PPI

Ini hanya sebuah celoteh saya saja, hanya menuangkan apa yang ada di dalam benak saya, alasan mengapa saya tidak berminat menjadi panitia dalam PPI(Program Pengenalan Institusi) 2009 di STKS Bandung.

Pada saat di PPI(Program Pengenalan Institusi) dahulu, saya sudah pernah berembug dengan kawan sesama mahasiswa, sebut saja Danu dari kelas IC, Teh Desy, Lukas dan Eche’ yang sama-sama dari kelas IB. Kami membicarakan mengenai PPI(Program Pengenalan Institusi) tahun 2009 idealnya bukan seperti ini(baca : tahun 2008). PPI yang ideal menurut kami(menurut saya khususnya) adalah suatu program kegiatan yang dengan amat sangat ramah tamah memperkenalkan mahasiswa baru mengenai seluk beluk kampus, mulai dari ruangan, fasilitas, para pengaajar hingga kepada maksud dan latar belakang peksos.

Suatu keadaan yang sangat mendukung bagi mahasiswa baru untuk dapat merasa bangga dan senang memasuki kampus STKS itu sendiri. Kita tampilkan segala nilai + daripada kampus STKS, meski tidak lupa memberikan gambaran kekurangannya juga.

Menurut saya, acara-acara berangkat jam 4 pagi, lari-lari, dibentak-bentak, dihukum push up dan kawan-kawannya adalah tidak mendidik sama sekali. Pokoknya dan pada intinya, reformasi lah masalah PPI atau di kampus lain dengan nama OSPEK yang sebagian besar materinya tidak mendidik itu. Memang sulit, karena sudah mendarah daging dari nenek moyang mahasiswa kita dahulu, hingga para dosen pun masih banyak yang mendukung kegiatan tersebut. Namun, dengan tekad dan semangat pemuda yang berpikir modern dan maju, saya rasa hal tersebut akan mudah dilaksanakan.

ospekSumber gambar

Yang menjadi pertanyaannya memang satu, saya malah tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya bisa menulis di sini. Saya belum punya kawan, saya lemah, tidak ada atau belum muncul orang-orang yang seidealisme seperti saya ini.

Bagaimana menurut Anda kawan..?? Mari kita diskusikan di sini, maka saya akan sangat senang memberikan balasan jawaban dari kawan-kawan Blogger semua.

Salam semangat Bocahbancar

Advertisements
Comments
80 Responses to “PPI”
  1. Billy Bonk says:

    Aslkum Sobat. pa kabar kawan..?

  2. Arif says:

    Assalamu’alaikum.Bismillah.Salam 165.
    ospek yach…coba pertanyakan pada diri anda sendiri..apa yang anda rasakan ketika ospek berakhir????lega???bukankah ada perasaan “akhirnya selesai juga…!!!!!” apa yang anda rasakan seandainya ospek di tempat anda diperpanjang..bukankah ada perasaan kesal??? mungkin anda berkata “duh…lama amat neh ospek!!!” bagaimana perasaan anda jika saat ini anda harus mengulang untuk menjadi peserta ospek???? mungkin anda akan berkata “AH..Males banget jadi peserta ospek lagi!!!” RENUNGKAN…!!!!!!!!!!

    kenapa anda merasakan itu semua????kenapa anda tidak ingin lagi mengulang menjadi peserta ospek???artinya ada yang salah dalam ospek itu sendiri..saya akan mencoba untuk menjelaskan 2 lingkungan diskusi yang berbeda.

    1.anda berada di lingkungan diskusi yang sangat membuat anda nyaman.teman2 anda ramah.menyambut dengan baik.selalu tersenyum.berdiskusi dengan semangat saling menghargai.dan diskusi itu sangat bermanfaat.anda akan betah di lingkungan tersebut???atau bahkan anda ingin mengulang kembali diskusi tersebut????saya yakin jawaban anda adalah “YA…saya sangat ingin mengulang kembali diskusi tersebut!!!!!”

    2.Tapi bagaimana jika anda berada di lingkungan diskusi yang anda tahu ada manfaatnya namun lingkungan sangat tidak nyaman,teman anda kasar, tidak menghargai, tidak mau mengerti anda, tidak mau menerima pendapat anda, bahkan anda dipaksa untuk melakukan hal-hal yang membuat anda tidak nyaman.saya yakin anda ingin segera pergi dari tempat diskusi tersebut dan tidak ingin mengulang kembali diskusi tersebut…anda akan berkata “Cepatlah berakhir diskusi ini!!!!!!”

    bagaimana dengan ospek di tempat anda???metode seperti apa yang terjadi???apa yang anda rasakan???apakah anda ingin mengulang kembali menjadi peserta ospek???apakah anda merindukan menjadi peserta ospek???
    Anda akan lebih memilih model diskusi “1” atau “2”????

    semoga bermanfaat..Assalamu’alaikum…

    • bocahbancar says:

      Wa’alaikum salam wr.wb…

      Hhmm….wah senang sekali mendapatkan tanggapan ini πŸ™‚
      Saya rasa memang harus ada pembenahan di dalam melaksanakan OSPEK, tentu saja OSPEK itu penting, bahkan sangat penting, namun caranya yang kudu direformasi, kabar terakhir, OSPEK di STSN(Sekolah Tinggi Sandi Negara) menelan satu korban jiwa meninggal, OSPEK di IPDN yang dulu itu sudah menelan berapa ratus mahasiswa menjadi sakit-sakitan…. 😦

      Membaca maksud Anda di dalam komentar di atas, tentu saja ingin memperlihatkan mengenai bagaimana OSPEK yang baik, dan saya menyambut hal itu… πŸ˜‰

      NB: Tidak ada pikiran sedikitpun dalam hati saya untuk menghilangkan OSPEK di kampus…

  3. Arghya narendra says:

    Sebenarnya OSPEK bisa diterima oleh saya pribadi.
    tapi yang bikin saya miris ketika melihat Wanita yang terkena Imbas perpeloncoan Kayak di ospek itu..

    kasian kan kalo para cewek yang terkena imbasnya?

    kalau menurutmas gimana?

    saya tinggal di daerah Jember.
    saya masih di SMA.

    ada beberapa teman yang ingin menggagas anti MOS/OSPEK di sekolah, dan hasilnya akan kami ajukan ke pembina OSIS dan MPK.

    • bocahbancar says:

      Opini saya ini bukanlah sebuah opini untuk menghilangkan OSPEK di kampus maupun MOS. Yang saya tekankan adalah bagaimana mereformasi pelaksanaan kegiatan OSPEK itu sendiri. OSPEK itu perlu, namun hanya untuk kegiatan yang memang benar2 memperkenalkan sebuah lembaga sekolah atau kampus yang bersangkutan…

      HHmm..Jember yawh…Saya mau nanya, alasan apa yang mendasari OSPEK dan MOS itu akan kalian usulkan untuk dihilangkan. Menarik juga sich pemikiran kamu dan teman2 di sana, sepanjang alasannya logis ya pasti bisa kok, namun jika alasannya tidak kuat, saya rasa hanya akan membuang2 energi saja…

      Salam semangat selalu dari Bocahbancar yang asli Jawa Timur juga untuk Argya dan teman2 di sana ya πŸ˜‰

  4. mikha_v says:

    Tergantung jurusannya apa dulu sih.

    Kalo mau masuk ABRI atau polisi ya memang wajar push-up dan dibentak-bentak.

    Tapi kalo masuk program studi yang tidak ada hubungannya dengan kekuatan fisik, maka aneh sekali kalo harus push-up. πŸ˜€

    Buat para mahasiswa baru, harusnya kalian jangan takut. Kalian sudah capek-capek test dan bayar SPP bukan untuk disuruh push-up atau dibentak-bentak, melainkan meniti ilmu dan mendapat pendidikan. Kalo perlu panggil saja polisi, atau tegor rektor nya.

    • bocahbancar says:

      HOhohohoo…
      Sebelumnya saya mau bertanya Mas, bagaimana dengan OSPEK/PPI di sana..???Apakah seperti di Indonesia sini..???

      Hohohoho, iyah pastinya dunks, kalo Militer mah memang harus ada fisiknya atuh Kang…

      HHmm….Semoga di dengar dech sama kawan2 mahasiswa baru di sini.. πŸ™‚
      Salam semangat selalu

    • mikha_v says:

      Saya belum bisa banyak memberikan komentar, karena belum pernah merasakan kuliah di USA ini. Masih menunggu-nunggu jawaban atas permohonan VISA STUDENT dari keimigrasian USA. Yah harap maklum, sejak peristiwa 911, segala urusan keimigrasian dipersulit.

      Tapi berdasarkan pengamatan saya sejauh ini dalam wilayah saya (karena tiap wilayah bisa saja sangat berbeda), tidak ada yang namanya OSPEK/PPI.

      USA ini memang mayoritas cendrung individualis. Bahkan, belum pernah saya dengar “himpunan mahasiswa tiap jurusan”. Yang ada hanya unit/ekstrakulikuler. Tapi justru karena individualisme inilah, dalam perkuliahan di USA, sama sekali tidak memandang umur. Ada yang 16 tahun sudah lulus S1, ada yang sudah nenek kakek tapi baru masuk kuliah. Begitu juga di tiap kampus, pasti selalu ada tempat penitipan anak bagi para orangtua yang kuliah.

      Dan karena budaya ini juga, terasa tidak ada “senioritas-junioritas” di dalam kampus, bahkan kepada dosen sekalipun. Dosen panggil murid, atau sebaliknya, sama-sama menggunakan “I” dan “you”. Malah para dosen kurang nyaman apabila dipanggil “Mr.” atau “Professor”. Dan sudah biasa mahasiswa mengeluarkan pendapat atau malah “berdebat” dengan dosen nya.

      Begitu juga dengan kapan masuk kuliah, boleh masuk pas musim winter, springs, summer, autumn. Standardnya memang pas autumn ya. Beda dengan di Indonesia yang mana mahasiswa baru serentak mulai kuliah nya.

      Ya mungkin itu kira-kira gambaran yang sejauh ini saya dapatkan, dan juga saya tanyai dari beberapa teman-teman Indonesia saya yang kuliah di sini.

      Tapi, ada satu sistem kuliah yang mutlak tidak akan ada Ospek!! Yaitu: sistem kuliah online (sudah biasa di sini). Mendaftar secara online, kuliah nya online (di rumahpun bisa asal ada internet), bahkan test nya juga online. Contohnya: Kaplan University. Hahaha πŸ˜€

    • bocahbancar says:

      Wah….
      Jadi sampai sekarang masih belum bisa mauk kuliah to….
      Hhmm..cukup lengkap kok Mas penjelasan Anda, intinya memang individualis, tidak ada OSPEK/PPI, interaksi dosen dan mahasiswa berjalan lancar, tidak seperti di sini, dosen harus benar, kan repot….

      Sekali lagi terima kasih atas pengtahuannya menganai pendidikan di sana πŸ™‚

      Salam semangat terus dari Bcoahbancar

  5. mang kumlod says:

    Asalkan ga ada full body contact sih bagus banget OSPEK. Tegang-tegang gimana gitu, memicu adrenalin. Tapi setelah selesai, jadi kenangan tak terlupakan… πŸ˜€

    • bocahbancar says:

      HOhohoohohooo….
      Kalo cuman itu yang mau diambil, lalu alasan logisnya yang bisa bermanfaat apa coba Mas…????

      But, OK OK ajah sich kalo memang pendapatnya PPI untuk membuat pengalaman tak terlupakan…..

  6. Aisha says:

    Yub bener juga, mungkin bisa dengan cara lain yang lebih mendidik jauh dari kekerasan.
    hehehe tenang aja bro…kalau lemah mah cewek, bukan cowok iya kan bro?hehe.
    Lha..OSPEK ini sendiri memang warisan dari kolonial yakni hasil jiplakan juga .
    Semoga tetap semangat ya…good to try something hard in life..bro.
    sukses menyertaimu..

    • bocahbancar says:

      Hhmm….
      Cowok juga ada yang lemah sich Mbak, cuman saya bukan yang termasuk hohohohoohhoo πŸ˜€
      Hohohohoooo, pengalaman keras yang bagaimana lagi yang mau saya coba Mbak, udah ga jamannya masih manja2 kek anak kecil…
      At least but not last, thanks atas semangatnya, saya tahu Anda juga bukan cewek yang lemah bukan πŸ™‚

  7. salafiyunpad says:

    liat poto nya,jadi inget pas awal kuliah dulu..di OSPEK-in hehe

  8. dwik adhi saputra says:

    kunjungan balik bro..hehehe
    makasih kunjungannya..
    salam kenal..

  9. ekojuli says:

    ini kunjungan balik bro’

    ternyata lo anak STKS to????
    wahhhh…
    jadi inget 15 tahun lalu… [terharu mode on:]
    gw ospek di lapangan depan STKS….
    stks taon ’94 wew… tuwir banget ya gw…

    yaw dah… bravo…
    sukses…
    selalu semangat…

    • bocahbancar says:

      Hhmm..terima kasih sudah berkenan berkunjung balik yawh…
      Tapi..sayang sekali yawh Mas Eko, ANda tidak meninggalkan link balik, jadi saya tidak bisa ke sana lagi, maklum saya ini pelupa hohohohoho πŸ˜€
      Iyah Pak saya mahasiswa STKS Bandung, Hhmm..senangnya bertemu dengan kakak kelas meski berbeda 14 tahun angkatan he he he πŸ™‚

      OK..terima kasih atas doanya, salam semangat selalu

  10. Aisha says:

    wah sebenarnya malah banyak manfaatnya bro..bangun jam 4 pagi lari-lari dan push up, ini sangat menyehatkan badan.Bentakan senior masukan telinga kanan keluarkan telinga kiri .Bagus juga untuk melatih mental .ayoo bro..jangan lemah, semangat terus…

    • bocahbancar says:

      Hhmm…..
      Yaaa…saya menghargai pendapat Anda Mbak. He he he he Jadi ga enak nich saya dibilang lemah Mbak….. πŸ™‚

      This is not weak or strong but how we can change the way of PPI….
      Masih banyak cara lain yang lebih bisa mengasah kekuatan mental, kekuatan fisik, bahkan kekuatan kecerdasan otak, dan tentu saja itu ada caranya…
      Tengok saja bagaimana pendidikan di negara2 negara2 maju, bukan saya menyuruh Bangsa kita untuk menjiplak, but jika memang seharusnya seperti itu yang patut dilakukan, kenapa tidak…???

      Salam semangat selalu πŸ™‚
      SAYA BUKAN PRIA YANG LEMAH MBAK πŸ™‚

  11. diazhandsome says:

    masih musim dibentak-bentak gitu?? ahh… gimana sih?? kita harus berpikir rasional bung!!

    bumi itu bulat!! (terus?)

  12. dika says:

    mas dapet award dari saya

  13. soyjoy76 says:

    PPI ntu kalo pas kita jalanin emang menyiksa dan ingin cepat-cepat berakhir. Namun beberapa tahun kemudian, semua kejadian selama PPI kalo diingat-ingat akan terasa lucu dan menjadi pengakrab sesama peserta dan ngga jarang juga dengan senior yang menggalak2in kita dulu.

    Poinnya adalah, jangan sampai PPI itu hanya sebatas membentak2 dan ngerjain mahasiswa baru dengan dandanan ala pasien RSJ.

    Salam kenal, Bocahbancar… πŸ˜€

    • bocahbancar says:

      Hhmm..psati pengalaman masa lalu yawh….
      Namun tetap saja, sebaiknya kita mencari cara pengakraban dan peninggalan pengalaman kepada mahasiswa baru dengan cara yang lebih mengedukasi…iya kan… πŸ™‚

  14. riaimel says:

    iaaa setuju…
    semoga nantinya gag ada yang namanya senioritas… πŸ™‚

  15. Hariez says:

    yappzz..benar apa kata mas Indra di kampusku namanya pengenalan Akademik namun tidak pakai hal-hal yang bertentangan dengan akademik…sebenarya kau bisa menolak segala tindakan yang menurutmu tidak wajar sobat…

    -salam- ^_^

  16. cow says:

    wah boleh ikut gak nie πŸ˜€

  17. indra1082 says:

    Kalau dikampus saya namanya pengenalan Akademik bro.. πŸ™‚

    Salam KBM

  18. edda says:

    Iya, saya jg setuju
    ospek skrg emg slalu saja d slah gunakan
    ktana c biar rame
    rame apaan kalo jd nimbulin korban

  19. septarius says:

    Mending gak usah diadakan sama sekali, itu pendapat saya lho..

  20. wah waktu blue malah tambah hancuer kalau ngingat ngingat hal sedemikian….menyebalkan namun ngangenin sekarang hehehe…………….
    kalau tak ada ospek kagak seru kalau keterlaluan sepertinya sangat keterlaluan jadi sebaiknya……….yang sedang sedang saja……cah!
    salam hangat selalu

    • bocahbancar says:

      Ya kalo dulu sich memang iyah Mas, banyak yang sudah menjadi korban kan….
      HHmm….diadain dengan konsep berbeda saja dech, itu yang paling bagus menurut saya πŸ™‚
      Salam semangat terus…..

  21. tuyi says:

    wah mahasiswa juga punya nenek moyang to’….
    Ada hikmah yang terkandung sebenarnya tuk mahasiswa baru…
    (keakraban).

    • bocahbancar says:

      Hohohoo, lha iyo tyo Mas, lha kampusnya wae punya Nenek moyang, jadi mahasiswanya juga punya nenek moyang to hohohohhoho πŸ˜€

      Hhmm..keakraban itu bisa dikemas dalam bentuk yang lebih mendidik dan menyenangkan kok.. πŸ˜‰

  22. perigitua says:

    haddiiirrr….

    selama masih dalam batas kewajaran, rasanya ok2 aja tuh, cuman memang pengawasannya harus ketat hehehehe… karena biasanya, bila kran itu di buka sedikit aja, kita akan curi2 mbuka kran sendiri biar puassss..
    hehehhe..
    cu….

    • bocahbancar says:

      Wah absen nich hohohho πŸ˜€
      HHmm..saya rasa harus dirubah total dech cara PPI atau OSPEK ini, ke yang lebih mendidik saja…
      Jikalau mau mengadakan Casting film mah nanti kalo di UKM saja…

      Ya, itulah, pengawasan sangat lemah sekali kan…..

  23. Neng Rara says:

    assalamualaikum,
    hampir 2 pekan ga berkunjung ke rumah ini,(mhn maaf). Sharing yang menarik mas, sy berpikiran sama. Mahasiswa baru kelak menjadi mahasiswa juga, dia akan mengenali kampusnya,lingkungannya, kedisiplinan akan tugasnya,akan studi, akan tnggungjwabnya, ia akan bljr itu semua selama proses studinya.
    wassalam

    • bocahbancar says:

      Wa’alaikum salam wr.wb πŸ™‚
      wah tidak apa-apa kok Mbak. kalo lagi sempat saja sempatkan mampir ke sini he he he…
      Hhmm..ya seperti itu yang saya maksud, mendidik mahasiswa baru dengen berpendidikan tidak kekerasan πŸ™‚

      Wa’alaikum salam wr.wb

  24. Aribicara says:

    Hanya untuk Internal saja yach ?

  25. He..He..He.. lagi plonco yach πŸ™‚

  26. andipeace says:

    saya rasa kegiatan ospek itu penting….sooo banyak manfaatnya…

    salam peace

  27. ari says:

    setuju dengan pendapatnya, iu lebih mendidik

  28. Septa says:

    saya tidak setuju…. saya setuju dengan kau kang…
    dalam acara Program Pengenalan Institusi lebih mantap kalo diberi materi2 yang benar2 mendidik… biasanya sih semacam pengenalan dan motivasi gitu kang…

    kalo udah urusan siksa menyiksa hanya akan jadi ajang bales dendam untuk generasi selanjutnya kang

    Salam

    • bocahbancar says:

      Yups….Kita satu frame pemikiran berarti yawwh Kang Septa πŸ™‚
      Makanya harus ada revolusi dalam cara mengadakan PPI ini… πŸ™‚

      Salam semangat Bocahbancar

  29. MuARa says:

    Semangat mas Maju terus karena sekali berarti setelah itu mati
    keep spirit of blogging, posting and blog walking

  30. rismaka says:

    Iya, saya pun sependapat dengan mas Joko, kalau acara OSPEK itu sangat tidak mendidik, dan hanya akan menimbulkan dendam secara turun temurun.

    Sepertinya membentuk generasi yang pemaaf sangat perlu untuk menghilangkan ritual-ritual “penyiksaan” seperti itu.

    • bocahbancar says:

      Yups..
      Istilah OSPEK atau PPI nya ini sich ga papa, cuman memang caranya itu lowh yang sudah mendarah daging berisi banyak hal-hal yang ga ada(baca : kurang) manfaatnya(menurut saya)

      Yoi Mas Rismaka, sepakat abiss dech.. πŸ˜‰

  31. Rindu says:

    Kalau kuliah diluar, gak ngalamin yang kaya gini … mereka lebih ke orientasi fakultas, dan perguruan tinggi itu sendiri, membosankan memang tapi membosankan πŸ™‚

    • bocahbancar says:

      kuliah di luar…???Luar negeri maksudnya Mbak…????
      HHmm..Membosankan…hohoho sudah pernah merasakannya Mbak Ade,,,???? Semoga tidak bosan yawh hohohoho πŸ˜€

      Salam semangat Bocahbancar

  32. geulist133 says:

    Haha gw suka gaya lo.
    Sebenernya perlu ada ospek hanya saja porsinya gak perlu lebay.
    Dengan bentak bentak dan pukulan Fisik.
    Silahkan bentak asal alasannya jelas
    misalnya peserta budek, jadi kalo gak ngebentak gak kedengeran πŸ˜†
    hihihihi

  33. hokya says:

    hmm…PPI tu sejenis OSPEK gtu ya..?

  34. Kalau kegiatannya positif.. seperti menumbuhkan semangat kebersamaaan dengan gam2 interaktif tanpa pakaian aneh2 begitu sih setuju saja.

    Tapiiii kalau sampe repot dan fisik di gojlok.. gue gak setuju…

  35. bhejho4060 says:

    waahhh boleh juga sih sebernar nya itu…asal jangan terlalu kelewatan aja yaaa……

    salam mercu

  36. elmoudy says:

    ospek perlu seh.. tapi kenapa musti ada acara bentak2 an, push up, n bentuk kekonyolan n kekerasan yg gak penting

  37. Kalau menurut saya kegiatan semacam OSPEK itu juga perlu, biar mahasiswa baru bisa lebih menghormati seniornya..
    tapi bagaimana menurut anda?

    • bocahbancar says:

      Hohohohoho..begitu yawh….
      Hhmm..apakah dengan tidak diadakan PPI itu mahasiswa baru menjadi tidak menghormati Senior.. ?? πŸ™‚
      Pertanyaan singkat namun perlu dipikirkan hohooho πŸ˜€

      Terima kasih atas komennya yawh Deb…akhir2 ini kamu sering nongkrong di sini…
      Tidak ada menjadi tidak ramai(bahasa baku)
      Ga da loe ga rame men(bahasa sok gaul hihiihi)
      Intinya saya senang kok dengan berbagai macam pendapat ini πŸ™‚

  38. Yep says:

    Waduh…sayang sekali tidak ikut friend, acara tersebut memang tidak banyak artinya tetapi penuh kenangan indah.

    Saat-saat itulah kita dapat mengenal teman2 kampus, karena dalam kondisi senasib dan sependeritaan. Sekali lagi menurutku sayang sekali kalau tidak diikuti Bro… Gitu aja komen ku πŸ™‚

    • bocahbancar says:

      HHmm…Ya sayang sich sayang(menurut beberapa orang), saya hanya membuka cara berpikir baru, yang menurut saya memang harus bereformasi….

      Bagaimana menurut Mas Yep mengenai pemikiran saya itu…???

      Hhmm..meskipu begitu saya sudah senang mas Yep sudah memberikan komentar yang saya rasa,…Cukup panjang πŸ™‚

      Salam semangat selalu kawan πŸ˜‰

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: