Organisasi, KIA, dan Dakwah

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Subhanallah. Waktu berjalan dengan begitu cepatnya dan detik-detik itu pun telah berlalu menjadi hitungan hari hingga saat ini bilangan tahun telah terlampaui. Masih teringat jelas dalam pikiran pertama kali diri ini bersinggungan dengan aktivitas tulis menulis di dunia maya. HP SE W830i menjadi saksi atas jalannya secuil kisah-kisah perjalanan hidup yang terdokumentasikan. Berlanjut ke tahun 2008, kisah-kisah hidup ini terpindahkan menempati ruangan gratis dari WordPress.com hingga saat ini. Inilah lembaran-lembaran kisah yang patut disyukuri, nikmat-Nya benar-benar tak dapat hamba pungkiri ya Rabb.

Masih tidak melenceng dari orientasi awal, telah banyak kutuliskan di “tempat curhat” itu bahwa tujuan kuliah yang paling utama adalah meraih pengalaman organisasi. Pengalaman organisasi semasa SMP dulu masih teramat kurang rasanya, meski sempat memegang amanah di Sekretaris Umum PMR, namun aku masih belum merasakan nikmatnya berorganisasi. Masa SMK pun sebenarnya sebuah pemaksaan ketika aku harus maju menjadi Wakil I Ketua OSIS di sana. Ah, untungnya bertemu dengan sahabat-sahabat yang luar biasa. Agus Hariyanto selaku Ketua OSIS yang jiwa kepemimpinan dan kedewasaannya lebih nampak daripada kami, Arin Setyowati dengan pemikiran kreatifnya mampu membuat kami menjadi lebih solid. Belum lagi sahabat-sahabat yang lain yang mampu mengisi kekosongan dari pilar-pilar organisasi yang tengah kami jalankan bersama tersebut. Begitu manis kenangan itu ^_^. Agus saat ini telah menikah, Arin sepertinya sebentar lagi, dan aku? Pun ingin segera menyusul jika Allah telah mengizinkannya ^_^

Nah, karenanya jangan heran ketika pekerjaan di Jakarta dengan gaji lebih dari 2 juta per bulan itu aku tinggalkan demi mengejar pengalaman organisasi di sebuah perguruan tinggi. Sebagai seorang pemuda yang memiliki mimpi besar, tentu tujuan utamanya waktu itu adalah melanjutkan jurusan Teknik Geologi di ITB atau Sistem Informasi di ITS. Namun, inilah skenario hebat dari Yang Maha Hebat, aku pada akhirnya masuk di Sekolah Tinggi satu-satunya di bawah Kementerian Sosial RI bernama Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung.

Hm,, Entah kenapa, dan aku pun tak dapat menjelaskan datangnya darimana perasaan ini. Ketika memutuskan untuk bergabung di sebuah organisasi, aku sama sekali tidak memikirkan benefit apa yang bisa aku dapatkan dari sana? Namun, selalu diawali dengan perasaan bangga dan bahagia karena dapat memberikan manfaat di dalamnya. Luar biasa, perasaan yang demikian tentu saja tak bisa diukur dengan bayaran uang, meski ia banyaknya hingga segudang. InsyaAllah. Nah, namun ternyata tanpa diminta, organisasi tersebut secara tidak langsung juga memberikan sesuatu yang berharga untuk kita. Apakah itu? Skill kepemimpinan, interaksi beragam dari berbagai golongan, juga kebiasaan bekerja sama untuk menyelesaikan tugas serta berbagai persoalan. Lebih jauh dari itu, kita juga akan mendapatkan banyak sekali link/jejaring/network yang tentunya berdampak langsung dalam pergaulan kita di masa sekarang maupun di masa depan.

Alhamdulillah, semenjak masuk ke kampus STKS Bandung ini, langsung menerjunkan diri ke dalam organisasi intra kampus, meskipun masih harus membagi waktu secara efektif dan efisien antara kuliah, organisasi dan part time untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Memang benar bahwa biaya perkuliahanku dari awal sampai sekarang itu ditanggung oleh negara atas status Penerima Bantuan Pendidikan (PBP) Kementerian Sosial RI. Namun itu hanya terbatas pada biaya kuliah saja, uang kost, uang makan, dan uang riwa-riwi berkegiatan tidak ada yang menanggung sama sekali. Otomatis badan harus digerakkan untuk menjemput rizki-Nya secara halal dan semata-mata niat ibadah. Intinya, I love to give my ability, capacity and my best efforts to this (read: organization).

KIA (Ka, Ii, Aa) atau Karya Ilmiah Akhir ini adalah sebutan bagi sebuah karya tulis ilmiah yang diwajibkan bagi siapa saja yang sedang menjalani kuliah program Diploma-IV di STKS Bandung agar bisa mendapatkan gelar Sarjana Sains Terapan (S.ST). Pada awalnya, aku sudah merencanakan untuk lulus di tahun depan saja (2013), tentu alasan utama adalah karena masih ingin berlama-lama berorganisasi di kalangan mahasiswa. Dan kontan, ketika alasan ini kuutarakan kepada kakandaku Muhammad Yusuf, ia tak sepakat denganku. Beliau menjelaskan bahwa Ma’e dan Pa’e di rumah sudah segera ingin melihat anaknya menjadi Sarjana ke-2 sepanjang sejarah keluarga besarku, setelah Kak Cup (nama panggilan kanda Muhammad Yusuf) meraih gelar Sarjana dari Universitas Negeri Malang pada tahun 2006 silam. Selanjutnya, Ma’e dan Pa’e juga ingin segera melihat anak bungsunya ini segera memiliki pekerjaan yang baik, berkecukupan hingga siap untuk melangsungkan pernikahan, segera memiliki anak dan betapa bahagianya beliau berdua (Ma’e dan Pa’e) ketika melihat cucu dari anak terakhirnya di usia beliau yang semakin senja. Huufffttt, cukup rasional apa yang Kak Cup sampaikan ini, dan tentu saja aku harus berupaya lulus di tahun 2012 ini. Bukankah kebahagiaan seorang orang tua itu terletak pada kebahagiaan anaknya yang bisa ditunjukkan dengan kesuksesannya? Dan aku sebagai seorang anak juga akan bangga ketika mampu membuat tersebut Ma’e dan Pa’e, bahkan menangis karena saking bahagianya ^_^

Tapi ya begitulah, sejatinya segalanya telah aku sadari semenjak Kak Cup menyampaikannya. Namun, semangat ini masih naik turun. Aku masih lebih senang menyibukkan dengan hal lainnya daripada mengerjakan KIA yang sebenarnya menjadi tugas utamaku ketika menyandang gelar mahasiswa. Proposal penelitian telah lulus dan disetujui semenjak tiga minggu yang lalu, namun semangat itu baru sempat muncul pada hari Kamis kemarin, tertanggal 17 Mei 2012 pagi hari. Target dari dosen pembimbingku yang sangat baik hati, Ibunda Rini Hartini Rinda dan Ibunda Milly Mildawati adalah seharusnya aku sudah membuat BAB I (Pendahuluan), BAB II (Kajian Pustaka), BAB III (Metode Penelitian), dan juga instrumen pertanyaan penelitian ke lapangan. Tapi hingga sejauh ini, saat tulisan ini dibuat, aku baru mampu menyelesaikan BAB I dan BAB II saja, masih menjadi PR untuk BAB III dan instrumen pertanyaan penelitian yang aku targetkan besok malam harus sudah selesai. InsyaAllah ^_^

Lebih dari 20 tahun selama aku hidup di dunia, tidak sempat terbesit sedikit pun diri ini akan mengabdikan diri dalam gerakan dakwah. Dulu bagiku yang namanya agama dengan cita-cita dunia itu adalah sesuatu yang terpisah. Agama hanya mengatur manusia untuk lebih dekat dengan Tuhannya dengan jalan beribadah. Sebagai seorang muslim, rambu-rambu agama ini dapat menjadikan manusia untuk lebih sering ke masjid, puasa sunnah, sholat malam, dan pandai berceramah. Itu memang benar adanya, namun belum cukup untuk memahami agama Islam yang syumul (menyeluruh) ini. Aku juga masih teringat dulu saat ada seorang Akhwat yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sebagai idolanya. Hah, darimana bisa jadi idola? Beliau sudah wafat lebih dari 14 abad silam, dan tentu saja aku tidak mampu untuk mengenali beliau, sehingga apa yang bisa kuidolakan dari Rasulullah?

Begitulah, seseorang terbentuk dari lingkungannya, dan lingkungan membentuk diriku dulu adalah lingkungan yang memang memisahkan antara perkara agama dan kehidupan (meski tidak disadari secara langsung). Begitu jarang kisah-kisah Rasulullah dan Sahabat yang dibacakan, diganti dengan kisah-kisah kancil yang cerdik namun untuk “mengakali” orang lain dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Interaksi antara laki-laki dan perempuan yang belum halal juga tak pernah dipahamkan, bahkan yang lebih pokok dari itu, mengenai batasan aurot pun tidak aku pahami secara jelas dan gamblang. Setahuku dulu ketika ada perempuan yang berkerudung memang terkesan lebih anggun dan cantik, tapi jika tidak ya tidak apa-apa, padahal ia seorang muslimah. Dan ternyata hal-hal demikian kan merupakan perintah dari Allah untuk makhluknya.

Diri yang masih belajar ini mencoba memaparkan firman-Nya yang menerangkan bahwa Rasulullah dan Generasi Sahabat memang pantas untuk kita idolakan dan ikuti perbuatan mulianya. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Q.S. al Ahzab/33:21). Dan tentu saja suri tauladan itu akan senantiasa masih relevan dengan zaman sekarang, tidak seperti tuduhan dari orang-orang Liberal yang menganggap bahwa al Qur’an saja sudah tidak orisinil. Semoga mereka masih diberikan kelapangan dada untuk menerima petunjuk dan hidayah, amiin.

Berkenaan dengan interaksi antara laki-laki dan perempuan, begitu indahnya Allah menyatakan perintah guna lebih meninggikan akhlak makhluk-Nya, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (Q.S. an Nuur/24:30). Dan juga seruan untuk perempuan yang menginginkan kedudukan mulia di sisi Tuhannya, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (Q.S. an Nuur/24:31)

Al Qur’an surat An Nuur ayat 31 di atas menegaskan aturan tentang kewajiban berhijab bagi seluruh wanita yang sudah baligh. Jadi, sudah jelas bukan bahwa kerudung adalah sebuah hal yang wajib bagi perempuan yang sudah baligh yang tentu saja tidak hanya menutup kepala dan rambut saja, namun juga sampai ke dada. Ditambahkan lagi dalam ayat berikutnya, “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. an Nuur/24:59). Sungguh, suatu perintah yang benar-benar melindungi hak kesucian seorang perempuan.

Terkait kecenderunganku pada medan dakwah ini, maka Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menjadi tempat bernaung yang tepat untuk bisa lebih memperdalam ilmu agama serta mengambil peranan strategis dalam upaya pembenahan tatanan sistem negara Indonesia yang butuh sentuhan Islami sehingga mampu memunculkannya menjadi sebuah negara besar, adil, damai, dan sejahtera. InsyaAllah.

Salam hangat dan semangat selalu dalam Organisasi dan Dakwah, serta KIA juga by Muhammad Joe Sekigawa ^_^

Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

Mahasiswa Tingkat IV (tingkat akhir) Jurusan Rehabilitasi Sosial STKS Bandung angkatan 2008

Staf Ahli Dewan Formatur Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI) Bidang Relasi Publik

Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) STKS Bandung

Selesai ditulis pada hari Jumuah sore, 18 Mei 2012 at 17.05wib @Kamar Kostan, Dago Pojok, Bandung-Jawa Barat

Comments
2 Responses to “Organisasi, KIA, dan Dakwah”
  1. fasyaulia says:

    Menyenangkan baca tulisan ini 🙂 nyeritain dari awal, smp, smk, kuliah, organisasi. Kumplit. Semacam menjelajahi waktu dan saya yakin joe nulis ini dengan semangat hehe.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: