Mengenal Sejarah Pekerja Sosial Medis

Sedikit Kenal Mengenai Sejarah Peksos Medis*

Oleh : Joko Setiawan

Bismillah

Tulisan mengenai Pekerjaan Sosial Medis(selanjutnya akan disebut sebagai peksos medis) ini bukanlah suatu tulisan kepakaran, melainkan hanya menuangkan sedikit pengetahuan saya karena pada semester IV di STKS ini saya akan mendapatkan mata kuliah tersebut.

Pada awal mulanya, di Inggris pada tahun 1890, peksos medis mulai dipekerjakan di rumah sakit swasta, baru kemudian menyusul di rumah sakit pemerintah. Sedangkan di Amerika Serikat, peksos medis mula-mula dipraktekkan di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston pada tahun 1905 atas permintaan dan di bawah asuhan Dr. Richard Clarke Cabot. Hal ini karena Dr. Cabot menyadari bahwa situasi sosial pasien dapat mempengaruhi proses penyembuhan.

Tugas seorang peksos medis ini, pada awalnya memang dipandang untuk menangani permasalahan seputar masalah ekonomi. Tugas-tugas pokoknya misalnya : a)menyaring pasien-pasien yang berhak dibebaskan dari biaya perawatan b)menyelesaikan masalah ekonomi c)mengurus administrasi. Lebih lanjut lagi, seorang peksos medis dianggap sebagai profesi yang dapat membantu rumah sakit untuk memperoreh bayaran dari sang pasien yang sebenarnya cukup mampu, namun terkadang mengatakan dirinya miskin.

Hasil Scan Buku Pinjam dari Perpustakaan STKS Bandung

(Buku Asli Terbitan Tahun 1989)

Nah, barulah setelah Perang Dunia I, para peksos medis mulai dipercayai banyak tugas. Pada waktu itu, seorang peksos medis Dr. Henry Richardson mengatakan bahwa,”Peksos medis mempunyai tujuan jangka pendek menghilangkan tekanan-tekanan dari dalam maupun dari luar pasien.  Tujuan akhirnya adalah membantu pasien menggunakan kemampuan-kemampuannya untuk mencari dan mempergunakan perawatan medis untuk mencegah terjadinya komplikasi-komplikasi lebih lanjut, dan untuk mempertahankan kesehatannya”. (Soetarso dalam Mary Johnston, 1989)

Beberapa tahun selanjutnya, seorang tokoh peksos medis dari Amerika Serikat Miss Eleanor Cockerill mengatakan bahwa,”Fokus dari peranan seorang peksos medis adalah pada faktor-faktor sosial yang menyebabkan pasien menjadi sakit, masalah-masalah sosial yang ditimbulkan oleh penyakitnya, dan juga hambatan-hambatan yang mungkin mengurangi kemampuannya untuk mempergunakan apa yang diberikan oleh ilmu kedokteran”. (Soetarso dalam Mary Johnston, 1989)

Ada pendapat lain lagi, yakni dari Minna Field, seorang tokoh peksos medis, mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya dengan penderita penyakit kronis, ia menganggap bahwa tugas seorang peksos medis tidak bisa dibatasi dengan tembok rumah sakit. Dia menekankan bahwa usaha sosial tidak bisa dipisahkan dari keseluruhan usaha pengobatan dan pentingnya antara hubungan pasien dengan keluarga beserta masyarakat.

Demikianlah sedikit pengantar mengenai Sejarah Peksos Medis.

Buku Bacaan : Relasi Dinamis antara Pekerja Sosial  dengan Klien dalam Setting Rumah Sakit. Mary Johnston 1989

Salam, Bandung 6 Februari 2010

Joko Setiawan, Student of Bandung College of Social Welfare

Social Rehabilitation Department 2008

Comments
16 Responses to “Mengenal Sejarah Pekerja Sosial Medis”
  1. Arga Pandu says:

    mas joko bagaimana kabar..sekarang lagi dimana..?
    hehe

  2. Buku yang bagus kirim dong ke malang

  3. Birda says:

    Semoga peksos medis bsa lebih diakui n dpat pngakuan ya di dunia kerja krn peksos sangat berperan dlm mempercepat proses pnyembuhan

    • bocahbancar says:

      Yups,,,, Beberapa Rumah Sakit di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Jogja sudah mempercayakan Peksos Medis bergabung dalam proses penyembuhan pasien 😉

  4. mikha_v says:

    Kok sepertinya bukunya lucu ya? 😀 Itu semacam komik bukan? Gampang dimengerti publik kah? 😛

    • bocahbancar says:

      Iyah Mas Mikha, meskipun isinya merupakan karya cipta yang ilmiah, namun diselingi dengan gambar sebagai abstraksi atas apa yang telah dijelaskan sebelumnya.
      Miss Mary Johnston ini memang benar2 kreatif Mas, itu buku terbitan tahun 1989 lowh.. Sebuah buku tua he he he 😀

      Sangat mudah dipahami publik kok 😉

  5. Kakaakin says:

    Hmm… pelan2 saya paham sedikit tentang peksos medis ini 🙂

  6. annosmile says:

    ternyata peksos berhubungan dengan masalah administrasi dalam rumah sakit ya..

    • bocahbancar says:

      Ya, salah satu cabang lapangan praktek pekerja sosial profesional adalah di dalam lingkungan rumah sakit dan membantu pasien dalam hal administrasi serta pemulihan dalam hubungannya dengan keluarga dan masyarakat 🙂

  7. atmakusumah says:

    pekerja sosial di bidang medis, apakah sama dengan mereka aktivis yang menjadi Volunteer untuk penganana HIV AIDS, di tmpat2 lokalisasi, seperti PKBI, atau Griya Lentera di joga ? karena sektor2 seperti itu kadang dengan pendekatan spiritual tanpa dibarengi dengan pekerja sosial, kdangkala menjadi kontroversi penangannya…

    Ah…komennya gak nyambung nih pagi2… :mrgreen:

    • bocahbancar says:

      Hhmm…saya rasa beda Mas, dan sampeyan saya rasa juga sudah tahu bukan, hanya mencoba mengklarifikasi akan pentingnya pekerja sosial dalam sektor tersebut 😉

      Terima kasih isuk-isuk sudah mampir ke sini he he he

  8. dafiDRiau says:

    Samoga saja di Negara kita bisa diterapkan seperti tugas-tugas diatas, salah satunya mungkin dengan kartu Kuning (Kartu Sehat)

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: