Arung Jeram di Sungai Citarum bersama Siswa-siswi Al Bantari

Bismillahirrohmaanirrohiim,,,

Hari Minggu kemarin (18/09/2011)menjadi salah satu hari yang berkesan karena salah satu mimpi-mimpi yang tertulis itu telah terwujud menjadi nyata. Berawal dari proses perjalanan wawancara dengan Pak Mardjuki (KaBaDikLit Kemensos RI) di kediaman beliau lah hingga pada akhirnya Tim 5 mampu mempengaruhi saya untuk menjadi malu karena belum menuliskan mimpi-mimpi yang diingini dalam bentuk tertulis. Sesampainya di rumah, malamnya pun saya mencoba meraba-raba mimpi-mimpi apa yang sebenarnya hadir di benak ini, dan terselesaikanlah sekitar pukul 02.30wib. Alhamdulillah 🙂

Ajaib!!! Allah telah mengijabahnya hari itu juga. Allahu Akbar. . .!! This is the story . . .

Hari Minggu kemarin sebenarnya adalah jadwal untuk wawancara dengan Pak Widodo Suhartoyo (Unicef Surabaya), namun tiba-tiba Bu Yanti menelpon dan mengajak saya untuk ikut hadir dalam rangkaian acara penanaman budaya sadar dan tanggap bencana di Cihea, Cianjur. Alhasil saya pun meminta izin kepada Tim 5 untuk tidak ikut wawancara karena ajakan Bu Yanti tersebut merupakan salah satu tanggung jawab kerja yang saya lakukan bersama beliau (kebetulan saya bertanggung jawab untuk melakukan hal yang serupa di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung).

Seperti biasa, saya menjalaninya penuh semangat dan antusiasme yang tinggi, meskipun tidak dipungkiri bahwa memang masih ngantuk karena begadang hingga 02.30 pagi.

Sampailah di sana, kegiatan dengan anak-anak memang menyenangkan, apalagi dengan mereka yang masih muda beliau namun memiliki semangat yang luar biasa. Saya temukan anak-anak Ponpen Al Bantari yang cukup enerjik baik ikhwan maupun akhwat, padahal mereka semua masih pada usia SD dan SMP. Menarik sekali, ternyata mereka semua gemar berolahraga Arung Jeram, dan bahkan Ponpes mereka memiliki 4 buah perahu lengkap dengan peralatan Arung Jeramnya. Subhanallah,,, ^_^

Rasa-rasanya baru semalam saya menuliskannya, bahwa ada hasrat “cinta kegiatan alam” selain kecintaan pada kegiatan-kegiatan keseharian akademik yang saya jalani selama ini. Benar, sebenarnya dalam diri pribadi saya juga tersimpan kesenangan sebagai seorang adventurer alam. Mulai dari mendaki, panjat tebing, terjun payung, menyelam, hingga arung jeram menjadi salah satu mimpi yang harus dapat saya laksanakan. Selama ini bukan karena tidak mau atau tidak suka, namun karena memang belum ada waktu untuk melakukannya. Dan hari Minggu kemarin, Allah pun mengijabahkan salah satu mimpi yang tertulis itu dengan skenario yang sangat indah dan tidak diduga-duga.

Pagi kami masih workshop bersama anak-anak tentang Pengenalan Bencana dan Risiko Bencana, siang hari melakukan penilaian kerentanan sekolah, dan sore harinya melakukan pengenalan potensi sumber daya desa melalui bermain dan berolahraga, yakni melakukan Arung Jeram bersama-sama. Luar biasa. Subhanallah. Maka nikmat Tuhan yang mana lagikah yang mampu saya dustakan..?? Semua terjadi tanpa saya sangka-sangka, karena pada awalnya saya tidak tahu jika di Cihea yang diajak Ibu ini ada tempat dan fasilitas untuk melakukan olahraga Arung Jeram. Karenanya, saya pun tidak membawa baju dan celana ganti, untuknya salah satu guru santri meminjami saya celana pendek namun tetap di bawah lutut.

Wowwwwww,,,, Aaaarrrrrggghhhhhhh !!! Itulah berkali-kali kata yang keluar dari bibir mungil ini karena Arung Jeram ini merupakan Arung Jeram yang pertama kali saya lakukan. Anda mungkin dapat membayangkan perasaan ketika melakukan hal yang “pertama kali” dan itu merupakan mimpi Anda. Dahsyat…!!!

Dasar pemula, memegang dayung pun saya tidak tahu standarnya bagaimana, cara duduk juga semaunya saja, bahkan memasang pelampung juga minta dipandu oleh salah satu siswa di sana he he he he. But, setelahnya, semua menjadi menarik, mulai dari menuruti aba-aba untuk mendayung, melewati medan yang tajam dan membuat air sungai banyak membasahi kami semua, siram-siraman air antar perahu, saling bertubrukan antar perahu sembari bercanda ria, hingga melakukan aksi yang belum pernah saya rasakan, yaitu dua orang bertugas memutar perahu searah jarum jam, dan yang lainnya berdiri di atas perahu membentuk lingkaran sambil berpegangan tangan. Keeeeerrrrrrreeeennnnzzzzzz, sensainya begitu luar biasa, meskipun toh tidak jarang kami akan jatuh dan tercebur ke dalam sungai. Mantaapppsss pokoknya ^_^

Rute yang kami lewati kira-kira sekitar 4 km karena perjalanan membutuhkan waktu sekitar 1.5 jam dengan pemandangan yang sungguh membuat hati saya merasakan “kebahagiaan” bersama alam.

Telah tercatat dalam sejarah perjalanan kehidupan saya, hari Minggu (18/09/2011) saya melakukan olahraga Arung Jeram di Sungai Citarum daerah Cihea, Cianjur bersama dengan Bu Yanti, Mas Oya, dan guru serta siswa-siswa SMP IT Al Bantari dari pukul 15.30wib hingga 17.00wib.

Salam hangat dan salam semangat selalu by Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a Great Dreams

Selesai ditulis pada Senin pagi, 19 September 2011 at 06.00wib @Kamar kostan, Dago Pojok-Bandung, Jawa Barat

Dipublikasikan pada Senin pagi, 19 September 2011 at 11.00wib @Mahesa Net, Dago Pojok-Bandung, Jawa Barat

G A L L E R I E S

===

===

Comments
6 Responses to “Arung Jeram di Sungai Citarum bersama Siswa-siswi Al Bantari”
  1. kakaakin says:

    Hadooh… melihatnya saja sudah membuatku berdebar2 😀
    Seru banget ya, pengalaman pertamanya…
    Rasanya penasaran juga pengen mencicipi arung jeram 😀

  2. wah mantap Gan.
    kalo boleh tahu informasi tentang harga Rafting disananya berapa Gan..?
    tolong dishare ke email yach.
    thx

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: