Sharing Pengalaman Interview Test with PDAK Team of Save The Children

Bismillahirrohmaanirrohiim,,,

I pass it,,!!!! Alhamdulillah, test interview penerima case worker baru untuk project PDAK (Program Dukungan Anak dan Keluarga) dari Save The Children telah saya lewati dengan penuh semangat dan optimisme tinggi. Tentu tidak hanya semangat saja yang menjadi bekal, namun kesiapan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan juga meminimalisir ketegangan-ketegangan yang biasa terjadi ketika kita sedang akan menjalani tes masuk perguruan tinggi/kuliah, mendapatkan beasiswa, atau bahkan berkaitan dengan pekerjaan seperti yang baru saja saya jalani pagi tadi.

Mumpung benar-benar masih hangat dalam ingatan, maka tidak ragu-ragu lagi saya akan menuangkannya dalam bentuk narasi dan semoga bisa menjadi pengalaman dan pelajaran yang sangat bermanfaat bagi para pelamar kerja, khususnya yang memang ingin berkarier di NGO (Non Govermental Organization). Baiklah, mari kita simak narasinya di bawah ini. Kencangkan sabuk pengaman Anda yang Sobat. . . . ^_^

Pagi ini, interview dijadwalkan akan dimulai pada pukul 10.00wib bertempat di kampus Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. Karena tidak mau telat, saya pun pukul 09.00wib sudah melangkahkan kaki menuju kampus tercinta saya tersebut. Sekitar pukul 09.30wib, datanglah Mas Sigit, seorang Case Manager dari PDAK Save The Children. Kebetulan saya mengenal beliau pada saat menghadiri Seminar Nasional di UNPAD seperti yang telah saya paparkan di posting-an sebelumnya. Maka, saya pun menyempatkan diri untuk menyapa beliau dengan ramah dan senyum yang tersungging lebar. Dari sana, percakapan pun mengalir dan suasana menjadi cair. Beberapa waktu kemudian datanglah Melati Putri Cendani (Puput) dan Chitalia Kusuma Putri (Lia). Dan sekitar 10 menit kemudian Bu Kanya pun datang.

Jam tanganku menunjukkan pukul 10.10wib, sudah telat dari jadwal yang telah ditetapkan, Bu Kanya pun meminta maaf atas keterlambatan ini. Setelahnya, kami lalu disuruh naik menuju ruangan Sp-1 (Pascasarjana di STKS Bandung). Baru duduk 5 menit, Bu Kanya datang dan menyakan, “Siapa yang datang duluan?”, “Joko Bu”, sahut Puput dan Lia kompak. Alhasil, saya pun mendapatkan urutan pertama untuk interview. Suasana ruangan terasa dingin menusuk tulang, ternyata Bu Kanya yang menyeting temperatur terlalu rendah derajatnya. Saya sendiri tak bisa menggambarkan dengan detil mengenai proses wawancara yang berlangsung, yang jelas menurut penilaian pribadi saya, insyaAllah saya mampu untuk melewati tes wawancara tersebut.

Nah, dengan demikian saya hendak menyampaikan beberapa pandangan berlatar belakang penerimaan case worker PDAK Save The Children yang mungkin akan sangat berguna bagi para calon-calon yang akan diwawancarai selanjutnya, baik di Save The Children maupun di NGO lainnya  yang berfokus pada masalah sosial. Let’s check it out:

  • Disiplin/Tepat Waktu. Susah mas, kan Indonesia memang budayanya jam ngaret. Halah, alasan itu, kata siapa coba? Dan kalau pun memang benar, alangkah malangnya bagi kita yang notabene generasi penerus pemimpin ini jika mengaminkannya. Hal ini penting karena salah satu ciri organisasi yang profesional adalah mereka yang menghargai waktu, tenaga dan juga pikiran. Karena kesemuanya itu sangat berharga. Apalagi NGO sekelas Save The Children yang tentu saja quality control atas sumber daya manusia menjadi kunci penting untuk bisa terus survive.
  • Ketahui bidang concern kita dan relevansinya dengan NGO yang dituju. Hal kedua yang menjadi cacatan saya adalah mengenai pentingnya kita mengetahui bidang yang kita senangi karena dalam wawancara itu ditanyakan mengenai alasan kita apply ke sana dan tentu saja jawaban yang paling tepat adalah kita memang tertarik membidangi hal-hal yang tengah dikerjakan oleh NGO yang kita ajukan lamarannya tersebut. Mau berbohong? Tentu itu bukan ide bagus sobat, melihat NGO apalagi yang aliansi Internasional, akan mencatat track record kita selama bekerja. Satu kali kita terbukti berbohong tentang kualitas dan keilmuan kita, termasuk bidang yang kita senangi, maka akan berakibat fatal untuk tahap pencarian kerja selanjutnya.
  • Tidak perlu over nervous. Nervous itu wajar, tapi jika berlebihan akan menjadi kurang ajar. Kenapa demikian, karena nervous yang berlebihan itu akan menimbulkan beberapa hal yang kurang mengenakkan di mata interviewer seperti terlalu banyak bergerak, tidak bisa fokus, dan bahkan sering tidak bisa menjawab. Nah lho, itu kan bisa merugikan diri sendiri selain menimbulkan kesan kurang ajar pada interviewer. Karenanya, harus kita hindari ya, paling tidak minimalisirlah rasa nervous tersebut.
  • Percaya pada kemampuan dan tunjukkan sikap peminatan yang tinggi. Ini penting karena hal itu merupakan modal awal kita untuk meyakinkan kepada interviewer bahwa kita memang mampu mengemban amanah itu. Di samping itu, pengungkapan mengenai peminatan yang cukup tinggi terhadap bidang itu akan menjadi nilai lebih karena kita terkesan sebagai orang penuh semangat dan optimisme yang tinggi.
  • Hindari berbohong selama proses wawancara. Betik ketitik olo ketoro, itulah Jawa yang tepat untuk menggambarkannya. Tidak perlu waktu lama, dalam proses wawancara jawaban-jawaban yang Anda kemukakan akan langsung ditanyakan lebih dalam, jadi hati-hati dalam menjawab. Jika sekali saja berbohong, maka ke belakangnya pasti akan semakin kentara kebohongannya tersebut dan pada akhirnya kita tak akan diterima karena kelalaian tersebut.
  • Berpikir muluk-muluk tentang gaji. Hmm, we are fresh graduate brother and sister (apalagi saya malah masih satu tahun lagi baru lulus). Jadi, memberikan standar itu boleh (paling tidak sesuai dengan UMR) namun yang paling penting adalah tunjukkan dulu kualitas kerja kita, semakin jam terbang kita tinggi, maka pengalaman semakin kaya dan nilai jual kita pun akan semakin naik, betul kan? Ah sudahlah tentang gaji itu adalah urusan kesekian setelah pembuktian skill and our knowledge di lapangan ^^

Hmm,,, Lumayan banyak kan yang bisa saya sharing-kan? Tiap orang tentu memiliki gaya pengungkapan yang berbeda-beda meski suasana wawancara memang sama waktunya. Setelah saya keluar, ternyata para kandidat yang lain telah siap menunggu giliran. Selengkapnya tentang para kandidat yang dipanggil untuk tes wawancara diantaranya:

  1. Joko Setiawan aka Muhammad Joe Sekigawa, dari Jurusan Rehabilitasi Sosial angkatan 2008 yang saat ini baru akan menginjak semester VII
  2. Melati Putri Cendani aka Puput, dari Jurusan Rehabilitasi Sosial angkatan 2007 dan kebetulan sudah selesai ujian sidang KIA (Karya llmiah Akhir) yang insyaAllah Oktober nanti akan wisuda D-IV dengan gelar SST (Sarjana Sains Terapan)
  3. Chitalia Kusuma Putri aka Lia, yang juga dari Jurusan Rehabilitasi Sosial angkatan 2007 dan kebetulan sudah selesai ujian sidang KIA (Karya llmiah Akhir) yang insyaAllah Oktober nanti akan wisuda D-IV dengan gelar SST (Sarjana Sains Terapan)
  4. Astri, juga dari Jurusan Rehabilitasi Sosial angkatan 2007 dan kebetulan sudah selesai ujian sidang KIA (Karya llmiah Akhir) yang insyaAllah Oktober nanti akan wisuda D-IV dengan gelar SST (Sarjana Sains Terapan)
  5. Hanif, dari Jurusan Rehabilitasi Sosial angkatan 2007 namun belum selesai ujian sidang KIA (Karya llmiah Akhir) tapi insyaAllah Oktober nanti tetap akan wisuda D-IV dengan gelar SST (Sarjana Sains Terapan)
  6. Dini Fajar Yanti, dari Jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat Sosial angkatan 2007 dan kebetulan sudah selesai ujian sidang KIA (Karya llmiah Akhir) yang insyaAllah Oktober nanti akan wisuda D-IV dengan gelar SST (Sarjana Sains Terapan)
  7. Intan Slipilia, juga dari Jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat Sosial angkatan 2007 dan kebetulan sudah selesai ujian sidang KIA (Karya llmiah Akhir) yang insyaAllah Oktober nanti akan wisuda D-IV dengan gelar SST (Sarjana Sains Terapan)

Nah karenanya, jika kurang puas dengan cerita yang saya paparkan di atas, silahkan saja mengontak diantara 6 kandidat di atas ya. Mari saling belajar dan terus memperbaiki diri, hanya karena dan untuk Allah semata (^_^)

Salam semangat selalu by Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Selesai ditulis pada Sabtu sore, 06 Ramadhan 1432 H at 15.00wib @Kamar Kostan, Dago Pojok, Bandung-Jawa Barat

Dipublikasikan secara otomatis by WordPress.com pada Sabtu malam, 06 Ramadhan 1432 H at 19.00wib @Mahesa Net, Dago Pojok, Bandung-Jawa Barat

G A L L E R I E S

===

===

Comments
2 Responses to “Sharing Pengalaman Interview Test with PDAK Team of Save The Children”
  1. Nuraeni says:

    Aku Selalu Mendukung Apapun Yang Kak lakukan ,,
    (Hal2 yang baik)..
    Cayo…

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: