Inspiring Young Muslim’s Family: Muda, Berakhlak Mulia, Cerdas, Berjuang di Tanah Rantau

58814_3093384949698_1268475301_n

Saya senang menambahkan teman Facebook yang sedang belajar di luar negeri. Kegemaran saya ini dimulai ketika menemukan milis Beasiswa dan OISAA. Di sana saya mendapatkan begitu banyak jejaring kawan-kawan yang tengah menimba ilmu di luar negeri yang sebagian besarnya adalah memang putra bangsa penerima beasiswa. Keeratan itu bertambah ketika saya juga sempat aktif mendengarkan dan chatting di Radio PPI Dunia. Nah, lengkap sudah jejaring yang telah saya tebarkan, maka, kawan-kawan di dunia jejaring sosial tak begitu asing ketika meng-accept permintaan pertemanan dari saya karena memang sudah terdapat beberapa mutual friend dari jaringan PPI Dunia.

Kali ini, saya ingin berbagi sedikit profile Keluarga Muda yang sangat menginspirasi bagi saya pribadi. Masih muda, tengah belajar di Negeri Mesir, berakhlak mulia, dan sudah mengasuh satu orang bayi mungil. Hm, bukan hal yang mudah lo. Tapi melihat akun mereka yang begitu bahagia menjalani kehidupan ini. Ini sangat inspiring, ya, sangat menginspirasi saya untuk juga bisa menikah pada usia muda, dan tengah menuntut ilmu di luar negeri ^_^

Di sini, saya hanya hendak menempel beberapa foto keluarga bahagia tersebut, yakni Akhina  Aba Aisha As Sakha dan isteri tercinta Ukhti Tsabitah Naqiyah.

Secara pribadi, saya tidak mengenal mereka, belum pernah berinteraksi secara langsung, apalagi bertemu secara Offline. Namun, mereka adalah salah satu young muslim’s family yang menjadi inspirasi bagi saya ^_^

Jika saya saja terinspirasi, semoga Anda, para pembaca juga dapat merasakan semangat dan inspirasi yang sama. Semoga bermanfaat ^_^

NB: Postingan ini telah mendapatkan izin dari Sang Empunya: Akh Aba Aisha As Sakha

PHOTO GALLERIES

58814_3093384949698_1268475301_n === 535463_2990050646405_487405820_n

423803_1978193110599_1500487492_n

420349_2934230250930_203923207_n === 72028_2508989020165_290499672_n

Comments
24 Responses to “Inspiring Young Muslim’s Family: Muda, Berakhlak Mulia, Cerdas, Berjuang di Tanah Rantau”
  1. @endahya says:

    sangat inspiratif…
    salah satu “model” kehidupan keluarga yang saya impikan juga🙂

  2. inspiring bangett … jadi pengen nikah muda😀 heheh

  3. Semoga cepet dpt jodoh mas. Doakan sy juga.. Hehe🙂

  4. akh tomo says:

    Subhanalloh.. semoga bisa menyusul..🙂

  5. Alhamdulillah… inspiring banget! gue jadi pengen cepet-cepet nikah! hehehe :-p

    • HOhohohoo,,,, Ya ya ya, sama nek ngono Mas..😀

      • Tapi gimana ya?! kadang mau nikah yaa.. ragu juga. nikah kan gak gampang, terutama ketika nanti harus berhadapan dengan berbagai masalah rumah tangga😦 ada tips nggak Mas??

        • Ya, keraguan semacam itu memang umum dirasakan oleh para ikhwan (lelaki). Dan yang perlu dicermati, masalah di dalam rumah tangga akan selalu ada, dan yang paling penting adalah kesepahaman dalam memandang masalah dan pola pikir penyelesaiannya.

          Tipsnya:
          1. Saya teringat hadist dari Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam yang mengatakan bahwa wanita itu dinikahi karena empat hal: hartanya, kecantikannya, keturunannya, dan agamanya. Maka, pilihlah yang agamanya paling baik, karena itulah sebaik-baik wanita pilihan..🙂 Dari hadist ini, kita berbicara mengenai bobot seorang wanita ya (kualitas)
          2. Namun jangan lupa, menghendaki keluarga yang SAMARA (Sakinah Mawaddah Warahmah), juga tak terlepas dari kualitas diri kita sendiri (laki-laki), di dalam Al Qur’an pun telah dijelaskan bahwa wanita baik-baik untuk laki-laki yang baik, wanita yang keji untuk laki2 yang keji pula. Maka, kalau mau dapat isteri yang berkualitas,harusnya kita juga berkualitas, tidak beda jauh lah, bahkan lebih dari wanita tersebut karena kita laki-laki adalah pemimpin dari para wanita dan di dalam rumah tangga (beserta anak2 kita)
          3. Mari selalu renungkan pesan Allah yang tertuang di dalam kitabullah, Al Qur’anul Karim, bahwa seseorang tidak akan dengan begitu saja dibiarkan mengatakan “kami beriman”, namun belum ada cobaan yang menerpa dirinya. Maka, sudut pandang yang harus kita bangun bersama bersama isteri kelak ketika berumah tangga adalah sama-sama menyadari bahwa segala cobaan dan himpitan yang menghampiri bahtera rumah tangga adalah area untuk menunjukkan kualitas di hadapan Allah dan sadar betul ujian tersebut untuk menaikkan derajat kita menjadi lebih tinggi lagi. Dan apabila kita telah membulatkan tekad, maka tinggal bertawakkal kepada Allah ^_^

          Salam hangat dan semangat selalu

  6. febrian hadi says:

    Subhaballah banget deh… Benerbener inspiring🙂

  7. Mila says:

    Subhanallah, saya dulu juga bermimpi dipertemukan jodohnya di usia muda … hingga 24 kini, Allah belum mempercayakan saya bertemu dengannya, saya tahu mungkin Allah ingin saya mempersiapkan diri saya sebaik mungkin ketika bertemu kelak [nanti] …🙂

  8. bundamuna says:

    Assalamu’alaikum… salam kenal untuk Ukhti Tsabitah Naqiyah.. sayangnya saya gak punya Facebook, kalau punya pasti bisa kenalan langsung yaa..
    kalau boleh tau, dia juga ikut sekolah dr beasiswa atau hanya menemani suaminya?🙂

    • Wa’alaykumsalam warahmatullahi wabarakaatuh..

      Semoga dibaca sama Teh Tsabitah Naqiyah nya ya Bunda ^^. Hm, sepertinya beliau dapat beasiswa juga Bund, but actually saya juga kurang begitu tahu secara detail he he..

  9. ruangimaji says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb…

    Subhanallah… sungguh posting-an yang inspiratif, semoga bisa menjadi uswah hasanah…

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: