CARA NEGARA JEPANG AGAR SELAMAT DARI GEMPA

Bismillah

Seperti biasa saya selalu mengecek email baik di Gmail maupun di Yahoo dan ternyata ada bahasan menarik di sana, email masuk dari Milis Social Work Club di Yahoo yang membahas bagaimana cara negara lain khususnya Jepang mengatasi atau mencegah timbulnya korban dalam suatu bencana.

Berikut cara orang Jepang menyelamatkan diri dari gempa, yang tentu saja
patut kita tiru:

1. Masyarakat Jepang rajin melakukan pelatihan bencana. Di dekat pintu, mereka mempersiapkan ransel yang berisi air botolan, makanan kering atau makanan kalengan, obat-obatan P3K, uang tunai, pakaian kering, radio, senter, dan beberapa baterai pengganti.

Masyarakat bisa menambahkan suplemen, kacamata, obat-obatan khusus, atau makanan bayi dalam tas khusus mereka. Alat-alat penyelamatan gempa bahkan dijual di supermarket.

2. Pelatihan menghadapi bencana dilakukan secara rutin, bahkan dijadikan
mata pelajaran khusus di sekolah-sekolah dasar.

3. Kekayaan Jepang sebagian diinvestsasikan untuk membangun gedung dan infrastruktur tahan gempa. Mahal memang, tapi menurut ahli, kebijakan ini terbukti telah menyelamatkan ribuan jiwa.

4. Pemerintah daerah atau pemerintah lokal dilatih secara khusus untuk mengumumkan terjadinya bencana dan melakukan evakuasi secara cepat. Mereka juga dilatih untuk mendistribusikan makanan dan selimut di tempat-tempat penampungan.

5. Masyarakat Jepang tahu mereka harus melindungi kepala dengan meja yang kuat, agar tidak kejatuhan benda-benda keras. Lalu, di bawah lindungan meja, itu, dengan cepat mereka mematikan aliran gas, dan memastikan pintu tetap terbuka untuk mengurangi resiko terjebak di antara reruntuhan.

6. Penduduk Jepang dianjurkan menyimpan sepatu di bawah tempat tidur dan sepeda di halaman. Sepatu untuk mengamankan kaki dari pecahan kaca. Sedangkan sepeda adalah alat transportasi yang paling tepat saat gempa.

7. Masyarakat Jepang mengaktifkan peringatan gempa di telepon genggamnya. Anak-anak di sekolah memiliki pelindung kepala tahan api di mejanya masing-masing. Tak hanya itu, simulator gempa canggih juga digunakan untuk membiasakan anak-anak dengan getaran gempa.

8. Pemerintah Jepang memastikan pusat energi nuklir dan kereta listrik akan mati secara otomatis ketika bumi bergetar dalam batas tertentu.

Cukup menarik bukan, mereka bisa dengan cepat belajar. Berikut ini juga sebuah cuplikan dari VIVA News.

795.000 orang, termasuk perdana menteri, ikut simulasi bencana tiap tanggal 1 September. Bencana gempa yang terjadi secara terus-menerus di Indonesia seharusnya cukup untuk menyadarkan masyarakat, betapa rentannya wilayah kita terhadap bencana.

Kita harus lebih waspada. Tak ada salahnya kita belajar dari Jepang, negara yang terlalu sering diguncang gempa, memiliki lebih dari 100 gunung api, dan dihajar topan tiap tahunnya. Hidup dalam ancaman kematian adalah kodrat masyarakat Jepang.

Namun, mereka tak menyerah. Pengalaman menghadapi bencana dahsyat dan kesadaran adanya ancaman gempa membuat pemerintah dan masyarakat negara matahari terbit itu melakukan persiapan menghadapi bencana yang lebih baik dari negara lain.

“Jaman dulu, kondisi Jepang seperti Asia Tenggara ketika diterjang bencana,” kata Guru Besar Universitas Gunma, sekaligus kepala laboratorium penelitian bencana, Profesor Toshitaka Katada, seperti dimuat laman Manila Bulletin.

“Ribuan orang tewas setiap tahun. Itu terus terjadi sampai sekitar 50
tahun lalu,” tambah dia.

Pemerintah Jepang lalu bertindak. Sejak bencana angin topan 1959 yang menewaskan 5.000 orang, angka kematian turun menjadi ratusan dan bahkan belasan. Perkecualian, bencana gempa di Kobe tahun 1995 yang menewaskan 6.400 orang.

Pasca bencana Kobe, kewaspadaan dan kesiagaan makin ditingkatkan.Β  “Pemerintah selalu berusaha melindungi warga dari bencana, sebagai wujud
pertanggungjawaban negara,” kata dia.

Bentuk pertanggungjawaban juga diwujudkan dengan membangun tanggul di
sungai-sungai, dan membangun tembok pelindung banjir dan longsor, bahkan tsunami.

Tak hanya itu, pelatihan bencana dilakukan secara serius. “Sekitar 795.000 orang, termasuk perdana menteri, ikut dalam simulasi bencana tiap tanggal 1 September, di hari yang sama pada tahun 1923 terjadi gempa dahsyat Kanto yang menewaskan 140.000 orang di Tokyo,” tambah Katada.

Jepang punya sistem peringatan dini paling baik di dunia. Selain itu, pemerintahan yang baik dan penegakan hukum juga jadi faktor krusial yang menyelamatkan jiwa masyarakat Jepang. Maksudnya? Kemungkinan kecil gedung sekolah atau rumah sakit rubuh saat gempa. Sebab, fasilitas publik dibangun tanpa ulah nakal dan korupsiΒ  para penyelenggara negaranya.

NB : Lihat juga tayangan slide Orang China dalam menghadapi Gempa Bumi Si Chuan 2008

Comments
69 Responses to “CARA NEGARA JEPANG AGAR SELAMAT DARI GEMPA”
  1. abi says:

    makasih y mas informasinya. membantu sy mngerjakan tugas. makasih y mas

  2. helmi says:

    masalah bencana negara jepang memang patut ditiru,,,,
    mantap postingannya bro,,,

  3. Perlu banyak belajar dari Jepang.. πŸ™‚

  4. krakatau44 says:

    Lam Kenal Bos… pasang link saya donk… saya udah pasang link nya situ… trus… untuk masalah gempa.. negara kita memang kurang banyak belajar dari negara lain… bagaimana cara mengantisipasi dan lain-lain… padahal negara kita rawan gempa… untuk prediksi gempa selanjutnya silakan liat di: http://krakatau44.wordpress.com/2009/10/16/Prediksi Gempa Di Indonesia.. Apakah Wilayah Kita Selanjutnya… Waspadalah!!!

  5. H. Eruwanto says:

    Mantaps..untuk terus digaungkan..ke telinga masyarakat dan Pemerintah yang saat ini masih memikirkan dan menyiapkan Peringatan Dini, agar Kursi Legislatif ‘aman’ dari sambaran ‘pantat’ orang lain…hehehehe itu ternyata bencana terbesar buat orang-orang yang sibuk di panggung politik yang ujung-ujungnya mau jadi ‘Pemerintah’, tukang perintah-perintah.

    • bocahbancar says:

      Iyah Pak, harusnya memang selalu dan seluruh elemen masyarakat, mahasiswa dan para siswa semuanya menyuarakan suara yang sama, yakni memperkuat usaha peringatan dini sebelum terjadi bencana…
      Eh eh eh eh, jadinya nyerempet mengkritisi orang2 DPR yawh he he he πŸ˜€

  6. bliyanbayem says:

    hehehehe….

    asyik ya bisa belajar ke negeri orang..

    saya juga pengen, tapi ga ada kesempatan….

  7. mikha_v says:

    Terimakasih informasinya ya. Butuh berapa bencana alam lagikah untuk menyadarkan indonesia sehingga bisa seperti jepang? πŸ˜€

    • bocahbancar says:

      Ya, sama-sama Mas Mikha…
      Hhmm..semoga tidak nambah2 lagi bencananya sebelum kita sadar, maksud saya secepat mungkin kita sadar sebe,um bencana yang lain datang…

  8. ikkyu_san says:

    sekalian hetriks

    masalahnya org Indonesia itu kan malas belajar dari sejarah dan keadaan. Sudah banyak ditulis, dihimbau, tapi ngga ada yang bergerak.
    Kami yang disini juga biar berbusa-busa memberikan “bocoran” tapi kalau dari pihak Indonesianya tidak mau berusaha ya apa boleh buat.

    Lalu mereka yang punya akses online, mengetahui ttg hal ini seharusnya bisa membantu menyebarkan pada mereka yang sama sekali buta info. Masak musti nunggu grant dari pemerinta LN lagi sih utk gini-ginian? Keselamatan sendiri harus diusahakan sendiri, jangan cuma minta sumbangan doang.

    Sorry kalau kelihatan spt emosi, tapi saya sudah bekerja di Radio selama 10 th dan memberikan bantuan info gempa kepada masyarakat indonesia di sini… tapi…. ya gitu lah.

    EM

    • bocahbancar says:

      He he he he silahkan Mbak, dengan senang hati πŸ™‚

      (wahhhh..pertanyaaan saya nyambung di jawab di komentar ini Mbak)
      Hhmm…ya itu kembali dari edukasi juga sich Mbak, patutnya itu ya seperti di Jepang, mulai dari generasi yang paling kecilnya(anak SD) sudah diajari cara penyelamatan dan pengetahuan mengenai bahaya, lha di sini, wong yang sudah dewasa saja buta info apalagi yang anak2 hiks…hiks.. T_T

      Yaaa..jangan putus asa ya Mbak, kesadaran itu pasti akan ada kok,semua kan ada waktunya, kewajiban kita adalah berusaha secara terus menerus serta mengevaluasi apa yang telah kita lakukan.

      Insyaallah saya akan bersedia menjadi agen untuk mengedukasi masyarakat Mbak karena di samping keinginan dalam diri, ini juga karena tanggung jawab keilmuan yang saya tempuh yakni akan mengemban sebagai seorang SOCIAL WORKER.

      Salam semangat selalu dari Bocahbancar

  9. ikkyu_san says:

    tambahan: selama pemerintah, minimal pemerintah daerah tidak mau memikirkan keselamatan warganya, maka tidak bisa dibuat suatu sistem terpadu untuk menanggulangi bencana. Wong bencana banjir yang bisa dicegah aja tidak diantisipasi, bagaimana dgn gempa yang bisa datang sewaktu-waktu.

    Kalau mau selamat…. USAHAKAN SENDIRI keselamatan masing-masing dengan membuat kelompok kecil, palingsedikit antar keluarga. Apa yang harus dilakuka jika terjadi keadaan darurat.

    Saya juga pernah tulis bhw batere HP yang full bisa menyelamatkan paling sedikit sebagai sumber cahaya di kegelapan malam…atau…. dalam timbunan gedung.

    EM

    • bocahbancar says:

      HHmm…Ya memang sich Mbak, PEMDA itu adalah institusi yang paling dekat dekat jangkauannya terhadap rakyat, jangan cuman kalo ada bantuan mengalir deras saja baru terlihat memperhatikan, tapi bagaimana cara mengedukasi rakyatnya ya kan…
      Nah, tentu saja dari keluarga dulu Mbak, namun jika tidak ada sosialisasi dari pemerintah atau LSM kan juga sama saja, masyarakat tidak akan punya kesadaran secara tiba-tiba….
      Tolong bagi2 ilmunya ya Mbak untuk masyarakat kita di Indonesia yang masih perlu banyak edukasi mengenai bencana…
      Salam semangat selalu…

      (Dilanjutkan dengan membaca komentar yang di bawah)

    • ikkyu_san says:

      Perasaan saya udah bagi-bagi ilmu melalui TE sejak TE mulai deh…masalahnya kan mau dibaca atau ngga?
      Liat aja tuh link mengenai gempa udah dari tahun sejak TE mulai

    • bocahbancar says:

      Hhmm…Ya…komentar saya di atas karena belum membaca komentarnya Mbak Imelda yang di bawah he he he πŸ˜€

  10. ikkyu_san says:

    Kalo soal bencana dan penanggulannya di Jepang mah saya selalu tulis di TE. Pas sebelum gempa malah saya sdg diskusi dengan teman di Padang agar melakukan latihan evakuasi gempa pada anak sekolah…eee udah kejadian.

    http://imelda.coutrier.com/2008/09/01/hari-pencegahan-bencana/
    http://imelda.coutrier.com/2008/05/08/gempa/
    http://imelda.coutrier.com/2008/05/11/10-kiat-menghadapi-gempa/
    http://imelda.coutrier.com/2008/06/16/gempa-petir-kebakaran-dan-ayah/

  11. abifasya says:

    Shilaturrahmi ba’da idul fitri neh sahabatku
    Apa Kabar ?
    Dah Lama aku tak Berkunjung
    Semoga Allah senantiasa melindungi Kita
    Salaaaaaaaaaaaaaaam

  12. andipeace says:

    nice post sobat.
    coba kalau masyarakat indonesia kreatif seperti itu dan pemerintahnya mendukung atas hal itu………eeeemmmmmmmhhhhhh gak kebayang.

    salam hangat

    • bocahbancar says:

      Hhmm..iya, dan ini seharusnya sudah tidak lagi menjadi wacana saja lowh Mas, bangsa kita akan terus dirundung bencana secara terus menerus, memang sudah waktunya, jadi pemerintah harus tanggap untuk menekan jumlah korban sekecil mungkin, dan salah satu contoh nyata yang sudah berhasil ya Jepang ini…

  13. waaahhh

    negara maju yang sangat peduli ama warganya
    moga aja indonesia bisa menerapkan cara yang dilakuin ama jepang

    heheheh

    • bocahbancar says:

      Ya semoga, dan harus bisa. Lha wong orang2 pintar kta juga banyak kok, tinggal bagaimana cara untuk menginfluence masyarakat untuk bisa berpartisipasi dan tanggap tergadap bencana,…Tentu saja dengan dukungan dari pemerintah juga….

  14. KangBoed says:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    β€˜tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  15. KangBoed says:

    HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRR

    MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN

    SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..

    SALAM SAYANG SELALU

  16. Ria says:

    susah juga menjalankan tips itu soalnya kadang pemerintahnya blom kompak sama masyarakatnya..terlebih masyarakat indonesia itu tidak setertib di jepang πŸ˜€

    Pa Kabar de’?

    • bocahbancar says:

      Nah itu dia Mbak, kerjasama yang saling membantu harus terwujud, masyarakat sadar dan pemerinah mendukung, baru akan tercipta harmonisasi dalam pelatihan tanggap bencana…

      Alhamdulillah baik Mbak, sibuk apa nich sudah tidak pernah kelihatan di sini …??? πŸ™‚

      Salam semangat selalu yawh Mbak Ria…

  17. Tips2nya bagus banget.
    Jika disosialisasikan dengan gencar…
    semoga jika ada bencana atau gempa jumlah korbannya bisa ditekan..

    • bocahbancar says:

      Hu uh Mbak, bagusnya mereka(Orang Jepang ini) ga sekeedar bagus di konsep, namun juga implementasinya….
      Ayooo mulai dari sekarang, kesadaran kolektif akan bencana itu harus segera terwujud πŸ˜‰

  18. rco says:

    kita harusnya sudah memulai, kuncinya disiplin. Susahnya kalau sudah ketemu sama pendapat, hidup mati ada yang ngatur….. jian repot tenan!

  19. yosbeda says:

    orang2 jepang mantap ya…
    pasti tuh semua yg disebutin td hasil belajar dari pengalaman…

  20. boleh di tiru nih….

  21. wi3nd says:

    seandainya indonesia bisa belajar dari jepun ini..
    dan seandainya uan9 rakyat y9 wat pelantikan itu bisa dialihkan untuk penan99ulan9an bencana 9empa..

    sayan9na indonesia lebih suka hura hura.. 😦

    • bocahbancar says:

      Hhmm…seharusnya ini sudah tidak lagi seandainya Mbak, sudah urgent harus diterapkan pada masyarakat kita, mau kapan lagi, dimulai dari satu suara kecil, nanti akan menjadi meluas dan akhirnya akan menjadi kesadaran kolektif dari Rakyat Indonesia..
      Jayalah Negeriku, Sejahteralah Rakyatku πŸ™‚

  22. semoga bisa di adopsi disini agar bila ada bencana gemba korbannya bisa di minimisasi

  23. Aribicara says:

    Semoga kita bisa mempraktekan itu yach di Indonesia ….

    Salam πŸ™‚

  24. edratna says:

    Kita kayaknya juga harus mulai dengan pelatihan, selama ini bagi yang bekerja di gedung tinggi, pelatihan rutin untuk penyelamatan dari kebakaran, yang jelas berbeda.
    Saat kebakaran kita harus segera lari, karena asap bisa membuat lemas, dan api bisa meluas sampai ketingkat atas. Jika gempa, malah tak boleh lari ke tangga, karena tangga ini strukturnya paling lemah, apalagi jika semua orang lewat tangga untuk menyelamatkan diri (walau saat ada gempa, saya berada di lantai 18, dan semua orang teriak agar segera turun tangga)

    • bocahbancar says:

      Hhmm..Terima kasih untuk sharing mengenai pelatihan kebakaran Bunda..
      Ya jadi sudah terlihat jelas bukan, orang yang sudah punya pengetahuan dan yang belum, mereka malah menyuruh Bunda untuk menuruni melalui tangga, padahal yang benar kan bukan begitu. Nah, jadi sudah menjadi kewajiban kita semua untuk memberikan pelatihan tanggap bencana….. Kita pasti bisa kan Bunda Edratna πŸ™‚

  25. mudah2an indonesia bisa cepat mencontoh JEpang !!!!!!

  26. RitaSusanti says:

    Wah subhanallah, masyarakat jepang keren Joe, keren abis!!.
    mereka bisa belajar dari pengalaman, dan yang terpenting setiap elemen masyarakat bersiaga untuk setiap kemungkinan yg terburuk di setiap waktu.
    Semoga bangsa kita bisa menuju ke sana yah…

    • bocahbancar says:

      Yups…Kesadaran itu sudah bisa menyatu kepada semua elemen masyarakat di Jepang Mbak…..
      Insyaallah kita bisa kok Mbak, saya mengetahui sendiri kalo di DEPSOS itu sudah banyak sekali membuat rancangan2 untuk mitigasi bencana. Dan sekarang tinggal aplikasi di lapangan saja, saya harap hal ini bisa dimulai dari tingkat SD hingga Presiden,..

  27. Oke….link blog ini sudah saya pasang di blogku, kini giliran anda…
    salam persahabatan…

  28. Seharusnya Pemerintah di negara kita juga, perlu mensosialkan seperti itu, biar tidak banyak korban…

    • bocahbancar says:

      Iya..memang Mas Bunglons… but… kenapa masih belum juga yawh…
      Pendidikan kesiapsiagaan bencana itu harus dimulai sejak dini dan dengan partisipasi dari semuanya…

  29. Achmad Syaiful Makmur says:

    Wah, informatif sekali mas joko,.,

    mudah2an pihak terkait bisa inftrospeksi diri melalui tulisan mas joko.

  30. bocahbancar says:

    Wah dilink yawh..Arigatou πŸ™‚

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] mengetahui langkah-langkah apa yang dilakukan bila terjadi gempa atau jenis bencana yang lainnya. Disini ada artikel tentang bagaimana cara negara Jepang dalam menghadapi bencana, thanks to Bocahbancar. […]



Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: