KIA oh KIA 2012

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Layaknya kisah yang tak mau terlupakan, demikian juga tentang statusku saat ini. KIA sayang, KIA yang tak kunjung usai pengerjannya. Kisah kasih, ketidaksemangatan, keterpurukan, dan semangat tinggi atas ingin cepatnya proses kelulusan menjadi satu jalan cerita sendiri yang mewarnai kehidupanku selama ini. KIA merupakan kepanjangan dari Karya Ilmiah Akhir yang notabene pengerjaannya menjadi kewajiban bagi mahasiswa D-IV yang ingin lulus dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung yang juga merupakan satu-satunya kampus di bawah Kementerian Sosial RI ini.

Awal Muawal

Maret 2012 lalu beberapa judul telah diajukan ke pihak penyeleksi judul KIA dari Jurusan Rehsos (rehabilitasi sosial), dan taraaaa, judul pertama tentang Keluarga Eks Kusta ditolak, dan korban banjir Bengawan Solo di Bojonegoro diterima. Jadilah memulai penyusunan proposal tentang Resiliensi Keluarga Korban Bencana Banjir di Kabupaten Bojonegoro. Proses yang amat sangat panjang, hingga Juni 2012 barulah direstui untuk terjun ke lapangan.

Bojonegoro Kota Kenangan

Setengah hati, itulah yang masih terus terngiang di dalam kepala mungilku. Bagaimana tidak, masih saja rasanya tak benar-benar ‘menikmati’ rangkaian proses penelitian KIA ini. Entah kenapa? Apakah ini tanda-tanda kegalauan dari dari mahasiswa tingkat akhir? Kudengar Kak Alam, Kak Adi, Kang Asep yang merupakan beberapa orang kakak kelas inspiratifku juga demikian (baca: lambat dalam penyelesaian KIA-nya).

Hm, namun bukan berarti kemudian aku main-main dalam mengerjakannya. Badan Kesbanglinmas telah kusambangi dan aku dapat mengantongi enam amplop surat izin yang tertutup rapi untuk beberapa kantor dinas kabupaten dan beberapa kecamatan. Sebut saja mulai dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah); Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial; Dinas Kesehatan, dan tiga kecamatan lokasi penelitian (Bojonegoro, Kalitidu, dan Balen).

Tak patut diakui mahasiswa STKS Bandung jika ia sulit untuk berinteraksi dengan sistem-sistem sumber yang ada he he. BPBD pun dengan ramahnya memberikan data-data yang kuperlukan terkait bencana banjir Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, lengkap dengan taksir kerugian mulai kejadian tahun 2009 hingga 2012. Dinas Sosial juga membuka pintu kantornya dengan lebar untuk kumasuki dan bertanya-tanya banyak tentang aliran dana bantuan kepada para korban bencana tersebut.

Pun demikian, masih entah kenapa hati ini masih saja tidak mantap. Setengah itu masih enggan lari dari tempat asalnya. Ya, langkah tetap harus diayun dengan jadwal pribadi yang telah dipasang besar di wallpaper laptop ASUS X44C ku. Senangnya masih menyibukkan di hal-hal lainnya, dan kali ini DPD PKS Kota Bojonegoro menjadi tujuan aktivitas kesehariannya he he.

Pindah Haluan

Beberapa lokasi penelitian telah kusambangi dan ahhhh, lagi-lagi masih saja kurang meyakinkan. Krenteg hati rasanya berontak, mengapa? Karena ternyata para keluarga korban banjir Bengawan Solo itu hanya kemasukan air setingi mata kaki saja, dan lebih parahnya lagi, kejadian terakhir adalah di akhir tahun 2011 kemarin. Hufffttt. . . Memikirkan solusi yang lain. Dan tertemukanlah ia, dari Bencana Banjir Bengawan Solo menjadi Bencana Banjir Bandang, ini lebih ‘seksi’ dan lebih updated kejadian bencananya. Alhamdulillah, masih ada jalan keluar ya Rabb

New Experiences in Smallest Village

Luar biasa, tidak rugi mengubah judul ke bencana Banjir Bandang. Pada akhirnya aku dipertemukan dengan desa Padangan kecamatan Padangan di ujung Barat Wilayah Kabupaten Bojonegoro (dekat Cepu Jawa Tengah), desa Kedungsumber kecamatan Temayang di ujung Selatan (dekat Ngnajuk), dan desa Bobol kecamatan Sekar di ujung Barat Daya (dekat Ngawi dan Madiun). Enam tahun tinggal di kota ini (baca: Bojonegoro) belum pernah sekalipun menelisik hingga ke pelosok desa tersebut, dan dengan kesempatan pengumpulan data penelitian KIA ini, terjamah jugalah tanah tiga tempat tersebut. Selalu ada hikmah dari setiap rencana-Mu ya Allah.

Charger Semangat

Nah, di penutup tulisan singkat ini. Sekedar ingin berbagi, bahwa segala yang telah terlewati dalam beberapa waktu ini (baca: masa proses pengumpulan data penelitian KIA), naik turunnya semangat itu sudah biasa, dan insyaAllah mulai sekarang sudah ON lagi. Segala puja dan puji syukur hanya bagi Allah azza wa jalla ^_^

Salam hangat dan semangat selalu by Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

An Undergraduate Student of Bandung College of Social Welfare (BCSW), Department of Social Rehabilitation 2008

Staf Ahli DF FORKOMKASI (Forum  Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia) Bidang Relasi Publik masa bhakti 2012-2013

Selesai ditulis pada Senin malam, 09 Juli 2012 at 22.10wib @Scorpion Net, Kota Bojonegoro-Jawa Timur

Comments
6 Responses to “KIA oh KIA 2012”
  1. Mas, kok rada susah ya baca tulisannya karena bertabrakan dengan wallpaper di belakang tuh. Hehe…

    Salam dari Palembang…

  2. Pemandangan nya bagus itu bro.
    Indah betul di daerah mana itu?

  3. Bang, konten website anda menurut pendapat ane bagus, coz orisinil.
    Menarik, buat menghimpun mhs yg lainnya.

    Tapi tampilan web nyo kurang anyar mas bro.
    kalo ente mau ane bisa bikinin web yang yahoodbuatab anak negeri buat ente gratis , nga perlu bayar, hari gini berbayar capek deh. Pake hosting gratis juga. hhe

    Sukses terus buat mas Bro.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: