Dua Sisi Mata Uang Idealisme Fresh Graduate

Bismillah Arabic

Fresh Graduate. Sebutan bagi lulusan anyar dari tingkat perguruan tinggi ini seringkali menghadapi dilema yang cukup besar. Satu sisi, ia dengan semangat menggebu menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang ia geluti selama 4 tahun di kampus. Di sisi lain, mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang kuliah yang dipelajari itu tak semudah yang dibayangkan.

Perlu keteguhan hati agar tak dicap pengangguran oleh teman-teman satu angkatan. “Eh, gue udah kerja di bank X, Lo udah kerja di mana Sob?”. Hal seperti ini cukup menjadi tekanan juga. Kawan lama, ketika pertama kali bertemu, tentu yang ditanyakan adalah mengenai aktivitas pekerjaan. Apalagi ketika kita dulunya adalah aktivis, rasanya sebuah aib ketika ternyata kita masih “nganggur”. Padahal, ada poin lain yang lebih dari sekedar “bekerja”.

Ada bias pemahaman bagi mereka yang telah lama bekerja dengan fresh graduate yang baru saja akan bekerja. Bagi saya, semua itu telah saya alami. Baik menjadi “buruh”, maupun menjadi koordinator program. Bukan pekerjaan “kantoran” yang saya cari, bukan pula pekerjaan “mandor” yang cukup mengawasi pekerjaan orang lain. Atau bahkan malu ketika diminta “menyapu” atau “membuat kopi”. Bukan, bukan demikian yang saya maksudkan.

Meski fresh graduate, namun saya bersikeras untuk bisa bekerja pada lingkungan yang benar-benar memakai keahlian seorang sarjana lulusan pekerjaan sosial. Saya ingin pengalaman yang linear. Tidak sekedar pengalaman yang serabutan, karena semua itu telah saya lewati pada masa-masa silam. Baik di tingkat sekolah menengah, maupun kuliah.

Gaji juga bukan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan. Total gaji kotor saya di pekerjaan pertama dalam rentang Oktober-Desember 2012 kemarin mencapai Rp 8.300.000,-. Lalu mengapa saya meninggalkan pekerjaan tersebut? Seperti telah saya katakana sebelumnya, saya hendak mengumpulkan pengalaman kerja yang linear dengan apa yang saya pelajari di kampus. Apakah itu tentang Disaster Risk Management/Reduction, Social Work with Children and Family, Community Development, or Social Policy Analist.

Bidang-bidang tersebut di ataslah yang hendak saya kejar untuk memenuhi CV pengalaman kerja saya ke depan. Bukan untuk gengsi, apalagi untuk memperkaya diri. Namun, masih ada azzam kuat di dalam diri, bahwa beberapa tahun lagi seorang Muhammad Joe Sekigawa insyaAllah mendapatkan tiket beasiswa S-2 ke Negeri Sakura. Inilah yang menjadi OBSESI. Maka, saya biarkan setiap hari OBSESI ini menghantui langkah-langkah saya, hingga ia menjadi mimpi dalam tidur. Kemudian melahirkan energi besar, yang disebut dengan tekad.

Bagi sebagian besar orang, mungkin ini sulit dipahami. Tak terkecuali oleh orang tua dan kakak-kakak di Jawa Timur sana. Ma’e, malah ingin cepat-cepat mengharapkan anaknya memiliki pekerjaan yang tetap, kemudian menikah. Sedangkan kakak, berharap mendapat kabar baik bahwa adiknya telah mandiri dan tak lagi menjadi beban pikiran kedua orang tua.

Namun saya? Malah berbeda adanya. Target di usia 26 tahun mendapatkan beasiswa, dua tahun di luar negeri, dua tahun bekerja keliling Indonesia, dan di usia 30 tahun memulai usaha mandiri. Tak berharap bekerja menjadi bawahan orang lain lagi. Namun bekerja menjadi seorang wirausaha. Lalu menikahnya kapan? InsyaAllah tak mau berlama-lama lagi . . . ^_^

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwah by Muhammad Joe Sekigawa, SST

Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

A Social Worker fresh graduated from Bandung College of Social Welfare (BCSW), Department of Social Rehabilitation

Staf Divisi Kaderisasi KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) STKS Bandung

A Team 5 Coordinator for The Book of Dreams project

Staf Divisi Disaster Risk Management (DRM) PKPU Pusat.

Staf Ahli Bidang Relasi Publik, Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI) masa bhakti 2012-2013

Selesai ditulis pada hari Ahad sore, 05 Jumadil Awal 1434 Hijriah/ 17 Maret 2013 at 16.30wib @Kostan Peradaban, Jl.Swadaya II-C No.56-C Tanjung Barat, Jagakarsa-Jakarta Selatan

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: