Pendidikan Tinggi Bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Sebenarnya tulisan ini saya buat sebagai ungkapan ketidakpuasan dan ketidakadilan yang telah melanda mahasiswa(baca:calon mahasiswa) dari kalangan keluarga yang tidak mampu. Begitu banyak warga miskin kita dan salah satu penyebabnya adalah karena tidak meratanya akses pendidikan yang memadai bagi seluruh warga negara di Indonesia ini.

Nah, bagian yang ingin saya bahas adalah mengenai semakin sulitnya calon mahasiswa dari keluarga yang tidak mampu untuk meraih akses pendidikan tinggi di universitas atau perguruan tinggi.

Telah kita ketahui bersama, sebenarnya pemerintah pun sudah memberikan stimulus berupa bantuan pembayaran pendidikan tersubsidi melalui tes masuk perguruan tinggi yang umum kita kenal sebagai SNMPTN. Telah banyak pula perguruan tinggi/universitas baik negeri maupun swasta yang memberikan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu namun berprestasi. Lalu mengapa masih saja mereka yang tidak mampu secara finansial ini masih saja terpuruk dan tidak dapat tempus untuk mencicipi pendidikan tinggi tersebut..?? Lalu sebenarnya siapa yang patut ditanyai mengenai hal ini..??

Menurut saya, pemerintah maupun pihak kampus sudah sangat benar dengan menjalankan sistem beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi. Namun yang menarik bagi saya, apa bisa kita membandingkan seorang calon mahasiswa yang telah mengikuti LES INTENSIF 5 KALI SEMINGGU dengan seorang calon mahasiswa yang hanya belajar dari BUKU-BUKU LOAKAN DI PASAR TANPA ADA MENTOR yang membimbing agar dapat lebih memahami materi. Sudah jelas jawabannya. Bagaimana pendapat Anda sendiri..??

Jadi menurut hemat saya, sangat tidak etis jika kita membandingkan intelektual antara calon mahasiswa miskin dengan intelektual calon mahasiswa kalangan menengah ke atas. Tentu saja harus ada porsi tersendiri bagi mahasiswa kurang mampu ini agar tidak terus-terusan tertindas dari yang mendapatkan sedikit sekali akses pendidikannya di daerah ditambahlagi tidak dibuka peluang/kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi secara gratis.

Kalau boleh saya memberikan usulan, tes saja khusus untuk calon mahasiswa dari kalangan yang tidak mampu saja(otomatis mereka ini sama-sama memiliki keterbatasan(baik buku materi maupun pengajar), kemudian dari mereka ini yang benar-benar kelihatan berpotensi patut diberikan hadiah, yakni beasiswa untuk kuliah. Lalu untuk mahasiswa dari kalangan menengah ke atas, tentu saja diadakan tes yang setara dengan mereka, mereka yang sudah intensif(karena mampu membayar) harusnya dilawankan dengan setingkat mereka pula jadi seimbang kan, tinggal bagaimana penyerapan mereka saja.

Nah inilah yang baru dinamakan adil, ketika kita melakukan penjaringan mahasiswa yang berprestasi tidak dilihat dari keadaan sekarang saja, namun juga diperhatikan sejarahnya proses belajarnya.

Demikian sedikit gambaran dari saya, semoga bisa menjadi cahaya bagi kita semua.

Salam perubahan Bocahbancar..

Comments
18 Responses to “Pendidikan Tinggi Bagi Mahasiswa Kurang Mampu”
  1. Tony says:

    Yang kaya yang berjaya

  2. kaspari says:

    Pertanyaannya apakah pendidikan sudah gratis? apakah buku – buku pendidikan terjangkau untuk kalangan menengah kebawah?? apakah generasi – generasi bangsa yang pintar & jenius di jamin oleh pemerintah?! apakah ada pendidikan bagi anak – anak jalanan yang tidak bersekolah?? capek sebenarnya ngeliatnya, beberapa petinggi2 negara hanya mengumbar saja, tapi gak pernah tepat sasaran. kebanyakan tema “Pendidikan Gratis” dipakai petinggi – petinggi tsb untuk kepentingan politik. ya untuk menarik massa tentunya. belum habis masalah pendidikan masalah lain muncul, seperti harga – harga sembako dan transportasi menjadi tinggi, jelas kebutuhan hidup bertambah tinggi pula, kondisi ini betul-betul menyulitkan yang berada di dalamnya. Ada yang lebih memilih
    menggembala kerbaunya di banding masuk sekolah kejar paket C (Seorang petani di desa krengih – kecamatan rembang Pasuruan), ada yg lebih memilih berjulan jajanan di stasiun ketimbang masuk sekolah (Seorang anak di stasiun kereta malang), ada yang memilih berjualan koran ketimbang masuk pelajaran sekolah SD (Seorang loper koran di Balikpapan). mereka hanya segelintir saja, masih banyak yang lain dengan cerita mereka masing – masing, sekarang gimana mo jadi mahasiswa , memikirkan untuk jadi mahasiswa pun mereka gak ada.
    kesimpulannya, bagi mereka urusan perut dulu baru ngurusin pendidikan atau sekolah. pemerintah harusnya bisa fokus kesini, “Mensejahterakan Rakyat”.
    okeh kembali ke topik pendidikan tinggi bagi mahasiswa. kalo perguruan tinggi swasta yah suka – suka dia lah, kalo yang PTN reformasi aja deh. sebenarnya rada ribet permasalahannya, jadi berandai – andai aja lah… kalo seandainya di PTN ada subsidi, berarti ada anggaran disitu, kalo ada anggaran berarti ada fiktif ada konkrit. hehehe, kemungkinan di korupsi bisa aja kan. kalo emang ada subsidi tersebut berarti standarisasi biaya dan embel – embelnya serta untuk biaya masuk PTNnya bisa aja murah atau bahkan gratis bagi yang beneran tidak mampu. jika PTN mempunyai yayasan berarti dosen – dosen di gaji oleh yayasan tersebut, selain ceperan mereka. tetapi jika PTN tidak memiliki yayasan, sapa yang gaji??! ya seandainya Dosen – dosen tsb tu dijadikan PNS semua gak perlu ada yayasan sehingga mereka di gaji ma pemerintah tinggal cari ceperan aja kalo masih kurang, berarti biaya semester bisa aja murah atau gratis bagi yang beneran tidak mampu. semua bisa terwujud jika pemimpinnya tegas dan komit. yang jelas banyak unsur yang akan kena imbas bila ada itu di reformasi.
    ————————————————————-
    Wah..Masukan Anda memberikan warna lain dalam diskusi ini Pak…

    Ternyata memang banyak yang perlu disoroti menindaklanjuti fenomena pendidikan tinggi bagi mahasiswa kurang mampu ini…

    Kalau ditelisik mendalam, memang sich ini semua terjadi karena pemimpin kita yang tidak konsisten dalam memperjuangkan nasib rakyatnya..Yang diperjkuangkan hanya nasib perutnya saja..

    Nah, tentu saja di pergantian pemimpin ke depan, kita semua berharap bahwa akan muncul pemimpin yang Tabligh, Amanah dan Fatonah, amiinn..

    Dan kita secara pribadi harus menanmkan dalam diri kita sendiri mengenai kejujuran dan sikap kepemimpinan yang baik…

  3. giyzt says:

    sebagai mantan mahasisiwa yg dulu opo opo ragat dhewe ..lulus karena keringet dhewe..ku juga pernah merasakan hal yg sama ..tapi ada yang lebih ku ambil hikmah dari semua itu..fasilitas kadang hanya menjadikan hasil yang instan….andai sukses menjadi orang pun kadang juga mudah nggoling oleh sesuatu..mungkin beda dengan orang yg tanpa fasilitas tapi bisa meraih keinginan dan cita citanya ..insya Allah akan menjadi orang yg tidak hanya bermental tempe.kalaupun ia tidak kaya harta tapi ia bisa belajar banyak dari kehidupan….

    yang penting tidak boleh meyerah oleh keadaan karena merasa dibatasi oleh keadaan..beasiswa bukan segala segalanya bro…terkadang untuk mencapai sesuatu tidak hanya satu jalan tapi bisa menggunakan berbagai macam jalan…jangan pernah menyerah..gambatte…
    ———————————————————-
    Hhhmmmm…Iya Maz benar, memang sampeyan iku sudah makan garam masalah pendidikan dengan biaya swadaya…
    Saya itu memang terinspiratif sekali dengan Maz Giyzt, ingin rasanya ketemu sampeyan kalao sudah mudik ke Indo nanti…
    Iya mas memang tapi mencari orang Indo yang bermental baja seperti mas dan yang lain itu masih terasa sulit di Indo, jadi memang harus perlu diberi stimulus..
    Maka pemerintah harus benar2 mengusahakan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, sampeyan setuju kan tentunya dengan gagasan saya tersebut….

  4. fandi88 says:

    biaya kuliah saat ini emg dibilang cukup mahal bagi kita2 yg berada di bawah rata2,. sekarang malah banyak kok dari swasta yg memberikan beasiswa bagi yg benar2 berprestasi,. jadi walaupaun temen kita yg berada digaris rata2 tapi berprestasi tetap akan mandapatkannya,. semoga aja pemerintah lebih peduli ma rakyat,. ga’ cuman kowar2 pas kampaye tapi buktinya ga’ ada,.
    —————————————————————
    Ya betul sekali Maz Fandie….
    Tapi yang menjadi fokus saya ini, cara mendapatkan beasiswa ini yang tidak pro Rakyat kecil…
    Harus direvisi..
    Apa perlu saya kawal..?????

  5. postingannya menyentuh dan memberi wawasan yg kemungkinan emang mesti kita perhatikannya
    salam hangat selalu
    ————————————
    Terima kasih Maz….

  6. hidayat says:

    sepakat…
    makanya pemerintah harus bener2 care masalah pendidikan..
    masak hampir banyak universitas negeri di jadikan BHMN..
    m,au lari dari tanggung jawab nih pemerintah…
    mari berjuang bersama kita..
    hidup mahasiswa.
    eh situ masih calon ya?wekekekkekke
    ————————————
    Ya semangat sekali..

    Hidup mahasiswa..

    Saya sudah mahasiswa kok. tapi baru semester II….

  7. senoaji says:

    kalo akomodasi pendidikan terus dipertanyakan kemahalannya yang terjadi adalah semakin gak jelasnya perubahan2 yang dicita2kan pendidikan murah dan lain sebagainya. menurutku yang paling penting adalah berpikir kreatif dan berstrategis menyikapi wacana tersebut. persoalan mampu dan tidak menurutku relatif, tidak mampu bukan berarti tidak ada kesempatan untuk mencari beasiswa, mampu juga bukan berarti mampu bertanggungjawab dengan apa yang telah menfasilitasi mereka. fiuh! pendapatku gitu sob!
    —————————————————–
    Ya terima kasih pendapatnya Ma.z..
    Tetap saja kebijakan yang tidak pro masyarakat miskin ini harus segera diubah, setuju..????

  8. yakhanu says:

    heheh
    salam kenal mas….

  9. wi3nd says:

    iyah sekaran9 tuch yan9 punya uan9 lebih ajah yan9 bisa sekulah dan kuL..

    emm..sistem harus dirubah la9i?
    well..9imana neeh paRa pejabaT yan9 bewena9,bukankah setiap peduduk indonesia berhak mendapatkan pendidikan yan9 layak?
    ————————————————-
    Setuju……

  10. vianadbs says:

    waduh…. lg ga baca bener2 neh , cm jalan2 aja .hehe,lam knal….

  11. SanG BaYAnG says:

    Bicara soal pendidikan aku ra mudeng mas,soale aku gak pernah makan sekolahan..,hekxkxkxkxk.
    Meski gue sekolah gak pernah bayar kalo bicara kesempatan emang sangat minim kesempatan,seolah ada batasan-batasan,jadi ingat kata Jerbasuki Mowo Beo..kalo gini..ni..hekxkxkxkxkxk..
    Ah..emboh..lah..,lhawong aku sekolah mung tamat SMP je mas..Ra mudeng aku..
    ———————————————————-
    Ya paling tidak sekarang Masnya bisa memeberikan pendapat kan….

  12. kawanlama95 says:

    ketika dulu jadi mahasiswa aku termasuk mahasiswa yang disubsidi walau hanya 2 semester ,bisa sih kalo mau nambah 2 semester lagi.Aku bukan mahasiswa yang cerdas sih.itu beasiswa dari salah satu lembaga dibawah institusi kampus.
    Maksudnya adalah. kemandirian kampus memang perlu dipertanyaakan
    Perlua adanya terobosan 2 yang siginifikan .membuat usaha amal yang diperuntukan bagi mahasiswa yang tak mampu.bekerjasama dengan perusahaan 2 besar.Anggaran beasiswa dari pemerintah ditambah.mahasiswa yang tak mampu yang lolos tes untuk tahap awal tetap bisa kuliah belakangan di carikan solusinya.Bisa mencari bapak asuh.atau sejenisnya.intinya terima aja dulu.jThanks sudah berkunjung
    —————————————————————
    Terima kasih Maz atas tambahan masukan dan ceritanya…..

  13. annosmile says:

    yak..betul sekali mas

  14. mrpall says:

    1.makasih atas kunjunganya….
    2. masalah pendidikan …dari mulai sd,smp,smu dah ga bener ini menurut aku, dari murid sampai orang tua murid apalagi sampai guru juga sama2 ga benernya, kita liat saja mulai dari menyikapi pungutan dari murid masak sekolah negeri atau pemerintah koq mungut uang untuk pembangunan dari murid kan aneh….
    3.Apalagi yang namanya KOmite Sekolah tu kan dr wali murid juga koq mau2nya di peralat oleh sistem yg ga bener ( disuruh ngurusi keperluan sekolah ) aneh klo menurut aku,
    4. sistim Pendidikan di negeri ini emang udah parah, jurusan dah ga ngaruh sama skali yg penting duit, ini realita yg ada kan.
    5.ini terbukti seorang sarjana tehnik stelah kerja di pemerintahan jadi juru antar surat…hehehehe yang lulusan smu menjadi kepala bagianya halaah ga nyambung.
    ——————————————————————-
    Ya kita bisa berbagi pikiran di sini..
    Terima kasih Maz atas tambahan pengetahuannya..
    1.
    2.
    3.
    4.
    5.
    Ikut berhitung ajah he he he….

  15. phiy says:

    Kita bisa apa?

    Bisa.

    Apa?

    Pemilu.

    Jangan golput.

    Untuk sementara ini pake sistem tebang pilih.

    Kalo satu partai udah bikin luka, jangan pilih lagi.

    Dan tetep cari pilihan.

    Golput ga merubah apa2.

    Aku bukan pendukung pemilu,
    tapi sebelum ada cara lain, ya ikutin aja pemilunya πŸ˜‰

    H.E.T.R.I.X

    akhirnya bisa hetrix dengan banyak tulisan,
    hihihihi…
    —————————————–
    Owh…Iya..
    AKhirnya Phiy bisa bersemangat sekali memberikan komentar di sini, bayangin hingga 3 kali commented secara langsung..
    Ini Phiy saya suka, jadi kita benar2 bisa bertukar pikiran…
    Salam perubahan Bocahbancar……

  16. phiy says:

    Solusi?

    Ada.

    Civil Society.

    Tapi..

    Civil Society kita ga akur tuh.

    Smua punya interest/kepentingan masing2 yang kadang ga nyambung, dan ga mo disambung2in.

    Jadi tetep aja

    s.u.s.a.h..

    *skeptis mode: ON*

    😈
    ————————————————-
    “Masih nyimak lagi dech”

  17. phiy says:

    kalo menurutku sih ya..
    ini dah salah sistem sampe akarnya2, termasuk pemerintah dan kampus. kebijakan mereka sudah terlalu neoliberal dengan orientasi kapitalis.

    Dengan merubah skolah/universitas jadi BHP aja itu udah kesalahan besar, terlebih pemerintah memutuskan buat lepas tangan a.k.a bantuannya stengah2, dan setengah hati juga.

    Kampus juga gitu sama aja. SIMAK UI misalnya, yang kaya yang berpeluang. Pilihan jurusan di jual, smakin punya modal, smakin berpeluang masuk UI. Yang miskin, yg ga punya duit cuma bisa pilih sedikit jurusan.

    Kalo mo cari kambing hitam, mungkin bisa salain kapitalisme global (tetep). Tapi kalo mo dibalikin lagi, jelas pemerintah yang salah. Pemerintah kita lemah, powerless, ga ada bergain position, ga bisa bikin keputusan buat lindungin sipil. Apa2 intervensi luar negeri, apa2 di privatisasi, cih..

    Cemen ya pemerintahan kita ni..
    ————————————————————–
    (“””””””Menyimak dengan serius””””””)
    “Sibuk Mode: ON”

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: