Akad Nikah Kakanda Irhamni & Uswatun Hasanah di Bancar

Bismillahirrohmaanirrohiim,,,

Hmm,, sebuah perkara rumit telah terjadi. Aku pun dengan gontai tapi berusaha menguatkan diri untuk bisa pulang ke Bancar. Kak Ir jadi menikah . . . . .

??????? Kakaknya menikah tapi kok galau begitu kenapa? Nah, itu masalahnya. Ada kepedihan di balik kebahagiaan yang tertangkap oleh kasat mata.

Tanpa Restu Orang Tua

Ya, pernikahan kakakku yang satu ini tanpa ada restu dari orang tua (Ma’e dan Pa’e) dan juga mayoritas keluarga besar, termasuk saudara-saudaraku yang lain (Kak Wahib dan Kak Yusuf), Mbak Eni tidak terlalu menentang, tapi beliau juga tidak bisa hadir pada hari bahagia Kak Ir ini.

Kak Irhamni, di usia yang ke-30 ini menikah dengan Mbak Uus yang usianya baru 18 tahun. Bukan masalah rentang umurnya yang membuat keluarga tidak setuju, melainkan karena dalam sejarah keluarga Mbak Uus, Ibu dan Kakak laki-lakinya telah terkena penyakit Kusta/Lepra. Anda pernah dengar tentang Kusta? Jika Anda saja tidak tahu tentang penyakit itu, bagaimana dengan mayoritas orang di desa? Itulah yang terjadi, stigma negatif begitu erat melekat, dan itu membuat tidak nyaman keluargaku, dan lagi pula, keluarga juga takut jika sampai-sampai nanti tertular.

Dilema Diri

Huuufff, aku yang biasa bergulat dengan fenomena-fenomena yang berkaitan dengan “masalah sosial” tentu tidak telalu kaget melihat fenomena yang dianggap “langka” oleh orang-orang desa tersebut. Tapi keluargaku? Sulit untuk memahamkan mereka, apalagi dengan sikapku yang tidak menentang Kak Ir dianggap sebagai sikap pro “durhaka kepada kedua orang tua”. Sedih rasanya. Tapi inilah keputusan yang kuambil. Aku datang dari Bandung dengan menempuh perjalanan 18 jam via bus ekonomi. Aku datang dengan tujuan ingin memberikan support kepada Kak Ir dan isterinya, serta juga kepada Pa’e dan Ma’e.

Kondisinya memang tidak semudah yang dibayangkan. Satu sisi Kak Ir sebenarnya butuh penguatan sebagai orang yang tidak direstui hubungannya, di sisi lain Ma’e dan Pa’e juga rentan untuk sakit jika terus memikirkan masa depan Kak Ir yang dikhawatirkan buruk ini. Ditambah lagi sikap tegas Kak Yusuf yang dengan terang tak akan pernah menyetujui hal-hal yang tidak disetujui oleh Pa’e dan Ma’e.

Terlepas dari konflik itu semua, aku masih akan merekam jejak kejadian ini dengan narasi dan foto. Semoga ini bisa menjadi catatan bersejarah untuk mengubah hubungan keluarga besarku yang lebih baik dan harmonis lagi.

Suasana Akad Nikah Kak Irhamni dan Mbak Uswatun Hasanah

Pukul 07.00wib kami sudah bersiap, baik Kak Ir, teman-teman Kak Ir dan juga denganku. Kami meminjam satu mobil tetangga untuk keperluan ini, ditambah beberapa motor untuk mengiringi suasana Akad Nikah supaya lebih terasa hidup lagi. Tentu saja ini sepi karena memang keluarga besarku sama sekali tidak ada yang menghadiri, hanya aku, sekali lagi, hanya aku seorang dari keluarga Kak Ir yang ikut mendampingi terlaksananya Akad Nikah ini.

Alhamdulillah sesampainya di lokasi KUA, ada Kak Sam dan Kak Nur, beliau berdua adalah keponakannya Ma’e sehingga beliau lah yang menjadi saksi dari kalangan keluarga Kak Ir.

Suasana meja Akad agak sedikit menegangkan, terkecuali denganku. Karena syarat akad nikah adalah adanya dua orang saksi, maka cukuplah aku di sana menyaksikan sekaligus mengabadikan momen berharga ini dengan kamera digital yang aku pinjam dari Eche, seorang kawan mahasiswi STKS Bandung dari Palu.

Detik demi detik momen itu pun terlaksana juga. Mulai dari penyerahan perwalian dari Orang tua sang mempelai wanita kepada Petugas KUA, Ijab Qobul oleh Kak Ir, hingga makan-makan di lokasi. Sangat sederhana, sederhana sekali, maklum orang desa, dan memang aku ini orang desa, dan tentu saja keluargaku bukanlah dari golongan kaya raya.

Sedikit foto-foto yang saya tampilkan di sini, semoga bisa memberikan arti tersendiri bagi para pembaca yang budiman.

Salam hangat dan semangat selalu by Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

Selesai ditulis pada Sabtu siang, 05 November 2011 at 14.10wib @Ruang Tamu Rumah Bancar, Tuban, Jawa Timur

Dipublikasikan pada Sabtu sore, 05 November 2011 at 17.28wib @Bagus Net, Tambakboyo, Tuban, Jawa Timur

G A L L E R I E S

===

===

===

Advertisements
Comments
9 Responses to “Akad Nikah Kakanda Irhamni & Uswatun Hasanah di Bancar”
  1. erviana says:

    ADUH SEDIH NYA PERNIKAHAN KAKAK MAS JO INI SEMOGA SUATU SAAT NANTI ORANG TUA MAS JO BISA MENERIMA KEHADIRAN MBAK UUS , UNTUNG DIRI MU BISA BERPIKIR BIJAK

  2. peduliku says:

    sebuah keputusan yang sulit, ……..
    Selamat…………

Trackbacks
Check out what others are saying...


Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: