Singgah Dua Hari di Samarinda

Bismillah..

Hari Rabu (05/06) kemarin adalah hari pertama mendapatkan jatah day off setelah full bekerja selama 30 hari. Rabu pagi itu memulai perjalanan dari mess District Kembang Janggut menuju Teluk Bingkai dengan perjalanan darat selama kurang lebih satu jam. Dari Teluk Bingkai, transportasi satu-satunya adalah dengan menaiki perahu ces/longboat melewati rawa, danau dan juga sungai selama dua jam menuju Kota Bangun. Dari sini dilanjutkan kembali dengan naik taksi (istilah untuk mobil carteran, xenia/avanza/innova) menuju Samarinda.

Kopdar Blogger

Salah satu kawan blogger saya di wordpress mengontak via komen di tulisan blog saya terkait dengan “Mahalnya Biaya Hidup di Kalimantan”. Dan perbincangan pun lancar, saya memanggil beliau Mba Akin, yang ternyata baru saya sadari bahwa beliau adalah blogger di Samarinda. Usai jam kerja di hari Rabu sore (05/06), Mba Akin pun menyempatkan diri menyambangi saya di mess Jalan Cendana gang Jamrud, dan kami berbincang tentang banyak hal sambil minum es Degan yang lokasinya tak jauh dari Islamic Centre Samarinda.

Online di Warnet

Saat tiba di Samarinda hari Rabu sore (05/06) kemarin, tepat beberapa menit sebelum masuk waktu Ashar. Saya pun bergegas menuju masjid Al Muhajirin, masjid terdekat dari tempat saya tinggal. Sedari masih di Kembang Janggut, saya sudah berencana untuk “balas dendam” online di warnet, karena tanpa akses internet, hidup ini rasanya berjalan cukup lambat, banyak informasi yang ketinggalan dan tidak update, apalagi saya di sana juga sangat jarang menonton televisi, kecuali saat jam-jam makan saja.

Menuju arah mess yang tak jauh dari masjid Al Muhajirin ini, saya pun survey warnet tentang speed dan kenyamanan tempat. Dan alhamdulillah, cukup nyaman dan cepat, maka malam harinya usai sholat Isya’, saya pun langsung pesan paket 3,5 jam. Ternyata memang benar, email yang ngendon di akun gmail maupun yahoo sudah ratusan, serta komentar di blog bocahbancar juga sudah berjibun.

Jama’ah di Islamic Centre Samarinda

Sejak tiba pertama kali di Kota Samarinda ini pada awal bulan Mei 2013 lalu, saya terkagum-kagum dengan kemegahan Islamic Centre Samarinda yang kala itu saya lewati saat menuju mess di Jalan Cendana. Ya, lokasi Islamic Centre itu memang tak terlau jauh, saya pun berjalan kaki dengan menempuh sekitar 20 menit.

Kamis (06/06) kemarin, saya sempatkan untuk sholat berjama’ah Maghrib dan Isya’ di Masjid Islamic Centre ini. Subhanallah, perasaan tenang, tenteram dan bahagia kembali menyeruak di dalam dada. Alhamdulillah atas kecenderungan baik ini ya Rabb. Tak ada nikmat lain lagi yang mampu saya dustakan di hadapan-Nya. Andai saja saya punya camera digital, tentu banyak momen dari bangunan megah ini yang akan saya abadikan. Tapi, mungkin di lain waktu saja ya, menabung dahulu he he.

Menuju Pesantren di Kota Bangun

Dua malam telah terlewati di Kota Samarinda ini, saatnya jadwal untuk berangkat ke Kota Bangun yang di sana terdapat pesantren anak-anak SMA sederajat, jaringan kenalan dari Murobbi yang di Jakarta. Rencananya saya akan berangkat pagi-pagi di hari Jum’at (07/06) ini, namun karena hujan lebat mengguyur kota Samarinda sedari waktu shubuh tadi, saya pun tak bisa kemana-mana. Apalagi rencananya saya memang akan naik angkot ke Terminal Sungai Kunjang kemudian naik bus umum ke Kota Bangun.

Tapi, lagi-lagi nikmat Allah yang tak terduga kembali diperlihatkan-Nya. Pak Suryo (HSE Spv) datang dari Banjar, kemudian jam 11.00wita  ini akan berangkat naik ke Kembang Janggut. Beliau pun menawari saya untuk bersama-sama naik travel yang telah disediakan oleh kantor. Subhanallah. Tak jadi keluar uang untuk bayar bus umum, ada tumpangan gratis, dan nyaman pula he he. Benarlah apa yang tersebut di dalam al Qur’an, “fabiayyi aalaa i robbikumaa tukaddzibaan/ maka nikmat Tuhan kamu yang mana lagikah yang kau dustakan” (Q.S Ar Rahmaan, 55:13).

Kabar dari Ustadz Irwansyah, pendiri dari Ponpes yang akan saya datangi ini. Ponpesnya masih kecil, dan santri nya adalah anak-anak yang bersekolah di sekolah umum. Pasca sekolah, barulah mereka nyantren dengan fokus pembelajaran pada tahfidz (menghafal) al Qur’an. Karena hafalan saya masih sangat sedikit, semoga Allah membukakan jalan agar saya dapat menambah hafalan dan mempertahankannya secara bertahap, namun terus bertambah secara konsisten.

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwah

Muhammad Joe Sekigawa, A Social Worker, An Activist, A Community Developer, A Great Dreamer, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Alumni Bandung College of Social Welfare, Department of Social Rehabilitation ‘08

Selesai ditulis pada hari Jumuah pagi, 07 Juni 2013 pukul 10.22wita @Mess Agra Bareksa, Jalan Cendana Gang Jamrud, Kota Samarinda-Kalimantan Timur.

About these ads

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: