Pengaruh Islam oleh Kerajaan Kutai Kartanegara*

Pengaruh Islam oleh Kerajaan Kutai Kartanegara*

*Oleh Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Sudah hampir lupa pelajaran masa SMP yang mungkin saja pernah membahas tentang Kerajaan Kutai Kartanegara. Sewaktu mendapatkan tawaran kesempatan untuk berkarier di Kalimantan, saya kira akan banyak berhadapan dengan masyarakat Dayak Primitif yang masih belum mengenal agama dengan baik. Namun ternyata anggapan saya salah total, karena ketika sampai di Samarinda, Islamic Centre yang berdiri sangat megah seolah menyambut dengan penuh rasa bahagia.

Perjalanan dilanjutkan hingga sampai di Tenggarong, kota dimana Pusat Pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara berada. Masuk lebih jauh ke area hutan tempat saya bekerja, adalah masih wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Di setiap desa yang lokasinya di tepi-tepi sungai itu, mayoritas memiliki masjid dengan menara yang berdiri indah sumringah.

Ternyata memang demikian, saya baru pahami bahwa setiap suku Kutai, sudah bisa dipastikan mereka umat Muslim. Kemudian, ketika berpindah melewati desa lainnya, barulah ada suku Dayak yang mayoritas beragama Nasrani. Daerah-daerah di Kutai yang saya lewati sepanjang perjalanan menuju Kembang Janggut, dan mayoritas beragama Muslim adalah Desa Pela, Semayang, Kahala, Tuana Tuha, dan Kembang Janggut itu sendiri. Daerah sekitar konsesi perusahaan tempat saya bekerja juga ada yang mayoritas muslim seperti Desa Long Beleh Haloq dan Gunung Sari.

Sungguh ketakjuban yang luar biasa, daerah-daerah yang saya sebutkan di atas adalah daerah-daerah yang cukup terpencil. Transportasi satu-satunya dari Tenggarong (Kabupaten Kutai Kartanegara) adalah menggunakan perahu mesin kecil (Ces atau Long Boat, bisa juga kapal Feri). Islam telah terpancar di daerah-daerah pelosok ini. Saya tak dapat membayangkan bagaimana peran para ulama masa dulu karena ternyata perlombaan seni membaca Al Qur’an pun begitu sering dilaksanakan (Tilawatil Qur’an). Maka, bacaan Al Qur’an yang sangat indah dan sesuai dengan aslinya (makhroj) begitu kental di lidah mukmin daerah pelosok ini.

Terkadang, hampir-hampir mata ini menumpahkan air bahagianya karena dipertemukan dengan pengalaman luar biasa. Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaa ha illallahu, Allahu Akbar!!

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

#Kembang Janggut-Kutai Kartanegara, Ahad sore, 23 Juni 2013#

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Senin, 22 Juli 2013 pukul 08.00wita.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: