Beginilah Suasana Kerja yang Diimpikan

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaa ha illallahu allahu akbar!

Bagaimana saya bisa bersyukur ketika keinginan-keinginan selama ini senantiasa dikabulkan oleh-Nya. Tidak semua keinginan memang, dan ini bagian dari realistisitas pemikiran. Kadang kita menyukai sesuatu, padahal Allah sangat membencinya, begitu pula sebaliknya, kita teramat sangat membenci sesuatu, padahal Allah sangat menyukainya (lihat Q.S Al Baqarah: 216). Jadi jangan sampai salah ambil langkah ya. Dan selalu saja kita ingat firman agung-Nya, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Q.S Ibrahim: 7).

Semenjak hari Senin lalu (14/1) saya sudah mulai masuk kerja di kantor pkpu. Diawali dengan kegiatan Salam Pagi yang memang selalu dilaksanakan pada setiap hari Kamis untuk menambah semangat para pegawai pkpu serta menyebarluaskan informasi-informasi penting terkait target dan pencapaian pkpu. Khas sebuah lembaga sosial berbasis keagamaan, maka tindak tanduk, aturan, dan suasana kerja pun diatur sedemikian rupa hingga ia memang layak disebut sebagai pola hidup masyarakat muslim.

Motto DRM: Menerobos Tanpa Menunggu

Motto DRM: Menerobos Tanpa Menunggu

Ya, di sini (baca: pkpu) memang tak dapat saya temukan sama sekali diantaranya karyawatinya yang tidak menutup hijab secara sempurna (hijab besar/lebar, kemeja lengan panjang, rok hingga menutup mata kaki), sedangkan sebagian besar karyawannya adalah mereka yang berjanggut tipis hingga tebal, baik yang muda maupun yang sudah senior.

Jangan heran juga kalau saat waktu sholat fardhu telah masuk, maka mushola di dekat kantor (karena tidak ada masjid di dekat kantor) selalu hampir penuh tempatnya. Para laki-laki telah sadar (tanpa dipaksa) untuk menunaikan sholat fardhu di mushola/masjid, sedangkan para akhwat (baca: perempuan) dibuatkan tempat sholat khusus di dalam area kantor.

Suasana kerja yang saya rasakan juga cukup berbeda dengan tempat-tempat kerja sebelumnya. Di pkpu ini suasananya lebih egaliter, tidak ada senioritas dan junioritas kecuali dalam hal membagikan ilmunya (yang lebih kaya pengalamannya membagi kepada yang baru masuk). Suasana yang dibangun, bahkan antara OB (office boy), dengan pimpinan tertinggi pun biasa saja, kami berinteraksi layaknya teman. Tapi tentu dengan batas-batas kesopanan yang sewajarnya.

Yang cukup mengesankan saya adalah ketika saya yang masih baru ini, dibuat nyaman di tempat kerja. Mereka sangat welcome untuk memberi tahu apa-apa yang tidak saya ketahui, kemudian juga dengan pemakluman tinggi jika saya masih gagap dalam melaksanakan sesuatu, khususnya di spesifikasi tugas pekerjaan saya sendiri, mereka telaten membimbing. Subhanallah.

Maka, saya pun cukup nyaman menikmati proses pekerjaan di pkpu ini. Di satu sisi memang telah saya impikan lingkungan kerja semacam ini, di sisi lain gayung pun bersambut. Tidak ada kekecewaan sama sekali.

Terkait etos kerja, jangan dikira. Pegawai pkpu ini bekerja tidak untuk menumpuk kekayaan semata, melainkan untuk berkarya, bekerja untuk negeri, dan totalitas dalam memberikan pelayanan. Melihat mereka bekerja hingga larut malam bukanlah suatu hal yang aneh, yang sering menginap di kantor juga banyak kok. Dan itu semua bukan untuk menumpuk kekayaan, tapi semangat berkontribusi, dan tentu niat untuk membantu orang dan berharap Allah sebagai sebaik-baik pemberi balasan. Jadi alasannya adalah untuk menumpuk amal, bukan uang real (baca: mata uang Arab Saudi), apalagi recehan he he he.

Melewati empat hari kerja ini, saya pun selalu pulang malam, ba’da maghrib, jam delapan malam, jam Sembilan malam, dan terakhir, tadi malam menginap di kantor. Tanpa beban, yang ada adalah rasa senang, karena saya tidak sendirian. Bahkan ada beberapa akhwat di bagian medis pun yang juga menginap di kantor untuk deadline bantuan medis bagi korban banjir yang harus selesai pagi ini (Jumuah, 18/1/2013). Ruuuuaarrrr biasooo ^_^b

Hm.. Ada satu lagi yang cukup mengesankan Kawan-kawan, apakah itu? Yakni kebiasaan lembur tersebut, meskipun ada juga perhitungan kerja lembur, namun banyak pula yang tidak mengambil atau mengisi form lemburnya. Dan memang hitungan uang lemburnya juga tidak besar, sangat berbeda jauh dengan tempat kerja di perusahaan yang dulu pernah saya jalani. Tapi ya itulah yang luar biasanya dari para ikhwah fi sabilillah ini, mereka kerjanya sangat rajin, tidak malas-malasan, dan selalu proaktif dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat, bernaungan Lembaga Kemanusiaan Nasional Pos Keadilan Peduli Ummat. Allahu Akbar!!!

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwah by Muhammad Joe Sekigawa, SST

Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

A Social Worker fresh graduated from Bandung College of Social Welfare (BCSW), Department of Social Rehabilitation

Staf Departemen Disaster Risk Management (DRM) Pos Keadilan Peduli Ummat (pkpu) Pusat.

Staf Ahli Bidang Relasi Publik, Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI) masa bhakti 2012-2013

Selesai ditulis pada hari Jumuah pagi, 06 Rabiul Awal 1434 Hijriah/ 18 Januari 2013 at 07.30wib @Kantor PDG PKPU Jl Raya Condet No.12, Jakarta Timur.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: