Pelatihan Sehari tentang Psikososial Dasar dalam Penanggulangan Bencana bersama Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) Indonesia

Bismillahirrohmaanirrohiim,,,

Hari ini Ibu Yanti KerLiP mendelegasikan saya untuk mengikuti Pelatihan Sehari tentang Psikososial Dasar dalam Penanggulangan Bencana yang digelar oleh Konsorsorsium Pendidikan Bencana (KPB) Indonesia. Ya, KerLiP (Keluarga Peduli Pendidikan) memang pernah menjadi Dewan Presidium KPB yang baru pada pertengahan tahun ini Bu Yanti tidak lagi duduk sebagai Presidium di sana. Saya sendiri dikirim mewakili KerLiP atas nama Koordinator Divisi Pendidikan Lingkungan Hidup dan Bencana (PPLHB).

KPB menggelar kegiatan pelatihan ini dengan dasar bahwa besaran bencana dan tingginya pengulangan bencana dan juga dampak yang ditimbulkan seringkali begitu besar sehingga perlu ditanggapi secara komprehensif (menyeluruh dan lintas sektor) termasuk aspek psikososial. Besaran bencana dan tingginya pengulangan bencana dan juga dampak yang ditimbulkan seringkali begitu besar sehingga perlu ditanggapi secara komprehensif (menyeluruh dan lintas sektor) termasuk aspek psikososial.

Pelaksanaan

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama satu hari penuh dari jam 09:00 s.d. 17:00. Adapun rencana tanggal pelaksanaannya adalah hari Selasa tanggal 29 Nopember 2011, tempat Kantor LIPI Jl. Raden Saleh, Lantai 3.

Peserta Pelatihan

Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) Bandung; MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Jogja; PMI (Palang Merah Indonesia) Jakarta; CWS (Church World Service) Jakarta; Perkumpulan Lingkar; YTBI (Yayasan Tanggul Bencana Indonesia) UNESCO; UN OCHA; LIPI; Puskris (Pusat Krisis) UI

Pemateri

Ketua Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI, Dicky Pelupessy M.Sc

Materi

Lima materi psikososial dalam penanganan bencana dirancang dengan mengacu pada Guidelines on Mental Health and Psychosocial Support in Emergency Settings dari Inter-Agency Standing Committe (IASC).

Psikososial Dasar:

Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran yang diharapkan  mendasarkan diri pada paradigma experiential learning atau proses belajar mengalami dengan pendekatan pendidikan orang dewasa. Kegiatan diharapkan secara interaktif dengan menggunakan berbagai metode belajar yang mendukung terjadinya proses belajar aktif dan interaktif.

*****

Sesi Proses Pembelajaran

#Session ONE (Lingkup Psikososial dan Prinsip-Prinsip Dasar Pendekatan Psikososial Penanganan) mulai pukul 09.35wib – 11.00wib

  • Pendidikan sangat dekat dengan psikososial
  • Psikososial ==> Isu Trauma; Pendidikan dan Livelihood
  • Bencana ==> Dampak Psikologis (adanya Ancaman/Threat dan Kehilangan/Loss)
  • Loss/ Kehilangan (Tangible/bisa dilihat secara fisik dan Intangible/ kondisi psikologis)
  • Seringkali Psikososial dibatasi hanya dalam hal Trauma saja, padahal lebih luas dari hal itu

Komentar:

Pak Victor: Cakupan Psikososial seringkali berbenturan dengan ketika mengajukan proposal. Lembaga donor itu banyak yang sekuler sehingga psikososial tidak boleh dikaitkan sama sekali dengan hal agama.

Mbak Rina: Trauma dianggap tabu/momok, padahal itu adalah hal wajar dan dapat dialami oleh siapa saja.

  • Jika ada bencana ==> Reaksi Trauma itu wajar
  • Akan beda pemahaman pendampingan antara Paham tentang Psikososial dan Tidak Paham dengan Psikososial (berkenaan dengan framework praktik di lapangan)
  • Trauma:
  1. Trauma Populer (lebih dikenal di masyarakat): Luka secara psikis (mudah ingat kejadian, cemas, takut, dsb)
  2. Trauma Ilmiah (pengertian sesungguhnya): Terpapar kematian/sekarat/hampir mati.
  • Dampak psikologis Bencana, terdapat 3 irisan:
  • Proyeksi dari WHO: 25% butuh pelayanan Klinis (Trauma Ilmiah) dan 75% (Trauma Populer) tidak perlu diberikan layananan kesehatan, akan hilang dengan sendirinya.
  • Psikososial. Psiko= Internal (pikiran, perasaan, kepercayaan individu). Sosial= Eksternal (hubungan individu dengan lingkungannya). Maka Psikososial= Hubungan dinamis antara aspek psikologis dan sosial yang saling berinteraksi dan mempengaruhi secara berkelanjutan.

*****

#Session TWO (Intervensi Psikososial) mulai pukul 11.10wib – 12.05wib

  • Tujuan Intervensi:
  1. Meningkatkan resiliensi (ketangguhan) yang mendukung Faktor Pelindung dan Faktor Risiko/Penekan
  2. Faktor Pelindung: Meningkatkan kemampuan
  3. Faktor Risiko/Penekan: Menurunkan tekanan
  • Bantuan Kemanusiaan:
  1. Bantuan (Assistance)
  2. Perlindungan (Protection)
  3. Pemberdayaan (Empowerment)
  • Piramida Intervensi

Ada 4 stage.

  • Mencegah dan mengatasi masalah Psikososial itu seperti bermain ULAR TANGGA
  • Fase Intervensi Psikososial

Fase 1: Fokus pada kebutuhan dan bertahan hidup; Akses informasi

Fase 2: Fokus mengembalikan penyintas pada kondisi normal

Fase 3: Fokus untuk memperluas dan memperkuat layanan; Membangun Pendidikan Psikososial melalui layanan yang sudah ada

  • Ranah Intervensi Psikososial
  1. Psikologis – Individual
  2. Sosial – Komunitas
  • Intervensi Psikososial

Non Komunitas VS Komunitas

  • Intervensi Psikososial Community Based

“Peningkatan Resiliensi dan Pemberdayaan Individu dan Komunitas”

*****

#Session THREE (Assesment) pukul 13.05wib – 14.10wib

  • Contoh/ sharing asesmen oleh PUSKRIS Fakultas Psikologi UI
  1. Wawancara langsung (government)
  2. FGD (orang dewasa)
  3. Wawancara kelompok (anak-anak)
  • Mengukur Psychological Distress è General SQ 12 (bukan untuk diagnosis tapi hanya untuk kepentingan screening awal saja)
  • Mengukur Resiliensi (Kemampuan untuk mengatasi kesulitan dan bangkit kembali) è GSQ 10
  • Aspek Asesmen Psikososial:
  1. Psychological Distress
  2. Resiliensi
  3. Kompetensi Komunitas
  • Mengukur tingkat kesulitan dan kekuatan anak è SDQ (Strenght Difficulty Questionaire)
  • Untuk asesmen è Gunakan Instrumen baku
  • Melakukan asesmen è Combine antara Kuantitatif dan Kualitatif

*****

#Session 4 (Psychological First Aid) pukul 14.20wib – 15.30wib

  • PFA (Psychological First Aid) yang bisa dilakukan dengan perkataan dan tindakan yang punya pernyataan dampak melegakan:
  1. Dukungan Psikososial awal
  2. Serangkaian keterampilan perawatan dasar yang bersifat praktis dan non-intrusif
  • Kondisi yang diciptakan PFA:
  1. Safety
  2. Calming
  3. Connectedness to others
  4. Self Efficiency – empowerment
  5. Hopefulness

Indikator: Merasa Aman, Kembali Berfungsi, dan Melakukan Aksi

  • Jadikan PFA sebagai Faktor Pendukung
  • PFA tidak ada tanpa adanya TRUST
  • Model PFA

Target: Hal yang ingin dicapai oleh Penyintas

Strategi: Hal yang dilakukan Pendamping

TARGET

STRATEGI

SAFETY
  • Safeguard
  • Sustain
FUNCTION
  • Comfort
  • Connect
ACTION
  • Advice
  • Activate
  • Dua hal penting untuk memulai kontak:
  1. Presence
  2. Empati
  • Bagaimana cara melakukan PFA:
  1. Memenuhi kebutuhan
  2. Mendengarkan
  3. Menerima perasaan penyintas

*****

Demikianlah sharing mengenai kegiatan pelatihan yang saya ikuti pada hari Selasa ini. Semoga ada manfaatnya bagi para pembaca dan khususnya bagi saya pribadi untuk penanganan korban bencana di kemudian hari.

Data Materi Powerpoint yang telah dikonfersikan ke dalam format PDF:

1. Dasar Psikososial_Dicky Pelupessy

2. Intervensi Psikososial_Dicky Pelupessy

3. Asesmen Psikososial_Dicky Pelupessy

4. PFA_Dicky Pelupessy

Salam hangat dan salam semangat selalu by Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

Selesai ditulis pada hari Selasa malam, 29 November 2011 at 10.28wib @Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Mulyajaya, Pasar Rebo – Jakarta Timur

G A L L E R I E S

===

===

Comments
4 Responses to “Pelatihan Sehari tentang Psikososial Dasar dalam Penanggulangan Bencana bersama Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) Indonesia”
  1. sary says:

    thanks ya sangat bermanfaat

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: