Teman Beriman di Tanah Rantau

Pemuda ikhwah kawan se-Liqo' bersama dr. Miftah du Kota Tenggarong-Kukar, KALTIM

Teman Beriman di Tanah Rantau

Bismillah..

Tepat 10 hari pada hari ini (24/07), jatah waktu liburan kali ini kuhabiskan di Samarinda dan Tenggarong. Dan pada hari Kamis (18/07) yang lalu, saya dijemput oleh Akh Riyawan, seorang kader dakwah asal Tenggarong. Perjalanan pun dimulai pada siang itu dari tempat mess Agra Bareksa, dan berakhir di sini, di tempat aku  menuliskan rangkaian kisah selama berada di Gerbang Raja.

Suasana sambutan yang begitu hangat masihlah tetap sama dengan para ikhwah yang kutemui di Jawa. Tarbiyah telah mendidik kami menjadi pribadi yang lembut, penuh kasih, namun juga tegas dan cerdas. Coba bayangkan, tak ada hubungan darah sama sekali, belum pernah bertatap muka, hanya sms dan telfon untuk berkoordinasi. Dan hari itu, Akh Riyawan menjemputku di Samarinda setelah kunyatakan kesulitan transportasi dari Samarinda ke Tenggarong. Ketika pertama kali bertemu itu pun, kami layaknya seperti saudara jauh, tak ada rasa canggung, suasana mengalir, dan meski usia kami berbeda cukup jauh, dari sikapnya, beliau terlihat begitu menghargai dan menghormatiku, dan tentu saja sebaliknya juga demikian.

Pemuda ikhwah kawan se-Liqo' bersama dr. Miftah du Kota Tenggarong-Kukar, KALTIM

Pemuda ikhwah kawan se-Liqo’ bersama dr. Miftah du Kota Tenggarong-Kukar, KALTIM

Perjalanan dari Samarinda menuju Tenggarong memakan waktu kurang lebih selama satu jam. Di sepanjang perjalanan, kami memperbincangkan berbagai macam hal agar cepat akrab dan memahami satu sama lain. Dari perjalanan itu, kuketahui bahwa Akh Riyawan ini adalah seorang entrepreneur, sedangkan isterinya mengajar di SD IT Nurul Ilmi Tenggarong. Bahkan beliau sempat memperlihatkan hasil karya usahanya, yakni sebuah celengan cantik, kreatif. Doaku, semoga dimudahkan dalam berusaha, dan dilancarkan rizkinya ya Akh Riyawan.. ^_^

Tibalah di tempat tujuan di Jalan Udang No.62 Kelurahan Timbau, Tenggarong City. Di tempat ini pun aku disambut hangat oleh Akh Yunus dan Akh Agus. Rutinitas sholat lima waktu selalu dilaksanakan secara berjama’ah di masjid. Yang yang lebih hebatnya lagi, baru sore tiba di tempat ini, malam harinya diajak untuk Safari Ceramah Ramadhan bersama IKADI (Ikatan Dai Indonesia) Kabupaten Kutai Kartanegara. Ya, ternyata orang-orang sholeh di sekitarku ini adalah para aktivis IKADI. Selain memang, mereka adalah sama-sama aktivis KAMMI Komisariat UNIKARTA (Universitas Kartanegara) yang sudah purna kepengurusan.

Ketika berbicara KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Tenggarong, kita juga akan berbicara tentang aktivis LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Kampus UNIKARTA. Semakin minimnya para mahasiswa yang meminati bidang aktivitas kerohanian, menjadikan aktivis KAMMI mengambil peranan untuk terus meregenarasi kader dakwah di area Kampus UNIKARTA. Karenanya, tak heran ketika purna tugas dari LDK dan KAMMI, mereka masih saja aktif di organisasi dakwah, khususnya IKADI (Ikatan Dai Indonesia) Kabupaten Kutai Kartanegara.

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaa ha illallahu, Allahu akbar..

Aku kira setelah menginjak dunia kerja di sini, dan begitu jauh dari aktivis dakwah KAMMI dan PKPU di Bandung dan Jakarta, aku akan menjadi orang terasing dan tersisihkan dari aktivitas dakwah. Namun ternyata Allah berkehendak lain adanya. Aku masih diizinkan oleh-Nya untuk bertemu dan menimba ilmu serta semangat dakwah dengan dipertemukan kepada Teman Beriman. Ya, aku menyebutnya demikian, karena memang kiprah dan tindak-tanduk mereka mampu menyemangatiku dalam arena dakwah, mencerap energi, yang kemudian akan kupergunakan untuk mengurus dakwah di Camp Rig.

Akhirnya, para Teman Beriman itu adalah sama-sama kader KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), yaitu Akh Yunus yang setiap harinya selalu membersamaiku dari bangun tidur hingga tidur lagi, Akh Agus, Akh Novian (Ketua KAMMI Komsat UNIKARTA), Akh Sholikhin, dan Akh Wasi’an. Insya Allah kami sama-sama membangun semangat dalam berdakwah, berkawan sebab Allah untuk menebarkan keberkahan ber-Islam dengan penuh ketenangan dan ketenteraman jiwa.

Selamat jalan ya Ikhwaty Fillah Rahimakumullah. Semoga di hari-hari liburan bulan berikutnya dapat bersua kembali. Dan kita terus bergerak, mengomandoi perubahan, membimbing ummat, dan melakukan yang terbaik demi sebuah peradaban yang gemilang juga penuh keridhoan-Nya.

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Joe as Kader DakwahMuhammad Joe Sekigawa, A Social Worker, An Activist, A Community Developer, A Great Dreamer, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Alumni Bandung College of Social Welfare, Department of Social Rehabilitation ‘08

Selesai ditulis pada hari Rabu dini hari, 24 Juli 2013 pukul 02.21wita @DPD Hizbul ‘Adalah wa Rafaahiyah, Kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara-Kalimantan Timur.

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Rabu, 24 Juli 2013 pukul 18.00wita.

G A L L E R I E S

  ==

DSCN2797 ==

??????????

Comments
5 Responses to “Teman Beriman di Tanah Rantau”
  1. cie … cie.. bang Joe sekigawa jadi ustadz. siap dakwah, ustadz?
    kalo siap saya mau jadi muridnya🙂

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: