Menghadiri Hajatan S2 KS UI_Seminar Pekerjaan Sosial di Sektor Industri

Sore kemarin itu, masih di tengah kesibukan yang sama –dalam sebulan terakhir-, saya dapati sms dari salah seorang kawan alumni Kessos UNPAD yang kini tengah menimba ilmu lebih tinggi –Pascasarjana Kessos- di Universitas Indonesia tentang agenda seminar hari ini (Rabu, 14/11). Hampir saja saya terlupa akan hal ini. Seperti biasa, senang menyampaikan informasi, namun seringkali terlupa acara apakah itu, hingga ketika banyak yang mengkonfirmasi via sms ke HP, harus saya tanyakan kembali, agenda apakah yang tengah dimaksud? Barulah kemudian bisa nyambung alias connect kembali he he he . . .

Hajatan ini digelar oleh kawan-kawan pascasarjana Kessos UI dengan mengambil judul “Pekerja Sosial di Sektor Industri: Peluang dan Tantangan”, menghadirkan beberapa pembicara berkompeten di bidangnya. Dipandu oleh Mbak Nurul Eka Hidayati, M.Si –Sekjen IPSPI/Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia- menghadirkan pembicara sebagai berikut:

  1. Bapak Drs. Rachmat Sutarnas Marpaung, M.Sc., GPHR., CSEP (Senior Manager HR and Sevices, Premier Oil Natuna Sea BV Indonesia)
  2. Kang Tonton Haryanto. S.Sos (Social Program Coordinator PT. Accor Asia Pasific Corporation)
  3. Ibu Indra Lestari Fawzi (Dosen Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI)

Dari ketiga pemateri handal di atas, sebenarnya sangat banyak sekali yang bisa dituliskan, namun sepertinya saya tidak sempat untuk menuliskan hasilnya secara lengkap. Maka, saya hanya akan memaparkan poin-poin pentingnya saja sehingga dapat mudah ditangkap dan dimengerti oleh pembaca awam di bidang Peksos Industri sekalipun.

Pemateri#1 Drs. Rachmat Sutarnas Marpaung, M.Sc., GPHR., CSEP

Sungguh menarik sekali apa yang disampaikan oleh Pak Rachmat di kesempatan pertama beliau memaparkan materi. Agenda presentasi yang dibawakan beliau antara lain: 1)objectives, 2)definition, 3)where could social workers play their role in industrial setting?, 4)why should industry employ social workers?, 5)when is social worker needed?, 6)how do social workers play their roles?, 7)SWOT analysis, and 8)who is responsible to overcome the challenges and threats?. Ho ho ho ho, 95% Mr. Rachmat handout presentation was in English. But, it’s okay, Pak Rachmat menyampaikan presentasinya dalam bahasa Indonesia kok. 😉

How do social workers play their roles? Ini menarik untuk saya share, yakni peranan pekerja sosial di sektor Industri menurut Pak Rachmat dapat dibagi ke dalam empat kuadran. Kuadran pertama dengan simbol E (work as an Employee in a company or factory), kuadran kedua dengan simbol B (Build your own company or consulting firm), kuadran ketiga dengan simbol S (work as an independent consultant or Self employee), dan kuadran terakhir dengan simbol I (Invest your money to develop somebody elses company or consulting firm).

Pak Rachmat juga membagikan ilmunya tentang types of services that social workers could provide yaitu: 1)child care, 2)retirement plan, 3)employee empowerment program, 4)welfare improvement program, dan juga 5)advocacy. Kelima hal tersebut semuanya mengarah pada employees social functioning.

Dan akhirnya sampai pada kesimpulan dari Pak Rachmat bahwa social workers have an opportunity to play important roles in industrial sector as long as we are able to face the challenges and overcome the threats.

Pemateri#2 Kang Tonton Haryanto. S.Sos

Kang Tonton lebih banyak bercerita mengenai kiprah beliau di bidang CSR or Corporate Social Responsibility. Program unggulan yang telah ditelurkan oleh Kang Tonton di perusahaannya adalah program A Tree for A Child, yang hingga saat ini tidak hanya berfokus pada isu lingkungan semata, namun dikemas dengan apik dan menarik.

Kang Tonton menceritakan bahwa dirinya yang as a social worker, memang berbeda dari kawan-kawan di divisinya yang waktu itu kebanyakan bukan orang lulusan kessos. Dari sanalah karier Kang Tonton bermula dan telah menunjukkan performa yang luar biasa. Bahkan awalnya yang perusahaan masih menyediakan dana sedikit untuk program CSR yang berkelanjutan, saat ini dengan mudahnya mereka mengeluarkan dana tersebut –setelah melihat hasilnya memuaskan- untuk kepentingan masyarakat. Setelah ditelisik lebih jauh, ternyata Kang Tonton mampu membuka mata perusahaan bahwa terdapat banyak resource yang bisa dimanfaatkan dan dirupakan menjadi uang yang jumlahnya cukup lumayan, untuk diarahkan pada program kegiatan sosial kemasyarakatan. Di sini Kang Tonton dengan cantik memerankan broker sebagai salah satu peranan Pekerja Sosial.

Untuk mendorong lebih banyaknya Mahasiswa Pekerjaan Sosial yang nantinya dapat berkiprah di sektor Industri, perusahaan tempat Kang Tonton bekerja pun sudah beliau kondisikan –advokasi- agar menerima mahasiswa magang di perusahaan tersebut. Dan hal tersebut telah berjalan mulai pada tahun 2009 silam. Untuk tahun-tahun sekarang, Kang Tonton juga membuka pintu lebar-lebar jika ada mahasiswa yang hendak magang di PT. Accor Asia Pasific. Selain itu, Kang Tonton yang tergabung dalam Indonesia Business Link juga gemar sekali memperkenalkan dan mempromosikan profesi Pekerja Sosial kepada para stakeholder terkait.

Pemateri#3 Ibu Indra Lestari Fawzi

Ibu Indra lebih banyak berbicara secara teoritis karena memang fungsi beliau sebagai akademisi. Beliau memaparkan bahwa penamaan Occupational Social Work lebih tepat digunakan dalam menyebut PSI (Pekerja Sosial Industri) daripada Industrial Social Work, karena OSW lebih luas ruang lingkupnya untuk semua lingkungan kerja apapun.

Adapun lima jenis model pelayanan Pekerja Sosial Industri (PSI) antara lain sebagai berikut:

  1. The employee assistance model. Pelayanan yang terdiri dari kebijakan, prosedur, dan berorientasi pada konseling untuk mengidentifikasi dan merespon pekerja/pegawai dengan masalah-masalah personal, emosional dan perilaku, khususnya terkait dengan kinerjanya dalam bekerja. Di sini, klien utamanya adalah individu/pegawai/karyawan.
  2. The employer-work organization service model. Model ini berorientasi untuk mempromosikan kebijakan umum dan pelayanan-pelayanan yang sensitif untuk kepentingan dan kebutuhan angkatan kerja. Klien utamanya yaitu perusahaan.
  3. The customer-service model. Pelayanan kepada para pengguna jasa/produk yang dihasilkan oleh perusahaan-masyarakat, organisasi yang terkait dengan jasa/produk yang dihasilkan.
  4. The corporate public-involvement model. Praktik yang dirancang untuk membantu perusahaan dan bisnis untuk berkomitmen terhadap kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat dimana mereka berada karena adanya dampak perusahaan terhadap kehidupan masyarakat sekitar.
  5. The work related public policy model. Memformulasikan, mengidentifikasi, menganalisis, mengadvokasi kebijakan-kebijakan, pelayanan-pelayanan dan program-program pemerintah yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi dunia kerja.

*****

Penyimpulan dari pembahasan Seminar Pekerja Sosial di sektor Industri ini yaitu:

  • Perusahaan membutuhkan peranan pekerja sosial, namun masih banyak sekali perusahaan yang harus kita sadarkan. Caranya ya dengan kita promosikan kepada mereka (baca: perusahaan) dengan memperlihatkan program-program sosial unggulan yang bisa kita ciptakan untuk perusahaan.
  • CSR officer di dalam struktur perusahaan (baca: karyawan tetap) jumlahnya sangat terbatas, maka jangan terlalu berharap akan bisa berpraktik langsung di dalam perusahaan skala besar, langsung sebagai Pekerja Sosial Industri. Namun banyak jalan masuk lainnya, contohnya dengan menjadi pendamping lapangan program CSR di perusahaan tersebut, dan masih banyak yang lainnya.
  • Perlu dipahami bahwa CSR bukan monopoli milik Pekerja Sosial, maka persaingan dengan beberapa bidang keilmuan lain senantiasa berjalan. Maka, konsekuensi kita adalah dengan mempertinggi ilmu dan keterampilan pekerjaan sosial secara baik.
  • Bahasa inggris menjadi satu modal mendasar namun juga sangat penting ketika menginginkan berkarier di perusahaan besar (baca: multnasional) sebagai Pekerja Sosial Industri.

Alhamdulillah sharing dari saya telah sampai pada akhirnya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua. Tak lupa saya juga telah upload galeri foto kegiatan Seminar Umum tadi sore. Narsis biar eksis, begitu kata anak muda zaman sekarang 😀

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwah by Muhammad Joe Sekigawa, SST

Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

A Social Worker fresh graduated from Bandung College of Social Welfare (BCSW), Department of Social Rehabilitation

Corporate Development Manager at PeDe Corp Jakarta

Staf Ahli Bidang Relasi Publik, Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI) masa bhakti 2012-2013

Ketua Umum BSO Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) STKS Bandung masa bhakti April s.d Oktober 2012

Selesai ditulis pada hari Rabu malam, 14 November 2012 at 22.40wib @Kamar Kost Peradaban, Jl. Swadaya II C No.56 Tanjung Barat-Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

G A L L E R I E S

===

===

===

===

===

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: