Fasilitas yang Memandulkan Kualitas

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Biasanya, orang pasti beranggapan dan menaruh harapan bahwa suatu fasilitas pada akhirnya akan dapat mampu mendorong kualitas yang lebih baik dari si pengguna fasilitas tersebut. Kita sebut saja mobil yang tentu lebih efektif digunakan daripada sepeda untuk bisa menempuh jarak jauh dalam waktu singkat, email yang tentu saja sangat lebih cepat dibandingkan dengan mengirimkan surat melalui pos, dan masih banyak lagi. Begitu pula di bidang pendidikan, proyektor LCD digunakan untuk menggantikan menulis di papan tulis, komputer digunakan untuk menggantikan mengetik tugas, dan lain sebagainya.

Nah, namun di sini saya akan secara menyoroti fenomena yang merupakan side effects dari adanya penggunaan fasilitas tersebut terutama yang ada kaitannya dengan kehidupan yang saya jalani. Baiklah, mari kita mulai menyelam lebih jauh untuk mendapatkan pemahaman yang konstruktif.

Selama tiga tahun menjadi mahasiswa STKS Bandung, saya tidak memiliki komputer maupun laptop, semua pekerjaan dan tugas dari kampus saya kerjakan dengan “meminjam” fasilitas dari warnet tempat saya part time di sana. Ya, berkat pekerjaan paruh waktu sebagai operator warnet itulah saya tidak pernah kesulitan untuk mengerjakan tugas dan juga terhubung ke dunia maya secara istiqomah lebih dari lima jam per hari atau sekitar 35 jam per minggu. Dan anehnya, dengan kondisi sebagai mahasiswa, aktif di organisasi, dan juga harus part time, rasanya energi itu tak habis-habis, meski memang seringkali kondisi mengantuk di kelas tak tertahankan, bahkan terkadang hingga fisik menjadi drop dan menyebabkan saya harus beristirahat total selama dua hari. Tapi, terlepas dari itu semua, saya merasa masih menjadi orang yang produktif, tidak menelantarkan tugas, masih amanah menjalankan organisasi, dan juga tidak malas-malasan dalam bekerja.

Dengan kondisi demikian, saya seringkali berpikir dan berangan-angan, jika saja saya memiliki komputer atau laptop sendiri, maka tidak terbayangkan betapa menjadi produktifnya diri ini dalam menulis dan menelurkan banyak hal-hal baru, serta tidak pernah kesulitan untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen di kampus. Bahkan, tidak jarang pula saya merasa heran, kenapa teman-teman yang lebih dulu punya laptop, tapi tidak bisa produktif dalam menulis dan bahkan tugas-tugas juga banyak yang terlantar. Apa masalahnya? Dan itu baru saya temukan sekarang. Karenanya judul yang saya angkat di atas adalah “Fasilitas yang Memandulkan Kualitas”. Apa benar pemikiran saya ini? Mari kita simak ulasan selanjutnya.

Itu telah saya rasakan sendiri, sebut saja sejak September lalu saya mendapatkan fasilitas Laptop dari tempat kerja. Awalnya, saya menerimanya dengan perasaan girang yang tidak tertahan, saya berpikir bahwa apa yang selama ini saya pikirkan, pada akhirnya dapat terpenuhi juga. Dan yang lebih menggembirakan adalah seperti yang saya proyeksikan di awal, saya akan jauh lebih produktif dari sebelumnya. Tapi apa yang terjadi? Angan-angan tak sesuai dengan kenyataan. Tiba-tiba saja saya merasa menjadi lebih mudah capek yang pada akhirnya menunda pekerjaan dengan alasan ada laptop yang bisa diandalkan untuk esok harinya. Aahhh, dan itu terjadi berkali-kali, bahkan pada akhirnya membuat deadline yang sudah ditentukan tak dapat dicapai, alias molor.

Jika saya perhatikan di lingkungan sekitar, ternyata fasilitas ini juga seringkali melenakan. Sebut saja power point dari dosen yang membuat mahasiswa malas mencatat, padahal kita ketahui bersama bahwa mendengarkan sambil mencatat itu lebih besar potensi untuk mengingat daripada sekedar duduk diam mendengarkan saja. SMS juga demikian yang menjadikan banyak orang semakin malas untuk bersilturahmi kepada sanak saudara dan tetangganya, alasannya sudah di sms kok, jadi tak perlu dikunjungi. Padahal Rasulullah pernah bersabda bahwa sesungguhnya silaturahmi itu menyuburkan rizki dan keberkahan.

Ok, di sini dapat kita lihat bahwa selain fasilitas yang memang dapat lebih mempermudah hidup manusia, namun tidak dipungkiri di sana terdapat efek negatif yang menjadikan kita menjadi manusia yang lebih malas dari biasanya, lebih senang menunda pekerjaan dari sebelumnya, lebih sering memandulkan kualitas yang seharusnya dapat kita capai. Kita menjadi manusia yang biasa terlena untuk suasana, merasa cukup dengan keadaan tanpa ada force/tekanan untuk berpacu menjadi lebih baik lagi. Ya, karena semuanya memang telah membuat terlena dan merasa aman serta zaman pada zonanya masing-masing.

Finally, sebenarnya inti utama adalah bukan pada fasilitasnya semata, namun pada orang yang menggunakan fasilitas tersebut. Artinya kesadaran tentang bagaimana seharusnya memperlakukan fasilitas dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Jadi, harapannya setelah Anda membaca tulisan ini akan terbentuk pemikiran untuk lebih mengapresiasi diri sendiri. Bagaimana caranya? Yakni dengan lebih memanfaatkan fasilitas untuk lebih memacu diri menjadi lebih baik lagi dari segi kualitas dan juga inovasi untuk masa depan. Jangan hanya puas dengan menghargai diri sedemikian tanpa mau melihat dunia luar yang begitu cepat bergerak jauh melampaui apa yang kita lakukan selama ini. Maka, jalan satu-satunya adalah dengan tidak terlena dan senantiasa menjadikan fasilitas sebagai alat untuk melejitkan kemampuan diri pribadi dan juga kelompok.

Salam hangat dan semangat selalu by Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

An Undergraduate Student of Bandung College of Social Welfare (BCSW), Department of Social Rehabilitation 2008

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) STKS Bandung

Selesai ditulis pada Selasa pagi, 15 November 2011 at 05.50wib @Kamar Kostan, Dago Pojok, Bandung – Jawa Barat

Dipublikasikan pada Selasa pagi, 15 November 2011 at 14.40wib @Mahesa Net, Dago Pojok, Bandung – Jawa Barat

Comments
2 Responses to “Fasilitas yang Memandulkan Kualitas”
  1. mompray says:

    Pemuda itu harus dibina dengan benar agar mampu membawa citra dan pembawaan yang benar, yang pada akhirnya sesuatu yg benar itu bisa diturun-temurunkan hingga ke generasi selanjutnya, hehehehe.. salam 😀

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: