Memilih Hari Baik untuk Hajatan*

Memilih Hari Baik untuk Hajatan*

*Oleh Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Kita masih sering jumpai di zaman yang serba modern ini, khurofat dan tahayul masih begitu kental di sebagian besar masyarakat kita. Tak hanya di daerah pedesaan, namun yang di kota pun tak ketinggalan, bahkan ada beberapa calon anggota DPRD yang sampai harus mendatangi dukun guna merebut simpati masyarakat. Sungguh kebablasan memang..

Hal-hal berbau kepercayaan orang zaman dahulu yang masih dipertahankan sampai sekarang adalah tentang “hari baik” dalam menggelar hajatan. Baik itu sunatan, nikahan, ataupun sebatas kenduri/syukuran bagi keselamatan dan kesehatan, serta keberuntungan. Apakah hal seperti ini dibenarkan dalam Islam? Atau lebih jauh lagi, apakah benar ada contohnya dari uswah sepanjang zaman, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam? Tentu jawabannya, TIDAK.

Nah, termasuk bagi masa depan saya nanti, tentang pernikahan, Ma’e sudah pernah berpesan untuk melihat “hari baik” terlebih dahulu guna melaksanakan prosesi akad nikah nanti. Saya akan pelan-pelan menjelaskan ke Ma’e tentang hal ini. Mengkomunikasikan sesuatu kepada orang tua, tidak bisa disamakan dengan teman sebaya, terlebih lagi kepada aktivis kampus.

Semua hari-hari adalah baik, kecuali hari-hari yang telah disyariatkan akan keutamaannya, seperti bulan Ramadhan yang insya Allah akan kita jumpai bersama-sama kurang dari sebulan lagi. Maka, setiap hari haruslah diisi dengan berbagai macam kebaikan yang diupayakan terus meningkat dari hari sebelumnya. “Kenyataan hari ini adalah impian di hari kemarin”, begitulah kalimat terkenal dari seorang syaikh dari Mesir, Asy Syahid Hasan al Banna rahimakumullah.

Marilah, kita bersihkan hati dan diri ini dari segala kekotoran perilaku dan kepercayaan yang mengotori jiwa. Islam datang untuk memberikan kabar gembira dan peringatan. Maka, sebagai seorang muslim, tidak boleh memisahkan diantara keduanya. Ketika mau menerima kabar gembira, satu paket juga dengan peringatan yang harus kita patuhi rambu-rambunya agar tidak terjerumus ke dalam neraka yang membakar nantinya.

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

#Kembang Janggut-Kutai Kartanegara, Senin sore, 24 Juni 2013#

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Rabu, 24 Juli 2013 pukul 08.00wita.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: