Amanah yang Kuemban adalah Suatu Keniscayaan

Bismillahirrohmaanirrohiim,,,

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi”. Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memujiMu dan menyucikan namaMu..?”. Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Q.S Al Baqarah ayat 30)

Khalifah yang dimaksud adalah seorang pengganti, pemimpin, atau penguasa. Sedangkah khalifah tersebut tidak lain adalah manusia seperti kita ini. Masing-masing diri kita adalah seorang khalifah, paling tidak khalifah bagi diri pribadi kita sendiri. Berbicara mengenai khalifah, aku akan menceritakan mengenai pengalamanku dalam berorganisasi maupun bekerja paruh waktu di suatu lembaga swadaya masyarakat. Karena berkaitan dengan judul juga, bahwa amanah yang kuemban adalah suatu keniscayaan, sedangkan khalifah sangat erat kaitannya dengan anamah yang dipikulnya. Supaya pembahasannya tidak terlalu melebar, saya membatasi bahwa pengertian khalifah di sini  adalah terbatas pada tanggung jawab pribadi dan juga dalam berorganisasi ataupun bekerja, bukan pembahasan khalifah sebagai pemimpin khilafah(bentuk pemerintahan Islam) ^_^

Diriku mulai berorganisasi sejak masa SMP, waktu itu aku mengikuti Palang Merah Remaja(PMR) SMPN 1 Bojonegoro dan kebetulan saat duduk di kepengurusan aku diamanahi sebagai Sekretaris PMR. Bukan karena tulisanku yang bagus atau karena kemampuan administrasiku yang mumpuni, melainkan karena waktu itu memang diadakan pemilihan secara demokrasi, dan diriku mendapatkan suara terbesar ketiga. Alhasil urutannya adalah Ketua PMR, Wakil Ketua, dan Sekretaris. Ya, itulah masa diriku menjadi khalifah (bagi orang lain) untuk kali pertamanya, karena diriku memiliki jabatan yang harus dipertanggungjawabkan di akhir masa jabatan.

Selanjutnya, masa kepemimpinanku adalah pada kelas 1 dan kelas 2 SMKN 4 Bojonegoro. Saat itu aku menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS SMKN 4 Bojonegoro selama 2 tahun. Hal itu terjadi karena aku merupakan angkatan pertama dari sekolahku tersebut, maka dari itulah aku dapat menduduki jabatan tersebut pada kelas 1 dan juga kelas 2. Dari sinilah aku mulai merasakan bahwa diriku menemukan lingkungan yang tepat, orang-orang yang juga haus pengalaman berorganisasi dan di sini juga kami saling belajar serta tumbuh kembang bersama. Selain dalam sekolah, waktu itu aku juga sempa mengikuti pembentukan Forum Komunikasi Pelajar Bojonegoro(FKPB) namun tak lama kemudian diriku sudah habis masa jabatan dan tentu saja tak dapat melanjutkan kegiatan di sana.

Semangat dalam berkecimpung di dunia organisasi memang sudah mengakar dalam diri saya. Saya senang dicapekkan dalam organisasi. Seperti kita ketahui bersama, dalam berorganisasi itu amat sangat sedikit sekali profit dalam bentuk uang/materi, namun lebih kepada bertambah banyaknya pengalaman dan semakin luasnya jejaring pertemanan. Tentu tidak hanya berteman secara formalitas, namun kedekatan dengan teman sesama organisasi itu akan lebih erat terasa dan tulus terbina. Dan perasaan tersebut masih sangat erat melakat meski sudah lulus SMK. Ya, tekadku waktu itu adalah ingin bisa kuliah dan mendapatkan pengalaman berorganisasi sebanyak-banyaknya yang aku mampu.

Alhamdulillah tahun 2008 Allah baru mengizinkanku untuk menginjakkan kaki di sebuah perguruan tinggi, di sinilah aku memulai pengalaman berharga yang tak terhitung jumlahnya, di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. Setahun sebelumnya, Allah memberikan jalan lain kepadaku dengan diterimanya aku sebagai karyawan kontrak di PT. Daihatsu Motor Jakarta, sebuah perusahaan pemproduksi Xenia dan Avanza.

Maka tak heran ketika masa awal di STKS, saya memang sudah meniatkan diri untuk mengikuti banyak organisasi. Waktu itu saya bergabung di Keluarga Mahasiswa Muslim (KMM), STKS English Club (SEC), Nihongo Club STKS Bandung (NCSB), Pramuka STKS Bandung, Jowo Community (JOCO) STKS Bandung. Tak hanya berorganisasi, tak lebih dari 3 bulan menginjakkan kaki di kampus STKS Bandung saya juga mengambil part time sebagai operator warnet yang kebanyakan kuambil waktu malam. Selain itu, aku juga sudah mulai aktif mencari kenalan para alumni dari kampus ini, karena ternyata banyak dari mereka yang menjadi orang sukses baik di jalur pemerintahan maupun di luar pemerintahan. Sembari itu semua, aku juga mulai dipercaya untuk ikut serta mengorganisir kegiatan untuk para pekerja sosial (sudah lulus kuliah). Jadi pada tahun pertama aku kuliah di STKS Bandung ini adalah disibukkan dengan organisasi intra kampus, luar kampus, dan juga bekerja paruh waktu. Alhamdulillah aku bisa mengatur waktunya kok, meski di awal-awal memang sempat keteteran juga. 🙂

Mengenai amanah yang kuemban sebagai sebuah keniscayaan dariNya. Saya pun pernah memegang amanah sebagai Kepala Urusan Bidang Akademik JOCO dengan output unggulan adalah Buletin PALAWI (Pawarta Lare Jawi) yang terbit sebulan sekali. Kemudian jabatan tertinggi saya selama berada di kampus STKS Bandung ini adalah menjabat sebagai Menteri Partisipasi dan Hubungan Luar Kampus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKS Bandung periode 2009-2010. Dari sana terjaring relasi dengan berbagai kampus lain berjenis Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) seperti IPDN, STAN, STIS, AKIP, dsb dan juga universitas yang sama-sama belajar tentang Social Work/Social Welfare seperti UI, UNPAD, UIN Syahida, IAIN Ar Raniry Aceh dsb.

Nah, hingga pada saat ini, pada akhirnya sekarang aku hanya berkegiatan di beberapa hal saja. Yaitu:

  • Masih menjadi operator warnet. Mau tidak mau aku masih harus menjalaninya meskipun tidak sesering dulu. Ini kulakukan karena aku memang sampai sekarang belum bisa membeli laptop sendiri, padahal komputer dan koneksi internet merupakan barang wajib untuk menunjang mobilisasi diriku yang tak biasa ini.
  • Menjadi Anggota Pengurus Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI) di bidang Public Relations (PR). Tanggung jawab ini sangat menarik bagi diriku karena memang selain merupakan organisasi berjangkauan nasional, fokus kerja dari PR adalah pada lima hal pokok: 1)membangun jejaring dengan berbagai universitas yang menjalankan prodi peksos/kessos di seluruh Indonesia; 2)menekan MoU dengan organisasi profesi pekerjaan sosial seperti IPSPI dan IPPSI; 3)membuat kerjasama dengan berbagai pihak kementerian negara Indonesia; 4)membangun relasi dengan pihak LSM/NGO dan United Nations(U)N member; dan terakhir 5)membuat kerjasama saling menguntungkan dengan pihak swasta (pengusaha atau yayasan)
  • Sebagai relawan tetap Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP). Awalnya (April 2011) aku hanya seorang relawan biasa yang tak tahu apa-apa, namun Bu Yanti (penggerak KerLiP) mengamanahiku sesuatu hal yang besar ketika menjadi anggota Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup dan Bencana (PPLHB), yaitu sebagai ketua pelaksana pelatihan Gerakan Siswa Bersatu Menuju Budaya Aman (GSB-MBA) dan tiba-tiba saja hari kemarin Bu Yanti mengamanahiku untuk menjadi koordinator PPLHB. Subhanallah, apakah diri ini mampu ya Rabb..?? Tapi hamba tak pernah sakit hati ketika selalu berprasangka baik terhadap ketentuanMu ya Allah. InsyaAllah aku bisa!!!! ^^

Di KerLiP juga aku merasa perkembangan yang amat sangat pesat. Keinginanku untuk berkecimpung dan bergaul dengan orang-orang NGO dan UN Member terpenuhi sudah. Dengan pengalaman yang amat minim dan sebagai orang yang belum dikenal, beberapa waktu yang lalu aku sudah pernah duduk bersama orang-orang besar dari UN OCHA, PLAN Indonesia, MPBI, Save The Children, USAID, dan masih banyak lagi. Subhanallah, Walhamdulillah, Allahu Akbar. Benar-benar dapat membakar semangat jiwaku agar lebih keras lagi berjuang untuk mencapai karier di sana. Akan saya perjuangkan ya Rabb, hanya untuk menggapai keridho;anMu, bukan yang lain. Maka hamba mohon bimbinglah diri ini untuk selalu menetapi jalan lurusMu, berjuang menegakkan kalimatMu dan berkorban harta, jiwa dan ragaku ini yang sejatinya juga milikMu.

The story must go on, cerita panjang dan penuh perjuangan masih berlanjut. Simak terus dan mari saling belajar dengan berbagi pengalaman hidup kita masing-masing. InsyaAllah bermanfaat da semoga Allah meridhoi. Amiin ya Rabbal ‘Aalamiinn (^_^)

Salam semangat selalu by Joko Setiawan aka Amkmjs2011, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Selesai ditulis pada Sabtu pagi, 18 Juni 2011 at 07.10wib @POSKO Panyosogan, Desa Gandasoli, Kecamatan Tanjungsiang, Subang, Jawa Barat

Dipublikasikan pada Minggu pagi, 19 Juni 2011 at 07.00wib (terjadwal otomatis by WordPress) @RedsKy Net, Kp. Panyosogan, Ds. Gandasoli, Kecamatan Tanjungsiang, Subang, Jawa Barat

Comments
2 Responses to “Amanah yang Kuemban adalah Suatu Keniscayaan”
  1. prambudi123 says:

    Hem, bener2 mahasiswa sibuk.. Alhamdulilah Ibadah wajib gak kedodoran juga.. ya? hehe

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: