepemimpinan dan organisasi.

Mendapatkan amanah baru di sebuah organisasi paling bergengsi di kampus STKS Bandung. Aku pun segera mempertahankan/membina hubungan baik atas jejaring yang telah ada, juga memperluas jaringan baru. Jaringan di FMKI (Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia) telah terjalin sejak tahun 2006/2007 terus ku-maintain, dan jaringan baru yang kudapatkan adalah terkait Mahasiswa Kesejahteraan Sosial di seluruh Indonesia dan juga beberapa LSM/NGO lokal (Bandung Raya dan sekitarnya). Selain itu, jaringan yang kubangun ketika menjabat menteri ini adalah dengan IKA (Ikatan Alumni) STKS Bandung dan juga organisasi profesi pekerja sosial IPSPI (Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia), IPPSI (Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia), dan beberapa stakeholder pilar-pilar kesejahteraan sosial lainnya. Bahkan, nantinya gabungan para stakeholder tersebut akan membentuk wadah baru bernamakan KPSI (Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia).

Selain jabatan sebagai amanah, aku juga memang merasa cocok dengan status Menteri Partisipasi dan Hubungan Luar Kampus ini. Karena dengan begini, aku bisa berhubungan dengan banyak pihak luar membawa nama kampus. Paling tidak, inilah kontribusi kecilku untuk mengharumkan nama Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. Dan syukur Alhamdulillah, di tingkat mahasiswa Kesejahteran Sosial se Indonesia, nama STKS telah harum dengan kekuatan ilmu Pekerjaan Sosial (lenbih ke arah praktik mikro dan kontenkstual) yang tidak banyak diajarkan di kampus lain dengan nama Ilmu Kesejahteraan Sosial (lebih banyak ke arah makro).

Bahkan, memang cukup mengharumkan nama STKS Bandung ketika banyak pula adik-adik tingkat yang memiliki potensi dan bisa menggunakannya dengan baik. Untuk masa kepengurusan tahun 2011-2012, kepemimpinan tertinggi dipegang oleh Rendiansyah Putra Dinata (STKS 2010).

*Kembang Janggut, 21 Agustus 2013

**Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Senin, 23 September 2013 pukul 08.00 wita.

NB: Artikel ini adalah edisi series dari The Story of Muhammad Joe Sekigawa. Diterbitkan secara berkala pada setiap hari Senin dan Kamis, sejak tanggal 29 Juli 2013. Jika tak ada halang merintang, akan disusun menjadi sebuah buku bagi koleksi pribadi ^_^

Comments
6 Responses to “Story 017 Menjabat Menteri BEM STKS Bandung”
  1. titis agung nugroho says:

    Assallammualaikum
    Mas saya mau bertanya lulusan stks apa bisa langsung kerja, ???

  2. yuhuu yang harus traktiran… ehem! ehem! hehee :-p selamat ya! semoga bisa menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya.😀

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: