Refleksi Gerakan LSM Dan ORMAS Di Indonesia

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Hmm, lagi-lagi saya memposting tulisan orang lain lagi. But, Its okay, selama yang saya sharingkan ini cukup bermanfaat, tentu saja tidak ada salahnya. Kalau sudah waktunya, saya juga akan kembali menulis sesuai dengan gaya tulisan saya sendiri kok 😉 So jangan sedih karena beberapa lama tidak membaca karya tulis genuine dari saya sendiri ya,,, (Pede Mode ON)

Tulisan kali ini adalah mengenai pandangan tentang LSM dan ORMAS, cukup kritis dan benar-benar bisa memberikan refleksi pandangan yang lain. Semoga bermanfaat dan salam semangat selalu.

By Muhammad Joe Sekigawa (AMKMJS)

Undergraduate Student of Bandung College of Social Welfare, Department of Social Rehabilitation 2008

Ditulis pada 03.05 wib di hari Minggu, 01 Zulqaidah 1431 H/10 Oktober 2010 @NERU-Net, Dago-Bandung, Jawa Barat

***

Sumber Gambar

Pendahuluan

Runtuhnya rezim orde baru telah membuka gerbang kebebasan bagi setiap aktivis NGO dan Ormas untuk menyusun berbagai program dan tindakan atas nama kepentingan masyarakat.

Suatu hal yang patut disyukuri, setelah sekian lama melakukan gerakan di bawah tanah dan cenderung tertutup dan sembunyi-sembunyi. Kondisi ini juga yang mendorong lahirnya berbagai organisasi baru bagai jamur dimusim hujan dan secara beramai-ramai juga melakukan berbagai kegiatan yang sekali lagi dengan label atas nama masyarakat.

Sepanjang perjalanan nya, terjadi juga perubahan hubungan antara pemerintah dan LSM/ORMAS. Jika dizaman orde baru berbagai kegiatan cenderung berlawanan, dimana hampir mayoritas LSM/ORMAS memposisikan diri sebagai oposisi dan kaum kiri, namun seiring berjalannya waktu, banyak komunitas LSM/ORMAS bergandengan tangan dengan pemerintah, bersama-sama menyusun program, bersama-sama saling bahu membahu untuk sebuah tujuan yang lagi-lagi sama atas nama masyarakat.

Lagi-lagi hal ini patut kita syukuri, kalo bisa berdamai dan bergandengan tangan mengapa harus saling bermusuhan.

Namun, akankah hal yang indah ini bertahan lama, karena disana sini masih terjadi “perang” antara LSM/ORMAS dan pemerintah, bahkan kondisi lebih buruk lagi dimana sering terdengar antara LSM satu dan lainnya, ormas satu dan lainnya terjadi permusuhan, saling sikut, aksi saling menjatuhkan dan lain-lain.

Terus, jika hal ini terus berlangsung, mau jadi apa LSM/ORMAS di negara ini. Bukankah rohnya sama, perjuangannya sama dan cita-citanya sama, bukankah label “atas nama masyarakat” masih melekat di baju masing-masing LSM/ORMAS?

Keberadaan LSM/ORMAS Dewasa Ini

Seperti yang disebutkan diatas, berjamurnya lsm dan ormas adalah ha yang patut disyukuri, ini menandakan saat ini makin banyak saja orang-orang yang peduli terhadap nasib masyarakat bangsa ini. Namun, disisi lain ada hal yang patut di perhatikan dan di perhitungkan dari kondisi ini.

Saya mengklasifikasikan ada 4 jenis LSM/ORMAS saat ini :
1. LSM/ORMAS Kiri(Oposisi)
Adalah LSM/Ormas yang memposisikan dirinya sebagai kelompok yang memantau kerja-kerja pemerintah, memberi masukan dan melakukan tindakan aktif jika terjadi penyelewengan yang dilakukan oleh pemerintah terkait penerapan kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah.
2. LSM/ORMAS Kanan
Adalah LSM/ORMAS yang bermitra aktif dan bekerjasama dengan pemerintah, menjalankan program pemerintah, dan menjadi mitra setia pemerintah dalam mewujudkan program dan pelaksanaan setiap kebijakan.
3. LSM/ORMAS Boneka
Adalah LSM/ORMAS yang dibentuk oleh oknum-oknum pemerintah guna memuluskan pelaksanaan proyek-proyek di pemerintahan.
4. LSM/ORMAS Abu-abu
Adalah LSM/ORMAS yang kadang-kadang mengarah ke gerakan kiri (oposisi) dan kadang-kadang kekanan (pendukung kebijakan pemerintah).

Pada prinsipnya LSM/ORMAS yang berada pada point 1,2 dan 4 wasih dalam kondisi wajar. Para aktivis sering dihadapkan pada persoalan ekonomi, dimana dalam beberapa kondisi dengan segala keterbatasan yang ada mereka harus melanggar prinsip-prinsip perjuangan yang di pegang pada awal pendirian.

Selagi label “atas nama masyarakat” masih melekat disanubari setiap aktivis, tidak akan terjadi tindakan yang melukai hati masyarakat sebagai kelompok dampingan.

Hal yang berbahaya justru terjadi pada komunitas LSM/ORMAS Boneka. Kebanyakan mereka tidak memiliki filosofi hidup dan berjuang untuk masyarakat, label “atas nama masyarakat” hanya terampang pada setiap lembar proposal yang dibuat. Maka tidak heran jika keberadaannya sering menyakiti hati masyarakat dan hal ini bertambah buruk karena baju yang dipakai adalah LSM/ORMAS, dimana baju tersebut dipakai juga oleh komunitas lain.

Masalah lain yang dihadapi oleh komunitas LSM/ORMAS dewasa ini adalah :
• Masalah Ekonomi
Masalah ini adalah masalah yang paling mendasar di hadapi oleh komunitas LSM/ORMAS dewasa ini. Beberapa LSM/ORMAS memiliki ketergantungan pada dukungan dari lembaga donor, dampaknya adalah jika sebuah proyek selesai, maka LSM/ORMAS tersebut terancam bubar karena tidak memiliki sumber daya ekonomi pendukung bagi bertahannya sebuah organisasi.

Kondisi ini sering menjadi penyebab pecahnya jaringan, antar organisasi saling menjatuhkan demi sebuah proyek dan berebut simpati dari donor dengan berbagai jalan walau harus mengorbankan organisasi lain.

• Masalah Politik
Beberapa kader terbaik LSM/ORMAS dewasa ini banyak beralih keruang politik praktis, organisasi ditinggalkan tanpa penerus (kader) yang terbaik. Sehingga organisasi menjadi jalan ditempat, vakum dan tidak sedikit harus bubar.

Dan banyak masalah lainnya. Namun ada beberapa pertanyaan yang harus kita jawab bersama ?
LSM/Ormas di Indonesia mau kemana?
Pertanyaan ini muncul menjawab situasi dan kondisi yang berkembang saat ini. LSM/Ormas banyak muncul, Donor baik asing, lokal dan pemerintah sudah cukup terbuka namun menjadikan hal ini masalah tersendiri dimana terjadi perebutan dan persaingan yang kalau sehat sih tidak apa-apa, akan tetapi yang sering muncul persaingan yang tidak sehat.
Selain itu, kita sering hidup dimasyarakat yang saat ini memiliki sejuta dinamika. Kita sering menemukan nama LSM/ORMAS yang telah rusak atau tidak dipercaya masyarakat karena tindakan beberapa oknum berlabelkan LSM/ORMAS.
Kita juga sering menghadapi situasi dimana masyarakat sebagai kelompok dampingan sering merasa di tinggalkan karena berhentinya aktivitas LSM/ORMAS di wilayahnya yang jelas-jelas mereka butuhkan karena berakhirnya kontrak proyek dengan lembaga penyandang dana LSM/ORMAS tersebut.

Tulisan ini adalah sekelumit gambaran situasi dan kondisi yang dihadapi komunitas LSM/ORMAS di Indonesia. Akan banyak cerita lain yang tidak terdapat disini, ada banyak problem dan ancaman bagi keberlangsungan keberadaan LSM/ORMAS di Indonesia.

Saat ini kita berada di penghujung tahun 2010. ada banyak hal yang harus kita diskusikan antar sesama aktivis LSM/ORMAS, khususnya dalam upaya menyongsong tahun 2011.

Saya kita adalah hal yang penting bagi kita yang merasa aktivis LSM/ORMAS untuk melakukan sebuah kegiatan bertajuk refleksi gerakan LSM/ORMAS dalam upaya mengkaji apa yang telah terjadi sepanjang tahun 2010 dan bagaimana melihat tahun 2011.

Bagimana menurut teman-teman…

Ada komentar…
Ada usul…
Atau tanggapan lainnya…

Saya tunggu responnya..
Salam,

Moch. Ilham Dani Damanik

pkp_sohibb@yahoo.co.id

Perkumpulan SOHIBB

Taken From Milis Fasilitator Masyarakat di Yahoo Group ^^

Comments
14 Responses to “Refleksi Gerakan LSM Dan ORMAS Di Indonesia”
  1. desi says:

    trmkasih blongnya mas sudah sngat membantu, dengan analitis nya…
    slam kenal…

  2. khairul says:

    kreatifitas kan , bersama sama ……………………

  3. Marcel says:

    Sangat sedikit LSM atau ormas yang benar-benar murni, sekarang pembentukan LSM atau ormas lebih mirip lembaga preman atau depkolektor yang suka meras para pengusaha, pejabat. Sebenarnya sih aturan soal berorganisasi harus kembali di tegakkan. Pokoknya kalau ada aktivis ormas atau LSM yang menyalahgunakan kapasitasnya, menurut saya LSM atau ORMAS tsb harus dibubarkan sebagai bentuk tanggung jawab moral. Jadi para pengusaha atau pejabat pun yang diawasi oleh berbagai elemen masyarakat termasuk LSM dan ORMAS nantinya adalah yang benar-benar murni sebab tidak gampang di suap. Itu pendapat saya…

    • Yups,,, Sepakat kok dengan pendapat Anda tersebut itu Mas,,, Banyak yang menyeleweng, tapi tidak sedikit juga yang masih “baik” kok,,, PR nya sekarang adalah membenahi yang “nyeleweng2” itu, termasuk tindak tegas ketika terbukti nyata menyalahgunakan wewenang dan menyalahi tanggung jawab,,,

      Kita adalah salah satu agen dari yang mengawasi mereka, bukan begitu mas :mrgreen:

      Salam semangat selalu

  4. srulz says:

    lama enggak berkunjung… yupz berjuang menuju kesuksessan Indonesia.

  5. fety says:

    bukankah berdampinga adalah lebih baik? demi untuk negara juga, bukan?

  6. ferdi says:

    Salam kenal,… Tukeran Link ya mas,… link mas udah di blog saya,…. di tunggu ya backlinknya…. Mohon bantuannya ya mas… 🙂

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: