Resume Buku Angkatan Mujahid by Sa’id Hawwa

Sumber Gambar

Bismillahirrohmaanirrohiim,,,

Judul Buku      : Membina Angkatan Mujahid I

Pengarang       : Sa’id Hawwa

Tahun Terbit   : September 1987

Penerbit            : Al Ishlahy Press, Jakarta

*****

HASAN AL BANNA PENDIRI AMAL ISLAMI MASA KINI

  • Sebenarnya landasan yang dikemukakan oleh Sayyid Quthub merupakan kelanjutan dan penyempurnaan landasan yang dikemukakan oleh Hasan Al Banna.
  • Hasan Al Banna akan selalu disebut sebagai pendiri pandangan dan teori ‘amal Islami. Beliau yang telah mengemukakan fikrah yang dapat dipegang dan dilaksanakan, dapat membimbing tangan umat Islam dari awal sampai ke tujuan (InsyaAllah).
  • Hasan Al Banna telah mampu menyeimbangkan antara hukum Syara’ dan tuntutan zaman dalam rangka gerak Islam masa kini; menyelaraskan cita-cita Islam yang tinggi dan pandangan realistik terhadap tuntutan-tuntutan perjuangan; berhasil pula menyelaraskan pendidikan dan pengajaran (tarbiyah wa ta’lim) dengan pengorganisasian (tanzhim); antara aktivitas politik dan ekonomi, dan berbagai aspek penyeralarasan lainnya.

KUNCI MEMAHAMI DA’WAH IKHWANUL MUSLIMIN

  • Berdasarkan hadist yang diriwayatkan  oleh Bukhari-Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepada Khudzaifah, “Hendaklah kamu beriltizam (berkomitmen) dengan jama’ah muslimin dan Imamnya”. Dan inilah kunci pertama untuk memahami dakwah Ikhwanul Muslimin yaitu kewajiban utama bagi setiap muslim adalah beriltizam dengan jama’ah muslimin dan imamnya.
  • Menegakkan hukum Islam merupakan kewajiban setiap muslim, dan maka hal ini menuntut adanya sebuah jama’ah yang memperjuangkan tujuan tersebut, karena pelaksanaan hukum Islam tidak akan terjadi kecuali dengan adanya jama’ah. Karena Ikhwanul Muslimin telah bekerja untuk tujuan-tujuan ini, maka keberadaan Ikhwanul Muslimin merupakan tuntutan yang harus diperjuangkan, dan inilah kunci kedua untuk memahami Ikhwanul Muslimin.
  • Ikhwanul Muslimin merupakan partai politik yang berpijak seratus persen pada ajaran Islam dalam segala aktivitasnya. Ikhwan tetap berpandukan pada ajaran Islam, beriltizam dengan Islam, serta lahir sebagai refleksi dari ajaran Islam itu sendiri.
  • Pendapat-pendapat mujtahidin sebagai hasil istimbath (ijtihad) yang dilakukannya dari Al Qur’an dan As Sunnah, dan hukum-hukum yang dapat diistimbathkan dari kaidah-kaidah dasar yang dipakainya, semua dianggap oleh Ikhwan sebagai bagian dari Syari’at Islam.
  • Menitikberatkan pendapat umum setempat dan pendapat umum dunia, merupakan satu dasar dari dasar-dasar Islam yang dipegang oleh Ikhwanul Muslimin.
  • Dua hal yang bisa diamati sebagai pegangan Ikhwanul Muslimin; 1)Ia harus dibenarkan oleh Syara’ dan 2)Ia harus sebanding dengan senjata pihak musuh, dan dapat mencapai tujuan.
  • Dasar yang menjadi pegangan Ikhwan dalam masalah luar negeri adalah menghadapi kemaslahatan dengan kemaslahatan, tidak bisa kemaslahatan dengan prinsip.
  • Dalam perjalanannya menuju ke sebuah pemerintahan pusat negara-negara Islam, tidak terlintas dalam hati Ikhwan untuk menyeragamkan semua Negara-negara anggota, bahkan setiap Negara bagian akan tetap dibiarkan mempunyai undang-undang, institusi, serta kekhasan permasalahannya sendiri.
  • Dalam Islam, ada sebagian hukum yang dapat berubah mengikuti perubahan masa. Namun perubahan ini terikat dengan kaidah-kaidah perubahan yang bernaung di bawah dasar-dasar Islam itu sendiri.
  • Memahami da’wah, bijaksana dalam menyampaikan da’wah, dan mampu melakukan pendidikan dan melibatkan mereka yang dida’wahi ke dalam shaf Ikhwanul Muslimin.
  • Dunia sekarang ini, perlu pula mengemukakan keuntungan-keuntungan duniawi untuk kalangan tertentu dengan dilaksanakan hukum Islam. Mari kita simak ketika Musa AS berkata kepada Fir’aun, “Adakah keinginan padamu untuk membersihkan diri (dari kesesatan). Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu supaya kamu taat kepada-Nya” (Q.S. An Naazi’at 18-19).
  • Al Bukhari meriwayatkan komentar Ibnu ‘Abbas terhadap firman Allah, “Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik”. (Q.S. Al Mu’minuun 96) dengan mengatakan, “Sabar ketika marah, dan memberi maaf katika orang berlaku jahat. Apabila mereka melakukannya Allah akan memelihara mereka, dan musuh-musuh mereka akan tunduk.

TANGGUNG BESAR

  • Memahami fenomena Ikhwanul Muslimin dari penjelasan Imam Hasan Al Banna
  1. Ikhwanul Muslimin sebagai satu jama’ah yang memberikan pengabdiannya untuk masyarakat.
  2. Ikhwanul Muslimin sebagai Gerakan Tajdid. Islam membutuhkan aktivitas yang menyeluruh yang dimulai dari peringkat Ta’arif (pengenalan), sampai ke peringkat Takwin (pembentukan) yang teliti, dan berakhir dengan peringkat Tanfidz (pelaksanaan).

Tanggung jawab besar Ikhwan adalah dengan melakukan proses tajdid di kalangan ummat Islam.

  • Mengubah kondisi ummat sebagai titik awal pengubah ummat Islam sedunia. Muslim dewasa ini tengah mengalami kelumpuhan dalam eksistensinya sebagai seorang muslim. Karena itu tanggung jawab jama’ah yang utama adalah mengubah kondisi kaum muslimin seperti itu kepada suatu kondisi yang lain sehingga ia dapat merasakan dirinya sebagai seorang muslim.

TUJUAN DA’WAH DAN HARAKAH IKHWANUL MUSLIMIN

  • Dua tujuan asasi Ikhwan menurut Hasan Al Banna yaitu:
  1. Seluruh tanah air Islam harus harus terbebas dari semua kekuasaan asing, dan ini merupakan hak asasi bagi setiap insan yang tidak dapat diingkari kecuali oleh mereka yang zalim, kejam, dan tiran.
  2. Di atas tanah air yang bebas dan merdeka, harus tegak sebuah Negara (daulah) Islam yang bebas dan merdeka. Daulah yang mengamalkan hukum-hukum Islam, melaksanakan sistem syari’at Islam, memproklamasikan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam, dan menyampaikan dakwah Islamiyah dengan bijaksana kepada seluruh umat manusia. Selama daulah ini belum tegak, seluruh ummat Islam berdosa dan bertanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala atas kealpaan dan kelalaian mereka dalam usaha dalam menegakkan daulah tersebut.
  • Tujuan Ikhwan secara rinci, antara lain:
  1. Individu. Seorang yang memiliki akidah yang kuat, ibadah yang baik, fikiran yang berilmu pengetahuan, mampu berusaha, kuat jasmani, senantiasa menampilkan dirinya secara sungguh-sungguh, menjaga waktu, mengatur urusan, bermanfaat kepada orang lain, membimbing keluarga supaya menghormati fikrahnya, menjaga tata krama Islam dalam lahiriah keluarganya, pandai memilih isteri, dan pandai mendidik anak agar selaras dengan ajaran Islam
  2. Rumah Tangga. Yaitu rumah tangga yang beranggotakan suami isteri yang menyadari hak dan tanggung jawab masing-masing dan beriltizam dengan tanggung jawab tersebut.
  3. Masyarakat. Suatu masyarakat yang menyerahkan dirinya kepada Allah, menjawab seruan kebaikan, memerangi kemungkaran, melaksanakan sifat-sifat kemuliaan, karakteristik Islam dan akhlak rabbani, mewarnai seluruh hidupnya dengan identitas Islam baik lahir maupun bathin, seluruh pemikiran, konsep dan sikapnya bersifat Islami.
  4. Pemerintahan. Ikhwan menghendaki suatu pemerintahan Islam tegak di semua kawasan yang didiami oleh orang-orang Islam. Diantara sifat-sifat Pemerintahan Islam yaitu rasa tanggung jawab, belas kasihan terhadap rakyat, bersikap adil sesama manusia, menahan diri dalam menggunakan harta umum dan menghemat dalam penggunaannya.

Pemerintahan Islam menurut pandangan Imam Hasan Al Banna:

  1. Pemerintahan Islam adalah pemerintahan yang beranggotakan orang-orang yang melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah diwajibkan oleh Islam, tidak melakukan maksiat secara terang-terangan, melaksanakan hukum-hukum dan ajaran Islam
  2. Jika perlu, tidak dianggap suatu kesalahan mengangkat pegawai-pegawai yang bukan muslim dalam jawatan yang tidak termasuk dalam kategori wilayah umum
  3. Dan tidak ditentukan bentuk dan jenis pemerintahan yang dipilih oleh pemerintahan Islam, selama ia bertepatan dengan kaidah-kaidah umum dalam system pemerintahan Islam
  4. Daulah Islamiyah. Ikhwan menghendaki Daulah Islamiyah sebagai suatu Negara yang dapat memimpin Negara-negara Islam, menyatukan ummat Islam, mengembalikan keagungannya, dapat mengembalikan bumi mereka yang telah hilang dan tanah air mereka yang telah dirampas.
  • Kewajiban yang dipikul oleh Daulah Islamiyah antara lain:
  1. Memimpin Negara-negara Islam
  2. Menyatukan Ummat Islam
  3. Mengembalikan keagungan Ummat Islam
  • Ikhwanul Muslimin menginginkan tegaknya sebuah Daulah Islamiyah, atau tegaknya persatuan Negara-negara Islam yang dipimpin oleh seorang Khalifah yang memiliki pemerintah pusat yang satu. Kewajiban Daulah Islamiyah menurut Hasan Al Banna:
  1. Mengamalkan hukum-hukum Islam
  2. Melaksanakan sistem masyarakat Islam dengan segala aktivitasnya
  3. Memproklamasikan prinsip-prinsip yang jelas dan tahan uji sehingga dengan demikian segala prinsip yang kabur tidak akan berpengaruh
  4. Menyampaikan dakwah Islamiyah dengan bijaksana kepada seluruh ummat manusia, sehingga dengan adanya dakwah di permukaan bumi ini, tidak ada manusia yang tidak tersentuh oleh dakwah Islamiyah yang dibarengi dengan alasan dan dalil yang nyata

ALAT DAN SARANA GERAKAN ISLAM

  • Tujuan gerakan Islam yang pertama adalah untuk membentuk pribadi atau Individu Muslim. Hal ini harus didorong oleh tiga unsur berikut ini: 1)Pendidik (murabbi); 2)Manhaj; dan 3):Lingkungan (bi’ah) yang sehat
  • Untuk mencapai tujuan yang kedua, yakni rumah tangga muslim, maka:
  1. Setiap anggota Ikhwan harus memberikan perhatian besar terhadap permasalahan rumah tangga, utamanya rumah tangganya sendiri
  2. Jama’ah harus memberikan hak sewajarnya bagi kekuatan wanita
  3. Setiap anggota harus memilih isteri yang sholihah
  4. Setiap anggota Ikhwan harus melibatkan seluruh keluarganya dalam roda jama’ah
  5. Jama’ah dan individu harus mengawasi secara sungguh-sungguh agar rumahnya bebas dari unsur-unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam
  6. Sedapat mungkin jama’ah harus menggalakkan anggota Ikhwan agar cepat berumahtangga, dan mau menikahi para janda.
  • Semoga kaum muslimin dapat mewujudkan tujuan yang ketiga, yaitu Masyarakat Islam melalui:
  1. Halaqah (pertemuan) umum dan khusus
  2. Peringatan yang disampaikan ke seluruh lapisan ummat dengan melalui penerbitan buku-buku, ceramah-ceramah, dan berbagai macam cara lainnya
  3. Dialog yang dilakukan terus-menerus guna menerangkan sesuatu yang dapat disumbangkan oleh Islam, di samping memahamkan kepada orang-orang kafir agar mereka tidak menaruh curiga terhadap dinamika kaum muslimin
  4. Menanamkan keyakinan terhadap pribadi-pribadi dan jama’ah bahwa kaum muslimin mampu memahami dan menyelesaikan seluruh persoalan ummat
  5. Memberikan pendidikan tinggi kepada mereka yang menjawab seruan ini, dalam rangka membentuk kader yang mampu membawa ummat ke tempat yang lebih tinggi
  6. Memimpin dan menuntun ummat ke jalan yang dikehendaki dengan menganekaragamkan cara penyampaiannya
  7. Mewujudkan berbagai bentuk pengorganisasian yang dapat mempengaruhi semua orang
  8. Menjadikan semua aliran-aliran politik agar dapat bermanfaat untuk Islam
  9. Melakukan aktivitas motivasi politik dalam negeri terhadap pemimpin-pemimpin politik agar lebih banyak menuju ke arah tegaknya syari’at Islam
  • Adapun tujuan keempat adalah menegakkan Pemerintahan Islam. Diantara pandangan-pandangan dari Imam Hasan Al Banna adalah:
  1. Pemerintahan Islam tidak akan tegak di atas kekosongan pemikiran atau tidak adanya ummat yang terdidik
  2. Daulah Islamiyah tidak akan tegak kecuali di atas dasaran Ta’rif, Takwin, dan Tanfidz
  3. Hasan Al Banna menolak prinsip revolusi sebagai satu jalan untuk mencapai pemerintahan, dan mengangkat slogan kekuatan adalah sebagai alternatif nya. Revolusi dalam praktiknya dilakukan dengan membabi buta dan penuh kekerasan, sedangkan penggunaan kekuatan menurut Islam tidak akan dilakukan kecuali dengan penuh kesadaran dan akal yang sempurna. Anggota Ikhwan mengetahui bahwa peringkat pertama kekuatan adalah kekuatan Iman dan Akidah, diikuti kekuatan persatuan, dan setelahnya diikuti oleh kekuatan tenaga dan senjata.
  • Tujuan kelima adalah terwujudnya induk Negara Islam (Daulah Islamiyah Al Nuwwat). Caranya dengan aktivitas-aktivitas yang disatukan dan diselaraskan sejak awal di bawah satu pucuk pimpinan
  • Tujuan keenam yaitu menegakkan sebuah Daulah Islamiyah yang tunggal. Caranya dengan  mengikuti formula-formula yang betul yang diawali dengan adanya kaidah-kaidah yang tepat.
  • Tujuan ketujuh adalah menegakkan Daulah Islamiyah yang menaungi semua bangsa di dunia. Caranya dengan menegakkan sebuah Daulah Islamiyah ‘Alamiyah dan seterusnya aktif memutarkan roda pemerintahan yang sesuai dan layak untuk memastikan bahwa dunia akan menerima dakwah ini.

PERINGKAT-PERINGKAT DAKWAH

  • Dalam Risalah Ta’alim, Imam Hasan Al Banna menyebutkan bahwa peringkat dakwah itu terbagi ke dalam tingkat tingkatan:
  1. Ta’rif. Yaitu menyebarkan fikrah (ide) umum kepada orang banyak.
  2. Takwin. Yaitu memilih calon-calon kader yang baik dan layak untuk memikul tanggung jawab jihad dan menggabungkannya.
  3. Tanfidz. Yaitu jihad yang tidak mengenal kompromi, bekerja dalam mencapai tujuan yang berkesinambungan dan mengarungi berbagai ujian dan cobaan yang tidak akan mampu diatasi kecuali mereka yang benar-benar ikhlas.
  • Dalam Ikhwanul Muslimin, keanggotaannya dapat dibagi dalam empat tingkatan:
  1. Nashir
  2. Mujahid
  3. Naqib
  4. Naib

Tiap-tiap peringkat memiliki materi pembinaan, sifat-sifat pribadi, dan iltizamnya yang tertentu.

 The End of Book’s Resume

Joko Setiawan aka Muhammad Joe Sekigawa

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Selasa malam, 13 Desember 2011 pukul 23.22wib @Kamar Kostan, Dago Pojok, Bdg

Advertisements

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: