RUU KKG, Adakah Hubungannya dengan Pemandulan Akidah?

Bismillahirrohmaanirrohiim,,,

Sudah tahukah Sahabat sekalian mengenai RUU KKG yang saat ini tengah ramai dibahas secara terbuka di kursi panas wakil rakyat, DPR sana? Rancangan Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender atau yang biasa disingkat RUU KKG merupakan RUU yang mengatur mengenai keinginan sekelompok orang agar kaum perempuan mendapatkan porsi yang sama dengan laki-laki di segala bidang. Secara singkat, kedengarannya memang tidak ada yang salah, bukan? RUU ini memperjuangkan hak-hak perempuan yang selama ini masih dirasa tertindas dari kaum lelaki. Namun, tidak hanya cukup sampai di situ saja, RUU ini juga memperjuangkan hak-hak kaum lelaki yang merasa tersisih dari pergaulan di masyarakat.

Kemarin siang ba’da Sholat Jumuah, tepatnya pada hari Jumuah 06 April 2012 bertempat di Sekretariat KAMMI Daerah (KAMDA) kota Bandung telah diadakan Kajian Kritis terkait RUU KKG dalam pandangan hukum positif maupun syariah. Acara ini diprakarsai oleh Departemen Kemuslimahan KAMDA Bandung, karena acara akhwat, tentu saja berasal dari kalangan aktivis akhwat, diantaranya Siska Sulistiani, S.Sy dan Siti Nani Aisyah, SH. Teh Siti membahas dalam pandangan hukum positif dan Teh Siska dalam pandangan hukum syariah. Menariknya, para ikhwan juga diperbolehkan mengikuti agenda ini untuk menambah khasanah ilmu dan wawasan. Termasuk ikhwah dari KAMMI STKS Bandung juga datang dalam kajian tersebut.

Alhamdulillah, draft RUU KKG ini telah ada di tangan hasil mendownload dari Blog KAMMI Madani, karena itu kami dapat membahas sambil membaca draft aslinya. Melihat pasal per pasal, memang begitu mengejutkan. Mungkin dengan kacamata awam, memang tidak ada permasalahan sedikitpun, dan memang tidak ada satupun yang menyalahi UUD dan Pancasila sebagai dasar negara kita. Namun dengan kacamata kita sebagai seorang muslim yang tentu saja terikat dengan hukum-hukum syara’, ternyata banyak sekali hal yang patut dikoreksi. Dan bahkan, mengindikasikan sebagai pemandulan akidah bagi muslimah pada khususnya dan umat Islam pada umumnya.

Teh Siti sebelumnya menjelaskan bahwa sebenarnya RUU KKG ini sudah lulus uji akademik, dan permulaan dari pengjuan uji akademik ini sudah dilaksanakan mulai tahun 2010 lalu. Permasalahannya adalah saat itu kita tidak ada di sana untuk mengawal, dan yang bermain adalah orang-orang yang berhaluan “kiri” alias cenderung kepada feminisme yang berlebihan. Menurut beliau, RUU KKG ini kemungkinan besar tetap akan goal menjadi UU. Maka, mau tidak mau, saat ini kita hanya bisa mengawal untuk merubah dari isi-isi yang menurut kita benar-benar mengikis akidah dan memandulkan hukum syariah ini.

Seperti apa sich bentuk penyimpangan-penyimpangan yang termaktub dalam RUU KKG ini, di bawah ini akan coba ditunjukkan sehingga tampak jelas bagi seluruh umat muslim yang menjadikan Allah sebagai Rabb, Rasulullah sebagai Nabinya dan Islam sebagai agamanya.

  • Menurut Dr. Adian Husaini dari INSIST, untuk Pasal 1 ayat 1 saja sudah salah kaprah, yakni mengartikan gender hanya sebagai hasil konstruksi sosial dan budaya di masyarakat. Padahal dalam akidah seorang muslim, tugas peran dan tanggung jawab seorang muslim diatur berdasarkan wahyu dari Allah.
  • Masih di Pasal 1 ayat 2, mengenai pengertian Kesetaraan Gender. Di sana disebutkan bahwa kesetaraan yang dimaksud adalah kesamaan kondisi dan posisi bagi laki-laki dan perempuan. Lalu bagaiman dengan hukum waris yang begitu jelas disebutkan di dalam Al Qur’an? Bagaimana dengan Aqiqah? Bagaimana dengan kewajiban menafkahi bagi laki-laki dan menjadi pendidik utama bagi anak-anak untuk kaum Ibu? Dan tentu saja masih banyak lagi hal yang rancu jika dihubungkan dengan akidah kita sebagai seorang muslim
  • Lanjut di pasal yang sama ayat 3 mengenai Keadilan Gender yang diartikan sebagai keadaan dan perlakuan yang menggambarkan adanya hak dan kewajiban. Seperti apa sich konsep adil yang dimaksud? Bukankah adil merupakan memberikan sesuatu sesuai kadarnya. Anak SD tidak mungkin diberi uang saku yang sama dengan anak SMA, bukan? Di sini kayaknya semakin kabur saja apa yang dimaksud dengan adil tersebut.
  • Jauh ke pasal 12 terkait masalah perkawinan poin a, disebutkan bahwa setiap orang berhak memasuki jenjang perkawinan dan memilih suami atau isteri secara bebas. Ini kan luar biasa liberalnya ayat ini. Dengan maraknya kita lihat fenomena lesbi dan gay di masyarakat, ayat ini malah mengamini perkawinan-perkawinan sejenis dengan dalih ayat pada pasal tersebut.
  • Kemudian terakhir di pasal 15 pada ayat d disebutkan setiap warga negara berkewajiban untuk menanamkan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan gender kepada anak sejak usia dini di dalam keluarga. Subhanallah, kemana nilai agama ditanamkan? Malah kesetaraan dan keadilan gender yang diutamakan. Apakah nanti anak laki-lakinya diajarkan untuk menggugat mengapa ia tak memakai rok saja seperti kakak perempuannya, itu kan tidak adil? Lucu memang, namun cukup serius untuk diperhatikan.

Tentu selain poin-poin yang saya ringkas di atas, masih sangatlah banyak sekali hal-hal rancu lainnya. RUU KKG yang seolah-olah akan menyelematkan hak-hak perempuan tersebut ternyata malah memperkosa fitrahnya sebagai seorang wanita. Kebebasan memang diperlukan, namun tidak bebas mutlak. Sebagai insan yang beragama kita mengakui adanya hak dan kewajiban yang diatur jelas dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Tidak hanya kaum muslimin dan muslimah, agama lain juga rasa-rasanya memiliki hak dan kewajiban sebagai hamba Tuhan. Disinyalir para perancang RUU KKG ini merupakan tokoh-tokoh liberal yang mengaku beragama namun tidak mau diatur oleh aturan agamanya tersebut. Bahkan pemikirannya sudah seperti kaum atheis yang tidak mengenal adanya agama sebagai pedoman hidup dan pemberi cahaya. Na’udzubillahi min dzalik.

Demikianlah sedikit perbincangan menganai RUU KKG yang dapat dibagi kepada Sahabat semuanya, semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan serta azzam kita agar senantiasa tetap bersemangat memperjuangkan agama ini.

NB: Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Blog KAMMI STKS Bandung di sini RUU KKG, Adakah Hubungannya dengan Pemandulan Akidah?

**FILE RUU KKG dapat didownload di sini Draft RUU KKG 2012

Salam hangat dan semangat selalu by Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

Selesai ditulis pada Sabtu pagi, 07 April 2012 at 06.50wib @Kamar Kostan, Dago Pojok, Bandung-Jawa Barat

Dipublikasikan pada Sabtu pagi, 07 April 2012 at 07.40wib @Hot Seat Net, Dago, Bandung-Jawa Barat

Comments
2 Responses to “RUU KKG, Adakah Hubungannya dengan Pemandulan Akidah?”
  1. riza says:

    Join #IndonesiaTanpaJIL mas di twitter..atau like di FB fan page-nya: #IndonesiaTanpaJIL. 🙂 Banyak kawan2 di sana yg jg menolak RUU KKG.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: