Masjid Sunyi di Camp Rig SRL

Bismillah..

Kedatanganku pertama kali ke Camp Rig SRL ini tak sempat menunaikan sholat maghrib berjama’ah di masjid areal ini, waktu itu aku masih mandi karena sore hari baru sampai di sini, dan ketinggalan waktu sholat maghrib berjama’ah.

Kemudian pada saat sholat Isya’, barulah aku bersama dengan Pak Bahatrim (supervisor Nursery) berangkat bersama ke masjid Rig. Hm, suasana cukup mencekam, bukan apa-apa, tapi karena memang akses jalan menuju ke masjid ini sangat kurang peneranan alias gelap. Belum lagi lokasi masjid yang memang berada di pojok timur laut berbatasan langsung dengan hutan dan cukup jauh dari rumah mess karyawan.

Ya, masjid di Camp Rig SRL memang cukup memprihatinkan. Lokasi yang tidak strategis, lampu penerangan jalan yang kurang dan bahkan tidak ada, masjid yang cukup kotor karena jarang dipakai, dan tentu saja, jama’ah sholat wajib yang sangat minim. Alhamdulillah masih dipertemukan dengan Pak Jahar dan Pak Sulaiman. Beliau berdua adalah yang paling rajin untuk adzan dan mengimami sholat yang jumlahnya hanya dua sampai empat orang itu. Alhasil, masjid di Rig SRL ini pun tak seratus persen mati dari aktivitas.

Bahagiaku bertambah ketika akan menunaikan ibadah sholat Jum’at perdana di wilayah hutan Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini. Bertemu dengan Pak Suryo (supervisor HSE), aku pun menumpang untuk turut serta menunaikan sholat Jum’at. Aktivitas sholat Jum’at ini yang terdekat hanya bisa kami temui di desa/kecamatan Kembang Janggut yang dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor selama kurang lebih 40 menit lamanya. Subhanallah, inilah tantangannya hidup di tengah hutan, dengan serba keterbatasan, namun syukur Alhamdulillah masih dititipkan ghirah oleh Allah untuk senantiasa istiqomah di jalan lurus-Nya.

Aku begitu gembira dan bahagia dengan kehadiran Pak Bahatrim. Baru di hari kedua menunaikan ibadah sholat fardhu di masjid Camp Rig, Pak Bahatrim sudah menyampaikan keinginan untuk segera melaksanakan bersih-bersih masjid dan mengaktifkan takmir masjid yang memang mati suri. Namun cukup disayangkan, di hari ketiganya, Pak Bahatrim mendapatkan mandat untuk pindah ke Camp Atas di lokasi pembibitan (nursery).

Tinggallah saya dan Pak Jahar yang berencana melanjutkan rencana bersih-bersih bersama Pak Bahatrim itu. Pak Jahar pun menyambut baik, dan rencananya akan mengajak beberapa orang yang biasa aktif sholat jama’ah di masjid seperti Pak Sulaeman, Pak Suryo dan lain-lain.

InsyaAllah, dalam waktu dekat, agenda bersih-bersih masjid ini akan terlaksana. Dan tentu saja, siap memakmurkan masjid sebagai rumah Allah azza wa jalla ^_^

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwah ^_^

Muhammad Joe Sekigawa, A Social Worker, An Activist, A Community Developer, A Great Dreamer, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Alumni Bandung College of Social Welfare, Department of Social Rehabilitation ‘08

Community Investment Staff of PT. Silva Rimba Lestari (Agra Bareksa Group)

Selesai ditulis pada hari Rabu malam, 15 Mei 2013 pukul 19.18wita @Kamar No.2 Mess “Enggang” Karyawan PT. Silva Rimba Lestari District Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Senin, 27 Mei 2013 pukul 08.00wita.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: