Orang-orang yang Berpengaruh dalam Kehidupanku

Beautiful Sunset

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Tak dipungkiri bahwa kondisi kita saat ini merupakan produk yang terbentuk dari gabungan antara konsep yang ada dalam diri, lingkungan dimana kita berinteraksi, dan tentu saja atas ketentuan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Begitupun pula diriku ini, keadaan yang saat ini tertampilkan dalam diri seorang Joko Setiawan tidaklah dapat lepas dari orang-orang yang memiliki andil dalam membentuk karakter dan kepribadianku selama ini. Oleh karenanya, aku ingin mengulas siapa saja mereka, dan tentu saja apresiasi yang begitu berharga aku haturkan kepada mereka semua. Kalian adalah superheroku ^^

Mother and Father. Of Course, siapa sich yang lebih dekat kepada kita selain Ibu dan juga ayah. Tempat pertama adalah Ibu karena memang beliaulah yang perhatiannya begitu kentara kepada diri kita. Bapak hanyalah tokoh supporting karena beliau lebih susah untuk mengungkapkan rasa kasih dan sayangnya kepada anak secara verbal, namun tentu kita sadari bersama bahwa beliau berdualah yang menjadi tokoh panutan selama kita masih dalam buaian. ^^

.

.

.

.

Kak Yusuf. Aku mulai ngefans  dengan kak Cup(nama panggilan) saat masih SD. Aku heran kenapa Kak Cup ini begitu rajin belajar, padahal waktu itu dia masih kelas 6 SD dan aku masih duduk di bangku kelas 1 SD. Alhasil nilai-nilainya pun cukup memuaskan dan menjadi kebanggaan bagi orang tuaku. Sampai SMP dan SMA pun Kak Cup masih bisa mempertahankan prestasinya, bahkan hingga bisa masuk kuliah, dan Kak Cup jugalah sebagai anggota keluarga kami yang pertama menempuh perguruan tinggi. Secara tidak langsung, seorang Joko Setiawan banyak mengimitasi sikap dan kegigihan dari seorang Muhamad Yusuf ini. I love you my brother ^^

Ahmad Wachidul Kohar. Dia adalah teman semasa sekolah di SMPN 1 Bojonegoro. Meski kedekatan kami tidaklah sedekat sahabat karib, namun aku senang sosoknya yang meski dari golongan keluarga yang tidak mampu, namun dirinya begitu pintar, baik hati, dan yang paling membuatku terpukau adalah suara Adzan nya yang membuat diri ingin menangis karena bahagia mendengar lantunan panggilan yang sangat merdu. Wachid merupakan sosok ideal bagiku: pintar, sholeh, baik hati. Subhanallah ^^

.

.

Arief Rakhman. Dia juga teman semasa SMP ku dulu. Ketemu pertama kali dengan dia pada saat kelas 2 SMP, dan kebetulan dia baru pindah dari Jambi. Arief pun demikian, malah dia lebih aneh menurutku daripada Wachid. Bagaimana tidak aneh, dia berasal dari keluarga yang berada, namun mampu menjadi sosok yang cinta masjid, smart, dan juga tidak sombong. Alhasil aku pun merasa nyaman bergaul dengannya, dan bahkan pertama kali bisa mengakses internet adalah hasil dari belajar dengannya. Arief, you are a great Ikhwan ^^

Mas Santoso. Dia adalah salah satu karyawan dari Chan Restaurant, tempat aku dididik menjadi manusia yang tidak instan. Restaurant tersebut adalah milik suaminya Mbak Eni(kakak perempuanku), namun aku diminta untuk part time di sana dengan mendapatkan gaji setiap akhir bulannya. Mas Santoso ini banyak mengajariku tentang kehidupan, meski usianya waktu itu belum genap 20 tahun, namun dia sudah begitu dewasa dalam menghadapi pahit manisnya kehidupan. Aku yang waktu itu masih belum genap 14 tahun pun banyak menyerap pemahaman lapang tentang hidup “kaya” dan “miskin”. Alhamdulillah, aku jadi ketularan gemar berpikir secara dewasa dalam menghadapi segalanya. ^^

.

.

Sarjono (John Itsar). Dia adalah salah satu pemilik rental dan warnet depan Chan Restaurant. Dari Sarjono aku banyak belajar tentang kehidupan perkuliahan (dia pernah kuliah di ITS namun tidak sampai tamat) dan juga pemahaman keagamaan. Waktu awal-awal berinteraksi dengannya, sempat ada salah satu teman perempuan yang ikut main ke sana, namun ia tak mau bersalaman. Kontan diriku merasa aneh, namun sejak itulah aku mulai membuka diri untuk belajar dan mengenal Islam secara komprehensif dan berwawasan. Tiap minggu pun, ceramah di Masjid Muhammadiyah mulai sering kami ikuti dan itu menambah rasa kecintaan dan keimana kepada Allah dan RasulNya. Alhamdulillah ^^

.

.

Teh Dessy. Nama lengkapnya Dessy Arisanti Katili, seorang asli Gorontalo dan menjadi temanku di STKS Bandung. Semangat Teh Dessy dari awal sudah kelihatan, karenanya aku menjadi dekat dengan Teh Dessy karena berada dalam kegiatan bersama-sama. Jarang-jarang punya Teteh seperti beliau, semangatnya luar biasa melebihi wanita pada umumnya. You give me the another spirit Teh, seorang wanita saja bisa setangguh itu, apalagi aku ^^

.

.

.

.

Pak Wakhid Nurokhim. Beliau adalah alumni dari STKS Bandung, pertama kali berinteraksi adalah melalui Facebook, dan memang cara dan pola berpikir beliau menarik hatiku. Keren lah, dengan usia yang lebih dari 30 tahun, namun idealismenya masih bisa terjaga. Seorang yang gigih bergerak di luar pemerintahan dan bisa sukses bahkan membeli mobil dan rumah dengan hasil keringat sendiri. Sesuai dengan idealismeku juga, aku akan bergerak pada non governmental namun tetap bisa berkarya dan menjalin relasi dengan siapa saja.

.

.

Pak Puji Pujiono. Beliau adalah orang penting dalam jajaran para Peksos senior yang dikenal luas baik di kalangan akademisi, non government dan juga pihak pemerintahan. Jabatan yang diemban beliau pun cukup strategis, mulai dari Presidium IPSPI (Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia), Presidium MPBI (Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia), UN-OCHA Tokyo Jepang, UNDP Swiss, dan saat ini di UNDP Bangladesh India. Yang menjadi penyemangatku adalah, meski Pak Puji adalah orang besar, namun beliau masih tidak enggan untuk turut berkontribusi bagi Ikatan Pekerja Sosial, beliau senang memikirkan dan repot untuk orang lain. Seorang Joko Setiawan banyak mengagumi Pak Puji dan akan mencontoh banyak dari beliau, termasuk kesuksesannya ^^

Selain orang-orang tersebut di atas, masih banyak lagi orang yang begitu baik yang secara tidak langsung membimbingku untuk senantiasa istiqomah menjadi seperti ini, seorang Ikhwan yang lemah lembut, baik hati, pekerja keras, beriman dan bertakwa, inovatif dan yang utama, selalu semangat menghadapi semuanya. Here they are:

Eko Heri Prasetyo.                 Ibu Kost.

Pak Raharjo.                           Teh Nia Saniyah.

Kak Alamsyah.                       Chitalia Kusuma Putri.

Umatun Karomah.                 Teh Mellin.

Agus Ni’amilah.                     Irma Yani.

Abd. Muhni Salam.               Aulia Hafidah.

Anisa Amalya Mukti.             Teh Syamsiah (Teh Cia).

Teh Esthy Kumalasari.           Teh Rachma.

Bu Yanti KerLiP.

Mereka semua memiliki peran yang berbeda-beda namun sungguh sangat berarti bagi diriku. Allah Maha Luas nikmatNya, dan nikmat yang manakah yang dapat kita dustakan..?? NONE. Mari tetap bersyukur dan senantiasa bersemangat untuk menegakkan kalimatNya di muka bumi.

Salam hangat dan mesra dalam semangat dakwah by Joko Setiawan aka Amkmjs2011, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Selesai ditulis pada Sabtu malam, 25 Juni 2011 at 19.11wib @POSKO Panyosogan, Ds. Gandasoli, Kec. Tanjungsiang, Subang-Jawa Barat

Dipublikasikan pada Minggu malam, 26 Juni 2011 at 19.30wib (Publikasi Terjadwal Otomatis by WordPress) @RedSki Net, Kp. Panyosogan, Ds. Gandasoli, Kec. Tanjungsiang, Subang-Jawa Barat

.

.

G A L L E R I E S

===

  ===

===

=== ===

Comments
4 Responses to “Orang-orang yang Berpengaruh dalam Kehidupanku”
  1. Nuraeni says:

    Tanpa Mather & Father Kita Tidak kan ADA di DUNIA INI..

  2. Ceritaeka says:

    Hmmm kira2 aku mempengaruhi hidupnya siapa ya…*berpikir keras*

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: