Harga Mahal Sebuah Proses Tumbuh Kembang Bersama

Bismillahirrohmaanirrohiim,,,

Rasanya ada beberapa nama dari para akhwat yang berpengaruh pada kehidupan pribadi ana. Teh Dessy yang ana kenal sejak PPI pada Agustus 2008 silam di Kampus STKS Bandung, Bu Kanya yang saya kagumi dari sepak terjang penelitiannya sebagai Pekerja Sosial, dan Bu Yanti yang tidak pernah lelah untuk menyuarakan kepentingan anak untuk masa depan Indonesia yang lebih baik dan sejahtera.

Bu Yanti adalah Chairlady Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP), yakni sebuah NGO yang bergerak di bidang Advokasi, Kampanye, dan Pelayanan langsung kepada penerima manfaat. Hal menarik yang ana garisbawahi dari Bu Yanti adalah bahwa beliau selalu saja menekankan mengenai pembelajaran untuk tumbuh kembang bersama. Tidak hanya bagi diri beliau dan teman-teman di KerLiP, namun juga tumbuh kembang bersama anak-anak didik KerLiP maupun penerima manfaat tersebut.

Ada hal yang sering membuat ana malu, karena sering sekali ana tak dapat mengejar semangat Bu Yanti ini, pola gagasan dan pemikiran yang cepat merespon fenomena sekitar, bahkan tenaga yang ana rasa tak pernah ada habisnya. Itu semua ada pada diri seorang Bu Yanti dan ana belum mampu mengimbanginya.

Di satu sisi, ana amat sangat merasa beruntung dapat mengenal beliau, salah satu sosok akhwat yang langka di bumi Indonesia. Tapi berulang kali kembali lagi ke sana, ana takut tidak amanah dan lalai dengan tanggung jawab yang diberikan. Bukan karena tidak mau, tapi ana sadar bahwa ana masih belum bisa all out berada di KerLiP.  Ana masih punya tanggung jawab perkuliahan, praktikum, dan juga kegiatan-kegiatan intra dan ekstra kampus.

Diamanahi untuk memegang salah satu divisi di KerLiP, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup dan Bencana (PPLHB) merupakan penghargaan yang luar biasa, namun lagi-lagi ana malu karena tidak maksimal di sana. Merasa masih “bayi merah” yang sedang proses belajar yang seringkali gagal dalam menyamakan irama kecepatan langkah dari Bu Yanti.

Huuffffttt,,, Itulah mengapa saya mengatakan bahwa sebuah proses tumbuh kembang bersama itu adalah amat sangat mahal sekali. Bukan mahal yang dilihat dari takaran uang, namun mahal karena sulit kita mendapatkannya di sembarang tempat. Dan ana malu, masih harus merangkak ketika kawan-kawan yang lain sudah mampu berjalan setengah berlari.

Hopefully, ke depannya akan menjadi lebih baik lagi. Yang jelas, ana sangat bahagia dan merasa bermakna menjadi bagian dari Kelurga Peduli Pendidikan (KerLiP), bagian dari kelurga Bu Yanti, dan kami semua di KerLiP memang merasa menjadi satu bagian keluarga ^^

Salam hangat dan salam semangat selalu by Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

Selesai ditulis pada Senin malam, 26 September 2011 at 22.10wib @Kamar Kostan, Dago Pojok, Bandung-Jawa Barat

Dipublikasikan pada Rabu pagi, 28 September 2011 at 07.00 wib @Neru Net, Dago, Bandung-Jawa Barat

Comments
2 Responses to “Harga Mahal Sebuah Proses Tumbuh Kembang Bersama”
  1. Masmulyadi says:

    Salam untuk Mb Yanti, Mul (education forum)

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: