Hijrahnya Sebuah Pemahaman

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Tak terasa diri ini sudah menjalani hidup selama 21 tahun 10 bulan 6 hari di muka bumi ini. Begitu banyak hal yang telah kulalui, namun begitu banyak pula yang telah terlewatkan. Tak dipungkiri diri ini memang dilahirkan dari rahim seorang Ibu yang merupakan isteri seorang pengajar “ngaji” di kampung, desaku, Desa Bogorejo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban Jawa Timur. Tapi, ternyata itu belumlah cukup, itu hanya menjadi satu bagian episode yang harus saya lalui guna mencari dan menemukan pemahaman Islam yang sesungguhnya. Yakni bahwa Islam adalah agama yang ajarannya komprehensif, lengkap, dan tak terbantahkan sepanjang zaman sejak diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

HISTORY

Seorang Joko Setiawan aka Muhammad Joe Sekigawa, memang dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang cukup baik, sederhana, ayah seorang petani dan ibu rumah tangga. Di sebuah desa yang jaraknya 40 km dari pusat kota, tapi letaknya tepat di pinggir jalan raya, jalur pantura. Diasuh dalam hal membaca Al Qur’an oleh ayahnya sendiri karena kebetulan beliau mengajar “ngaji” di langgar(musholla) desa Bogorejo. Sebuah musholla untuk belajar membaca Al Qur’an dan tata cara ibadah seorang muslim dengan jama’ah anak-anakย  mulai dari 5 tahun hingga 18 tahun. Suasana yang saya ingat waktu “ngaji” di musholla sana pada tahun 1995 – 2001 adalah suasana damai dan menyenangkan serta membahagiakan dalam menjalani pribadi seorang muslim.

Sumber Gambar

Namun, semua itu berakhir saat saya harus pindah ke Bojonegoro guna meneruskan sekolah SMP dan SMK, salah satu kota kecil juga di sebelah Selatan kota Tuban, Jawa Timur. Di Bojonegoro, aktivitas “ngaji” keseharian saya hanya membaca Al Qur’an saja, tanpa dilanjutkan mengaji kitab atau tambahan ilmu yang lainnya, apalagi di sekolah hanyalah diajarkan mengenai pemahaman formal pelajaran saja, tidak lebih dari itu. Sempat juga saya tertarik bergaul dengan teman-teman rohis SMPN 1 Bojonegoro saat baru masuk kelas 1, namun karena pengaruh pergaulan yang lain, saya pun menjadi tidak terlalu dekat degan mereka. Waktu terus berjalan hingga masa SMK, dan pemahaman saya terhadap Islam, agama saya sendiri ini, masih saja tidak meningkat. Masih baru hanya sebatas pelaksanaan ibadah mahdhah saja, antara lain Sholat 5 waktu dan sedikit sholat sunnah, puasa bulan ramadhan yang masih sering ada bolongnya, dan juga tilawah Al Qur’an yang masih sering banyak malasnya.

Bahkan puncaknya adalah ketika saya menjalin hubungan “pacaran” dengan adik tingkat saat di SMKN 4 Bojonegoro, kebetulan saat itu saya menjadi Pengurus OSIS dan mempunyai kesempatan melaksanakan MOS bagi siswa/siswi baru, alhasil dengan pesona OSISnya, terjaringlah satu di antara puluhan perempuan yang masuk di sekolah SMK saya. Hingga tak sampai 6 bulan, alhamdulillah saya ditakdirkan tidak lagi menjalin hubungan dengan dirinya. Itu lebih menjaga kesucian diri saya dan juga dirinya. Alhamdulillah.

Dan waktu pun terus berjalan serta bumi pun masih tetap berputar dalam porosnya diiringi bulan yang senantiasa setia mendampingi di setiap malamnya. Hingga sampailah kepada pemahaman diri, bahwa apa yang dibawa ISLAM adalah bersifat KOMPREHENSIF. Islam tidak hanya mengatur tentang hal tata cara ibadah manusia kepada Allah saja.

Menyimak firmanNYA,

Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku (Adz Dzariyat : 56)

menyimak dari sana, kita sudah menemukan satu tujuan hidup, yaitu adalah HANYA UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH SAJA. Namun yang patut dipahami adalah bahwa pengertian ibadah tidak hanya mengenai ibadah mahdhah(Hablumminallah) saja namun bekerja mencari nafkah bagi keluarga, berbuat baik terhadap tetangga dan karib kerabat, saling membantu dalam hal kebaikan, dan berbagai macam interaksi lainnya dalam keseharian manusia adalah dalam rangka beribadah kepada Alllah. Dan tentu saja, panduannya adalah Al Qur’an dan As Sunnah ^^

mari kita simak lagi firman Allah,

“Wahai sekalian manusia beribadahlah hanya kepada Allah yang telah menciptakan kalian dan orang orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa”. (Al Baqarah : 21)

Semoga Allah memberikan hidayahNYA yang sesungguhnya, agar diri ini istiqomah dalam menetapi jalan lurusNYA. Amiin ya Rabbal ‘Aalamiin ^^

PEMAHAMAN DULU

Sebenarnya belum bisa disebut sebagai sebuah pemahaman, saya lebih senang menyebutnya sebagai kurangnya penerimaan informasi dan ilmu tentang ajaran Islam itu sendiri. Ya karena memang tidak sya pungkiri, diri ini masih sangat minim hafalan Al Qur’an serta hadistnya, dan juga jarang “ngaji” untuk mempertebal iman dan memantapkan pemahaman sebagai seorang Muslim Sejati.

Saya dulu masih tidak tahu bahwa ada hukum-hukum/aturan-aturan yang harus dipahami seorang Muslim ketika mengakui bahwa dirinya memegang teguh Islam sebagai agamanya, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai nabinya, dan Allah sebagai Rabbnya. Mulai dari aturan dari bangun tidur hingga tidur lagi, mulai dari bersuci hingga menunaikan ibadah haji, dan juga ketentuan dari ujung kaki hingga ujung kepala. Interaksi antar bukan mahramnya, pergaulan dengan sesama teman, hingga ranah berbangsa dan bernegara yang dalam Islam disebut dengan Sistem Khilafah.

Pada intinya, pemahaman saya dahulu adalah pemahaman yang menganggap bahwa Islam hanya mengajarkan ibadah saja, bagaimana hubungan antara manusia dengan Allah, maka terwujudlah di dalam ibadah mahdhah seperti sholat, puasa, dan zakat, serta tilawah Al Qur’an. Selebihnya, masih NOL BESAR. Masa muda yang disayangkan karena melewatkan banyak hal ๐Ÿ˜ฆ

PEMAHAMAN SEKARANG

Setelah memahami bahwa Islam adalah mengatur segala aktivitas manusia dan tata cara ibadahnya kepada Allah. Maka Islam memang adalah sebuah Sistem Hidup yang mengatur baik di dalam hal Ibadah, Politik, Sosial, Pemerintahan, Hukum, Tata Cara Pergaulan, dan semua aktivitas manusia. Oleh karena itulah tidak satupun umat Islam di seluruh dunia yang tidak mendambakan bahwa kehidupan ini adalah diatur dengan Syari’at Islam, sebuah aturan yang datangnya dari Allah Azza Wa Jalla.

Mari kita menyimak lagi, โ€œKami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusiaโ€. (QS. Al Anbiya: 107)

Dan sekarang, tugas saya adalah menuntut ilmu tentang memahami Islam sebenar-benarnya dan menjalankannya secara keseluruhan, tidak mengambil sebagian dan meninggalnya bagian lainnya. FirmanNYA, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi, jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.” (Al Baqarah: 208-209)

Alhamdulillah, Azzam ini sudah menekadbulatkan bahwa menjadi seorang Muslim itu haruslah Kaaffah, tentu saja dengan panduan dan tuntunan yang tidak menyalahi Al Qur’an dan As Sunnah. Laa Haula Walaa Kuwwata Illaabillahilaliyyil Adziim.

Adakah yang hendak dan segera mau menyusulku,,?? Dan saya juga sangat berharap dapat menimba ilmu dari para sahabat semunya ^^ terkhusus untuk Akang Usup Supriyadi, saya akan banyak menimba ilmu dari Antum ya Akhi,,, ๐Ÿ™‚

Muhammad Joe Sekigawa, on 25 Dzulqaidah 1431 H/02 November 2010 17.30 wib @NERU Net, Dago-Bandung, Jawa Barat

Undergraduate Student of Bandung College of Social Welfare (BCSW), Department of Social Rehabilitation 2008

Comments
9 Responses to “Hijrahnya Sebuah Pemahaman”
  1. mas knp koq bisa hijrah sebuah pemahaman

  2. Usup Supriyadi says:

    kita sama-sama belajar, kang ๐Ÿ˜‰

  3. Umatun ^^MJSAMK^^ says:

    ^_^

  4. Umatun ^^MJSAMK^^ says:

    bersyukurlah..
    saat perubahan yang mas lakukan adalah, menuju kebenarann yang hakiki..
    bukan malah, berablik ke belakang dan meningggalkan kebenaran,

    ISTIQOMAH!!!

    itu, yang harus di PERJUANGKAN

    ^_^

    saling ,mengingatkan yha mas ^^

    • Subhanallah,,, A2n yang pertama kali komen di sini he he he he ^^

      Yups,,, InsyaAllah 2n,, mas bergerak menuju ke arah yang lebih baik kok, dan mas berikhtiar akan memberikan yang terbaik dari mas untuk kita ๐Ÿ™‚

      Semoga Allah ridho dan senantiasa menuntun kita untuk menetapi jalan lurusnya ๐Ÿ™‚

      Salam semangat selalu

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] kita : “Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing” Memang akan demikian, Joko […]



Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: