Rangkai Narasi Menuju DRM PKPU Pusat_03: Sesi Wawancara yang Tidak Tuntas

Basmalah

Waktu interview itu pun tiba. Kamis pagi, 19 Safar 1434 Hijriah/ 03 Januari 2013 adalah jadwal saya untuk interview dengan pihak PKPU Pusat yang bertempat di Graha Peduli PKPU, Condet-Jakarta Timur.

Tak mau telat walau semenit pun, saya pun sejak pukul 07.00wib telah bersiap berangkat dari kostan. Kemudian, memang benar, pukul 07.30wib saya sudah tiba dan lokasi. Tidak langsung masuk ke kantor PKPU, karena janjinya memang interview dilaksanakan pukul 09.00wib. Saya jauh hari sebelumnya sudah merencanakan demikian. Yakni tak jauh dari Kantor PKPU ini terdapat masjid, dan saya menunaikan sholat Dhuha serta tilawah Al Qur’an di sana.

Ya, masjid memang tempat paling nyaman untuk beristirahat, membaca buku atau tilawah Al Qur’an, dan tentu saja melaksanakan sholat baik sunnah maupun wajib.

Pukul 08.30wib, saya menuju kantor PKPU, sudah membuka pintu, ternyata begitu ramai di dalamnya, (karena dasarnya saya adalah orang yang pemalu) maka saya pun mengurungkan niat untuk masuk ke dalam. Lagipula terlihat oleh saya tempat duduknya juga penuh, dan waktu janjian juga masih pukul 09.00wib nanti.

Saya pun menuju ke arah satpam yang tengah mengatur parkir kendaraan karyawan PKPU. “Iya Pak, kalau hari Kamis pagi memang selalu ramai seperti ini, ada sesi meeting rutin”, demikian ungkap keterangan dari Satpam yang saya tahu namanya Pak Dadi. Saya pun melanjutkan perbincangan ke hal-hal yang lainnya, sembari menghabiskan waktu. Dan ketika pukul 08.50wib saya pun masuk, dan orang di ruang tamu sudah tak begitu ramai lagi.

Ternyata tidak hanya saya saja yang mendapatkan jadwal interview hari Kamis itu. Ada mas  (waduh lupa namanya) fresh graduate dari UIN Syahida Jakarta. Kemudian ada pula Akh Mukhlis yang telah berpengalaman di bidang pembuatan program Rumah Zakat.

Tak begitu banyak yang saya bicarakan dengan mas (yang lupa namanya) itu karena tak beberapa lama kemudian, beliau dipanggil untuk masuk wawancara. Namun, saya tahu bahwa beliau akan interview untuk bagian IT/Sistem Informasi PKPU. Beda lagi dengan Akh Mukhlis, beliau adalah orang easy going, beliau pula yang menyapa saya terlebih dahulu, kemudian mengalirkan perbincangan di antara kami berdua.

Pembicaraan dengan Akh Mukhlis mulai dari asal kampus, tempat tinggal, pengalaman pekerjaan, alasan pindah kerja, hingga ke masalah pernikahan. Sampai-sampai kendala menjelang beliau menikah pun diceritakan. Yang awalnya, dari sindiran sich. “Akh, antum sudah berkeluarga?”, tiba-tiba tanya Akh Mukhlis. “Belum Akh”, jawab saya. Kemudian beliau menimpali lagi, “Memang usia antum berapa sekarang Akh?” dan saya pun menjawab, “24 Tahun Akh”. Langsung beliau nyeletuk, “Lah, 24 tahun kok belum nikah?”. Jedddaaarrrrr!! Pertanyaan retoris yang sungguh mengena.

Hohohoho, di situlah uniknya beliau. Memang sudah pada dasarnya orang yang mudah bergaul ya. Dan dalam waktu sekejap pun kami sudah seperti layaknya kawan dekat yang lama tidak berjumpa. Memang inilah indahnya Tarbiyah, memahamkan kita akan makna ukhuwah, persaudaraan hakiki dalam Islam. “Innamal mu’minu ikhwah . . ./ Orang-orang mukmin itu sesungguhnya bersaudara. . . .” (Q.S Al Hujuraat: 10).

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 10.00wib, dan saya pun mendapatkan kesempatan interview tersebut meninggalkan Akh Mukhlis sendirian yang masih menunggu dipanggil juga.

Saya memang telah beberapa kali mengikuti interview, apakah itu terkait perihal urusan akademik kampus, maupun pekerjaan. Maka, tak ada yang saya khawatirkan selain perasaan mantap bahwa saya memang layak dipekerjakan di DRM PKPU ini. Dan benarlah demikian adanya. Alhamdulillah, segala puja dan puji syukur memang hanya layak dihaturkan kepada Rabb alam semesta beserta seluruh isinya, Allah subhanahu wata’ala. Wawancara pertama dapat saya lalui dengan lancar dan tanpa terbata-bata. Teringat doa Nabi Musa alayhi salam, “Berkata Musa:Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (Q.S Thahaa: 25-28).

Namun, dijelaskan oleh pihak HRD PKPU bahwa sebenarnya ada dua sesi wawancara, dan wawancara kedua setelah dengan pihak HRD adalah langsung dengan Manajer DRM PKPU, Ustadz Muhammad Kaimuddin. Tapi sayangnya, beliau hari itu belum tiba dari Rakhine-Myanmar (misi kemanusiaan untuk muslim Rohingya). Ya, DRM PKPU memang tengah membantu saudara-saudara kita muslim Rohingya di Myanmar sana.

Doa saya, semoga maksimal hari Senin nanti (23 Safar 1434 Hijriah/ 07 Januari 2013) panggilan wawancara dengan Ustadz Muhammad Kaimudin dapat terlaksana. Aaamiiinn

To be continued . . ..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwah by Muhammad Joe Sekigawa, SST

Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

A Social Worker fresh graduated from Bandung College of Social Welfare (BCSW), Department of Social Rehabilitation

Reporting and Emergency Response Equipment Management at DRM (Disaster Risk Management) Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU)

Staf Ahli Bidang Relasi Publik, Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI) masa bhakti 2012-2013

Selesai ditulis pada hari Jumuah pagi, 20 Safar 1434 Hijriah/ 04 Januari 2013 at 11.00wib @Kantor PeDe Corp, Jl. Swadaya II-C No.56 C Tanjung Barat, Jagakarsa-Jakarta Selatan 12530

Comments
2 Responses to “Rangkai Narasi Menuju DRM PKPU Pusat_03: Sesi Wawancara yang Tidak Tuntas”
  1. genthuk says:

    bisa ketemuan nich, ana di pkpu surabaya

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: