Kok Belum Cinta?*

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Kok Belum Cinta?* *Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman Mungkin terdengar aneh ya, tapi memang beginilah kenyataannya. Sampai tulisan ini dibuat, rasanya saya masih belum menyimpan rasa cinta yang menggebu kepada calon isteri. Apakah ini salah? Saya rasa tidak kok. Saya beberapa kali mendengarkan ceramah dari Ustad Salim A. Fillah bahwa … Continue reading

Rate this:

Silaturahim Dakwah*

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Silaturahim Dakwah* *Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman Salah satu peran sebagai keluarga baru adalah dengan mengenal tetangga dengan baik. Tetangga adalah keluarga terdekat setelah keluarga kandung kita yang sama-sama berada di luar pulau yang kita tempati saat ini. Oleh karenanya, tetangga memiliki peranan penting dalam kehidupan dan kita diperintahkan untuk … Continue reading

Rate this:

Tidak Putus Karena Berkeluarga*

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Tidak Putus Karena Berkeluarga* *Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman Mendengarkan beberapa file ceramah mp3 hasil mendownload dari Tatsqif.com membuat saya menulis artikel ini. Pembicaraan dalam ceramah tersebut terkait dengan kontribusi dakwah yang semakin melemah pasca menikah.. Secara teori, tentu saya sangat menolak hal tersebut, karena teori yang saya pahami adalah … Continue reading

Rate this:

Mahar itu..*

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Mahar itu..* *Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman Salah satu syarat yang tidak boleh ketinggalan dalam prosesi akad pernikahan diantaranya adalah berupa mahar. Mahar adalah pemberian senang hati oleh mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan yang sepenuhnya menjadi hak mempelai perempuan tersebut, meski telah menjadi sepasang suami isteri sekalipun. Dalam sebuah hadist … Continue reading

Rate this:

Seperti Keluarga Sendiri*

Sumber Gambar: Koleksi pribadi

Seperti Keluarga Sendiri* *Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman Sebenarnya, pada awalnya saya adalah orang yang sangat pemalu. Saya tidak bisa “cair” dengan orang baru yang tanpa ada “kepentingan” sebelumnya. “Kepentingan” yang saya maksud ini bisa berupa tugas bersama, satu naungan organisasi, tim kerja, kawan diskusi dan semacamnya. Nah, ketika ada … Continue reading

Rate this:

Road to Khitbah*

03 Story Taaruf-Walimah Joko-Iis

Road to Khitbah* *Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman Sejak hari Rabu sore (08/01) kemarin, Pa’e dan Mas Wahib sudah berangkat dari Kota Bojonegoro menuju Kota Bandung menaiki Kereta Harina. Saya pun agak terkejut dengan rute tersebut, karena sebelumnya, tidak ada rute kereta api dari Surabaya-Bandung melewati Kota Bojonegoro. Hanya ucapan … Continue reading

Rate this:

Membina Kemandirian Pasca Pernikahan*

Sumber ilustrasi gambar dari KawanImut.com

Membina Kemandirian Pasca Pernikahan* *Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman Catatan ini sebenarnya masihlah jauh dari kenyataan. Karena, masih hanya berupa impian dan cita-cita di masa depan. Ya, karena narasi ini adalah rangkaian cerita kisah nyata yang prosesnya masih panjang dan entah bagaimana ujung akhirnya. Namun terlepas dari itu semua, tersimpan … Continue reading

Rate this:

Antara Perkenalan-Lamaran-Pernikahan*

03 Story Taaruf-Walimah Joko-Iis

Antara Perkenalan-Lamaran-Pernikahan* *Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman “Fabiayyi aalaa i robbikumaa tukadzdzibaan” (Q.S Ar Rahmaan: 13). Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang dapat kamu dustakan? Sebuah pertanyaan retoris dari Allah kepada hamba-Nya. Ayat ini menyadarkan kita betapa besar nikmat yang telah diberikan Allah kepada diri kita. Kalau menghitung-hitungnya, tinta … Continue reading

Rate this:

Ta’aruf dan Tsiqoh*

01 Story Taaruf-Walimah Joko-Iis

Ta’aruf dan Tsiqoh* *Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman Semenjak pertama kali diperlihatkan biodata akhwat yang memang belum pernah saya kenal tersebut, kemantapan hati telah menuntun saya untuk menuju proses berikutnya, yakni ta’aruf.. Maka satu bulan menjelang waktu yang disepakati untuk ta’aruf, saya pun membaca kembali beberapa buku tentang ta’aruf yang … Continue reading

Rate this: