Lembaran Awal Eksistensi FORKOMKASI

Header Group FORKOMKASI 2013

Bismillah Arabic

Berawal dari perasaan senasib sepenanggungan sebagai Mahasiswa Pekerjaan Sosial atau Ilmu Kesejahteraan Sosial, maka 16 kampus/universitas/perguruan tinggi dari penjuru wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia waktu itu mendeklarasikan satu wadah bersama bernamakan FORKOMKASI alias Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia, dengan ketua Umum adalah Achmad Hilman Musanna dari Universitas Padjajaran (UNPAD).

Rabu, 30 Maret 2011 di Graha Insan Cita, Depok-Jawa Barat. Tonggak sejarah baru telah ditancapkan dengan terbentuknya Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI).

Pada bulan Maret 2013 ini, FORKOMKASI telah hampir genap di usianya yang ke-2. Dalam ajaran agama Islam, usia dua tahun adalah usia dimana ia telah harus disapih dari ibunya. Bagaimana dengan FORKOMKASI?

Gaya kepemimpinan orang memang berbeda-beda. Namun, paling tidak, Mas Hilman (Ketua DF FORKOMKASI pertama) dan Mas Agung Prastowo (Ketua DF FORKOMKASI sekarang) adalah orang yang sama-sama mengetahui dari awal tentang urgensi dibentuknya FORKOMKASI ini.

Pengurus FORKOMKASI masa bhakti 2012-2013Di sini (baca: FORKOMKASI), tak ada superioritas universitas/kampus/perguruan tinggi, tidak ada kepentingan organisasi lain yang dibawa masuk, tak ada pula niat-niat tuk pribadinya sendiri. Namun, FORKOMKASI terbentuk dan ada, adalah guna menjadi wadah yang menjembatani komunikasi efektif antara mahasiswa Kesejahteraan Sosial di seluruh Indonesia.

Kita sadari bersama bahwa Profesi Pekerjaan Sosial masih begitu minim dimengerti oleh masyarakat Indonesia. Jangankan masyarakat, lha wong kita sendiri saja, sebagai calon sarjana Pekerjaan Sosial, masih banyak yang masih belum ngeh dengan apa yang tengah kita pelajari. Kalau yang kita pelajari saja masih belum ngeh, apalagi berbicara pada tataran kontribusi? Tentu masih sangat minim adanya.

Kita tidak sedang ingin menjelek-jelekkan jurusan yang tengah kita ambil dan pelajari di dalamnya. Namun, hanya memaparkan sebuah realita yang terkadang bahkan amat sering kita terlampau cuek untuk memikirkannya. Ujung-ujungnya, “mau kerja apa saja, yang penting tidak nganggur”, begitu mungkin yang ada di benak kawan-kawan sekalian ketika belum memahami urgensi pengakuan profesi kita. Ya, profesi kita, as a [professional] social worker.

Berangkat dari kegalauan, yang kemudian tumbuh menjadi sebuah kepedulian. Ya, peduli karena kita memang tidak bisa berdiri sendiri. Berita yang saya lansir dari website resmi Kementerian Sosial RI, disebutkan di sana bahwa Negara Indonesia membutuhkan 155 ribu Pekerja Sosial siap pakai di lapangan, namun saat ini yang tersedia baru sebesar 15 ribu saja. Bayangkan, masih begitu besar gap antara mereka yang berpraktik sebagai pekerja sosial, dengan mereka [yang notabene alumni Kesejahteraan Sosial], namun enggan tuk berpraktik sebagai pekerja sosial. Padahal, jika dirunut ke belakang, kampus-kampus pencetak Pekerja Sosial ini berjumlah 30-an, dengan rata-rata lama berdiri sudah 40 tahun-an.

Header Group FORKOMKASI 2013

What’s happen to the alumni social welfare student?

Nah, oleh karenanya. Di sinilah kita berdiri. Bersama-sama, menggenggam erat mimpi, bahwa Negara Indonesia yang kita cintai bersama ini mampu mensejahterakan rakyatnya. Dimulai dari hal terkecil, dimulai dari diri kita, diri kita sebagai agen perubahan, Sebagai Pekerja Sosial Profesional.

Melalui FORKOMKASI. Sesungguhnya kita tengah membangun satu bagian bangunan, dimana stakeholder lain juga tengah membangunnya, untuk profesi kita. IPSPI (Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia), IPPSI (Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia), DNIKS (Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial), FK-PSM (Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat), bahkan hingga Kementerian Sosial RI. Kita bersama-sama, turut membangun sistem untuk mewujudkan profesi Pekerja Sosial yang diakui, dan dirasakan manfaatnya secara langsung bagi beneficiaries.

Masing-masing kita punya kelebihan, dan masing-masing kita juga memiliki kelemahan. Dengan berbagi dan juga bersinergi. Saya kira FORKOMKASI akan tumbuh menjadi organisasi besar yang tak lagi sibuk memikirkan keberlangsungan hidup organisasinya, namun ia telah sibuk untuk memikirkan keberlanjutan kesejahteraan rakyat masyarakat Indonesia ke depannya.

Saya pribadi, saya akui, saya tak begitu pandai untuk memimpin, saya lebih senang bekerja di balik layar, berkontribusi di sisi konseptual, jaringan, dan komunikasi dunia maya. Tentu, temen-temen yang lain punya kelebihan yang lebih lagi untuk benar-benar dapat disinergikan untuk memandirikan FORKOMKASI dan berkontribusi nyata untuk negeri.

Agung PrastowoMohon maaf atas segala kekurangan selama masa kepengurusan 2012-2013. Tak ada gading yang tak retak, maka sebaik-baik kita adalah yang mau menerima masukan untuk perbaikan, dan sekaligus menjadi insan pemberi kritik dan saran yang membangun.

NB: Tulisan ini merupakan Tribute to Mas Agung Prastowo (Ketua DF FORKOMKASI periode 2012-2013). Beliau sosok pemimpin yang luar biasa. Dengan segala keterbatasan yang ada, sinergi yang masih tertunda-tunda, namun semangat membara itu membawa kapal bernamakan FORKOMKASI ini terus berlayar, tak kehilangan arahnya. Dengan sekuat tenaga menyusun dan menghimpun tenaga baru lagi untuk menyeberangi pulau-pulau di sekitarnya, dengan membawa pelita bernamakan KESEJAHTERAAN SOSIAL.

Joe STKS BdgSalam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwah by Muhammad Joe Sekigawa, SST

Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

A Social Worker fresh graduated from Bandung College of Social Welfare (BCSW), Department of Social Rehabilitation 2008

A Team 5 Coordinator for The Book of Dreams project

Staf Ahli Bidang Relasi Publik, Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI) masa bhakti 2012-2013

Selesai ditulis pada hari Sabtu siang, 04 Jumadil Awal 1434 Hijriah/ 16 Maret 2013 at 13.20wib @Ruang Kantor DRM-PDG PKPU Pusat. Jl Raya Condet No.12 Batu Ampar, Jakarta Timur.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: