Indonesia Lebih Baik Tanpa JIL*

Indonesia Lebih Baik Tanpa JIL*

*Oleh Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Jaringan Islam Liberal (JIL) ini adalah sebuah organisasi yang mengatasnamakan dirinya “Islam” namun membawa konsep yang begitu ambigu, tidak jelas, bahkan menyesatkan. JIL memang bukanlah organisasi sesat yang menyuruh orang menyekutukan Allah secara langsung, tapi ide-idenya banyak mengaburkan hukum-hukum yang telah ditetapkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah.

JIL dengan dedengkotnya Ulil Abshar Abdalla ini memang telah banyak merisaukan berbagai kalangan. Kelompok mereka sebenarnya adalah kumpulan orang-orang yang cerdas akal, namun salah dalam memahami agama Islam yang lurus. Gugatan-gugatan kerap sekali mereka lancarkan, mulai dari meragukan keotentikan ayat Al Qur’an (penafsiran al Qur’an dengan metode hermeunetika yang biasa digunakan untuk menafsirkan Kitab Bible/Injil), hingga gugatan terhadap hak-hak perempuan yang ternyata malah kebablasan. Belum lagi pembelaan yang berlebihan terhadap kaum lesbianisme dan homoseksual.

Banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang mereka lakukan dengan merekonstruksi pemikiran yang telah mapan dan lurus. Yang puncak tertinggi yang paling parah adalah ketika orang-orang JIL ini mengkampanyekan bahwa setiap agama punya pintu surganya masing-masing, layaknya pepatah lama, “Ada seribu jalan menuju Roma”. Mungkin itulah sebabnya mereka dengan bangganya menyematkan nama kelompok mereka dengan Jaringan Islam Liberal. Yakni mengaku Islam, namun menghendaki penafsiran yang bebas, sebebas yang mereka mau.

Alhamdulillah di Jakarta telah massif bergerak #IndonesiaTanpaJIL yang terus meng-counter ide-ide “nyeleneh” dari JIL. Kaum muda, mahasiswa terpelajar, karyawan swasta, hingga para profesional lainnya berduyun-duyun mendukung gerakan ini. Termasuk saya pribadi. Memang benar, Indonesia akan Lebih Baik Tanpa adanya JIL. Titik.

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

#Kembang Janggut-Kutai Kartanegara, Jum’at menjelang tengah malam, 21 Juni 2013#

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Sabtu, 20 Juli 2013 pukul 08.00wita.

Comments
6 Responses to “Indonesia Lebih Baik Tanpa JIL*”
  1. Memang, Indonesia Lebih Baik Tanpa JIL.

  2. Tulisan menarik, namun tidak koheren dengan fakta sejarah pluralisme di Indonesia.

    Gagasan Liberalisme dan Pluralisme, dimulai jauh sebelum JIL ada,.🙂

  3. ismet syaefullah says:

    Iman di kuasai akal, jadinya semobrono…

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: