ANAK JALANAN PERLU DIBEKALI KECAKAPAN HIDUP

Bismillah

Ini adalah postingan terakhir yang diikutkan lomba FITNPNF 2009. Postingan pertama ada di sini dan yang kedua ada di sini. Kali ini saya akan membahas mengenai pandangan saya tentang anak jalanan dalam perspektif seorang bocah calon pekerja sosial profesional. πŸ™‚

Anak jalanan kita ketahui bersama bahwa mereka sangat sulit sekali untuk dientaskan, bukan karena tidak ada banyak dana yang turun, melainkan memang terlampau kompleksnya permasalahan yang ada di sekitar anak jalanan tersebut. Yang lebih mengerikan lagi adalah ketika banyak anak jalanan yang melalukan tindakan kriminal mulai dari mencopet, menjambret bahkan hingga melakukan pengaiayaan. Miris lagi ketika kenyataan anak jalanan yang ada sekarang ini, khususnya di Bandung adalah kebanyakan anak di bawah umur 5 tahun. 😦

Menurut saya, cara untuk menyelesaikan permasalahan anak jalanan ini adalah bukan dengan menakut-nakuti dengan ancaman dari SATPOL PP, namun cara yang paling baik adalah dengan melakukan pembinaan. Pembinaan itu dapat dengan berbagai macam cara dan salah satunya adalah dengan memberikan pendidikan kecakapan hidup(life skill).

Harapannya, dengan diberikannnya pendidikan kecakapan hidup ini(dan tentu saja plus dengan diberikan dana usaha) mereka akan dengan sadar melakukan usaha-usaha sesuai dengan keringat dan keahlian mereka. Hal tersebut diyakini sebagai usaha yang patut dihargai dan memiliki kehormatan yang lebih tinggi daripada hanya sekedar mengamen atau meminta-minta.

Pendampingan dapat dilakukan oleh seorang Pekerja Sosial dari LSM, Orsos, atau orang kiriman dari dinas sosial setempat dengan dana paling utama adalah disupport oleh pemerintah. Kemudian setelah anak jalanan selesai menjalani masa pelatihan life skill, tidak serta merta dilepas langsung, melainkan masih ada controlling hingga mereka benar-benar bisa menjadi mandiri dan keluar secara permanen dari jalanan.

Sebagai masyarakat awam, kita juga tidak bisa merasa tidak bertanggung jawab terhadap anak jalanan, kita patutnya juga bisa mengedukasi mereka dengan tidak memberikan uang untuk peminta-minta langsung di jalanan, namun kalau memang merasa kasihan, berikanlah sebagaian harta Anda tersebut kepada LSM atau lembaga yang benar-benar mengurusi mereka. Jadi uang bantuan dari Anda tersebut bisa juga dialokasikan sebagai tambahan dana modal untuk anak jalanan.

INGAT. Anak jalanan adalah tanggung jawab kita semua.

Comments
42 Responses to “ANAK JALANAN PERLU DIBEKALI KECAKAPAN HIDUP”
  1. nengratna says:

    semoga makin banyak orang yang kayak mas joko πŸ˜€ hehe.
    hidup mas joko.

  2. andipeace says:

    setiap melihat anak jalanan yang berkeliling mencari uang meminta – minta demi sesuap nasi….sungguh memprihatinkan sob.
    apalagi pernah saya lihat mereka dipaksa ibunya untuk meminta.

    salam hangat

  3. RitaSusanti says:

    Wah kalau saya melihat ya Joe, tidak semua ternyata anak jalanan tersebut benar-benar merupakan anak jalanan yg ada dalam fikiran kita…Jadi fenomena anak jalanan terkadang seperti sengaja diciptakan oleh orang-orang yg ingin mengambil keuntungan dari mereka-mereka ini.

    Saya ambil contoh di Serang Joe, dulu ketika Serang belum menjadi ibu kota propinsi Banten (ketika itu masih menjadi kota kabupaten), tidak ada tuh yg namanya pengamen anak jalanan di Serang, tapi setelah Banten menjadi Propinsi dan Serang menjadi ibukota nya, langsung deh tuh anak2 jalanan bermunculan seperti jamur di musim hujan. Jadi saya fikir banyaksekali dari mereka yg sekedar menjadi korban orang2 yg tidak bertanggung jawab. Berarti fokus kita bukan hanya kepada anak2 jalanan itu saja, tetapi juga kepada siapa yg ada dan berperan di balik keberadaan anak2 jalanan tersebut.

    • bocahbancar says:

      Wahhhhh..bahaya sekali dunks Mbak….
      Hhmm..ya saya jadi berpikir lagi, dan kemudian saya analogikan dengan kejadian di Kota Kecil tempat saya tinggal dulu(Bojonegoro), sama sekali tidak ada Pengamen atau pengemis di perempatan2 jalan, namun sekarang, astaga, saya kaget sekali, kok jadi ramai ya, dan kebanyakan mereka adalah anak-anak yang punya orang tua dan punya rumah, namun karena ga ada kerjaan ya ngamen di sana, dan menjadi kebiasaan. Saya kurang tahu, kok pemerintah Bojonegoro masih diam saja, apa mereka belum menyadari akan adanya Bom waktu yang bisa meledak kapan saja ya. Sama dengan Pemerintah kita saat ini, sudah ada bencana seperti itu, masih nyantai saja masalah edukasi dini penyelamatan dalam bencana, nanti kalau sudah kebanyakan jadi mengeluh sendiri 😦

      Siip Mbak setuju, memang kok dalam ilmu Pekerjaan Sosial, kita tidak hanya diajari untuk melihat suatu problem dari satu sisi saja(yang membuat problem) namun juga lingkungan sekitar dan orang2 penting di sekitarnya(significant Others)

      Salam semangat selalu untuk diskusi ini Mbak Rita πŸ™‚

  4. yap.
    kita patut menindaklanjuti anak jalanan yang semakin meningkat
    jangan biarkan mereka tinggal di jalanan sebagaimana anak-anak jaman sekarang yang masi hidup di rumah-mewah dengan keluarga yang bahagia.

    hahahah kata kata gue sok ngatur

  5. Ria says:

    kalau berada di antara mereka, barulah berasa bahwa hidup mereka sangat keras. Mencari uang untuk bertahan tambahan hidup sehari dilakonin sampai2 banyak yg salah jalan…

    pemerintah harus turun tangan untuk ini HARUS!!! tapi mereka udah denger belum ya?

    nice post ko…keep writing!!

    • bocahbancar says:

      Iyah Mbak, pasti amat sangat keras sekali kehidupan mereka… 😦
      Pemerintah tahu dan tidak menutup mata kok, hanya saja kurang begitu konsisten(pendapat subjektif)

      OK MBak Ria, terima kasih yaaaaa…. πŸ™‚

  6. wi3nd says:

    9anti theme ya πŸ™‚
    9ood Luck ya wat lombana..

    hemm masalah anak jalanan ya,dulu ada rumah sin99ah y9 memfasilitasi ini smua,sekaran9 ju9a amsih ada seeh,tp nda terden9ar la9i 9aun9nya..
    mun9kinsuda terlalu banyak kali ya…

    • bocahbancar says:

      Iyah MBak..baru nyadar yawh, atau baru ke sini he he he…
      Terima kasih atas doanya…
      Masalah rumah singgah itu memang program dari DEPSOS MBak, dan tentu saja di lngkungan STKS pembahasan mengenai Rumah Singgah sudah tidak asing lagi, hanya saja pemanfaatan rumah singgah itu perlu banyak evaluasi lagi dech….Sudah tidak begitu efektif, lha wong kenyataannya mereka kembali ke Jalanan juga… 😦

  7. ikiakukok says:

    susah juga sebenarnya, awalnya mereka hidup di jalan memang karena terpaksa. tapi lama kelamaan mereka hidup di jalan karena mereka suka dan merasa nyaman di sana.
    belum lagi kalau yang ada premannya, mereka takut untuk berhenti jadi anak jalanan karena mereka harus setor ke preman itu.
    apalagi yang balita, nggak mungkin dong dikasih skill buat bekerja?
    rumit mas, tapi tetap semangat mas!!
    jangan berhenti berjuang demi para sahabat di jalanan ini.

    • bocahbancar says:

      Wwaaaaahh itu yang bahaya, karena suka dan nyaman di sana, ini pemikiran ga bener Mas,,makanya perlu ditangani dengan segera, pemikiran untuk hidup di jalanan itu kan bahaya dan tidak berperikemanusiaan kan..
      Nah,kalau yang kecil2 itu menurut saya perlu diperhatikan orang tuanya dan juga kalau memang tidak memiliki orang tua ya kita salurkan ke panti bukan, di sana mereka akan lebih terawat lagi πŸ™‚

      Okkkk….Terima kasih semangatnya ya Kawan, salam semangat selalu

  8. mungkin diajari dan tentunya difasilitasi untuk mereka bisa nge-blog dan nge-net…pasti bisa menghasilkan toh…

    • bocahbancar says:

      Diajari dan difasilitasi itu perlu, tapi kalo disuruh usaha di dunia maya, sepertinya muluk2 dech, harus ada ide yang lebih rasional dan terjangkau untuk semuanya saja he he he..
      Terima kasih atas sumbang sarannya yaa… πŸ˜‰

  9. Aisha says:

    mantab! setuju banget dengan idemu bro.

  10. Kakaakin says:

    Mudahan sukses ya dengan tulisannya… πŸ™‚

  11. Prihatin melihat semakin banyaknya fenomena anak jalanan di perkotaan, mereka harus kehilangan masa ceria sebagaimana anak-anak lain dengan mengambil resiko di jalan raya karena kondisi, semoga keadaan bisa lebih baik kedepan karena mereka juga bagian masa depan bangsa ini

    • bocahbancar says:

      Iya, saya juga sangat turut prihatin sekali. Tentunya kita harus mendukung semua program pemerintah maupun LSM yang concern terhadap mereka. Saya pun sebagai mahasiswa, kapasitasnya baru hanya bisa membuat tulisan dan menyuarakannya kepad masyarakat. Namun target saya ke depan memang akan pasti turun ke lapangan untuk melakukan Assesmen lebih lanjut.
      Salam semangat selalu

  12. Dewi Kartika says:

    Hai apa kabar, tahu sakti peksos ngak aku gabung disini loh, dan itu url yang aku buat kunjungi yah

    • bocahbancar says:

      Iyah alhamdulillah kabar baik Mbak…
      Wah url nya sangat bermanfaat, langsung saya tambahkan di daftar Blogroll dech…

      Salam kenal dan salam semangat selalu untuk Mbak Dewi kartika πŸ™‚

  13. kwarsakristalin says:

    sewaktu kuliah dulu saya pernah sedikit terlibat dg anak jalanan, jogja dan bandung. yg mrk butuhkan memang adl pembinaan, tp yg lebih penting adl penyadaran. pengalaman saya, udah dikasih sekolah gratis tetep aja kabur, pdhal kita ngajarnya beda sm sekolah biasa. trus udah dikasi tempat singgah,tetep aja balik ke jalan lagi…salam kenal πŸ™‚

    • bocahbancar says:

      Hhmm….penyadaran yawh, menarik juga. Beberapa minggu yang lalu ada seorang mahasiswa Peksos dari Swiss, dia datang ke Indonesia khusus untuk meneliti masalah anak jalanan, karena di Swiss memang tidak ada yang namanya anak Jalanan. Alhasil, sampe minggu di Bandung, dia tidak menemukan jalan keluarnya. Jelas saja dunk, kan memang permasalahn anak jalanan itu terlampau komplek, jadi tidak bisa hanya dengan beberapa hari saja langsung bisa ditemukan jalan keluarnya, perlu assesmen yang mendalam.
      Semoga ke depan pihak pemerintah maupun LSM bisa menemukan jalan keluar paling tepat untuk mereka ini πŸ™‚

  14. Septa says:

    Mantab kang… semoga menang ya… he he he jangan lupa ah kalo menang,,,,? he he he πŸ˜€

    salam

  15. tyan's says:

    benar bgt, anak jalanan ANAK JALANAN PERLU DIBEKALI KECAKAPAN HIDUP

    KARENA hidup jalanan sangat keras kalau tak di beri pegangan bisa2 terseret ke lembah hitam…,

  16. Dhia says:

    semangat terus berkarya..
    hebat…

    ^_^

  17. heru says:

    wah wah, klo menang ditunggu traktiranya *sok Kenal Mode ON* πŸ˜€

  18. Puspita W says:

    Anak jalanan butuh empaty, cinta dan kasih sayang dari lingkungan.

    Benar mas, permasalahan mereka sangat komplek, menangani mereka dibutuhkan kesabahan ektra. Saya belum mampu berbuat apa-apa untuk mereka.

    Selamat berjuang mas. Semoga sukses. Amin.

    • bocahbancar says:

      Yups,benar sekali Mbak..
      Kesabaran, ketelatenan dan bisa melihat lebih dalam apa sebenarnya permasalahan mereka, melihat dari luar tampilan saja tidaklah cukup, insyallah saya akan berjuang sebisanya untuk membantu mereka ini πŸ™‚

      Salam semangat selalu

  19. kawanlama95 says:

    memang sulit mas, dan kita harus terjun langsung dan bergaul dengannya. tapi bila pendekatannya tepat Insya Allah akan berhasil kok

    • bocahbancar says:

      Hu uh, kalo sekedar teori saja di kelas Mah ga kan menemukan solusinya, ini berkaitan dengan tingkah laku dan keseharian mereka, jadi kudu tahu langsung masalah di lapangan nya itu seperti apa…
      Salam semangat selalu

  20. indra1082 says:

    Semoga menang…
    Kalo menang jangan lupa *think* *think*….. :mrgreen:

  21. bulbul says:

    pertamax untuk memulai… πŸ˜€ salam kenal sebelumnya…

    peduli sosial,peduli bangsa,kalau saja semua para generus kita peduli seperti ini, besar kmungkinan bangsa kita akan maju,dan tidak akan ada lagi anak jalanan yang meminta-minta di jalanan.

    • bocahbancar says:

      Yooiii…Selamat dech πŸ˜‰ Salam kenal juuga

      Hhmm..ini hanya baru spektrum pemikiran saja, tentu saja harus diwujudkan dengan action di lapangan. Mari kita sama-sama mengentaskan mereka ya Mas.. πŸ˜‰
      Salam semangat selalu

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: